Tadzkirah

Keutamaan 10 Hari Awal Zulhijjah

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

 

ALLAH Subhanahu wa Ta’ala selalu menyediakan momen-momen khusus bagi mereka untuk dapat kembali kepada Allah SWT. Serta dapat memperbanyak amal kebajikan dengan menjanjikan pahala yang berlipat ganda untuk setiap amal pada saat momen-momen tersebut. Sehingga para hamba menjadikan momen itu sebagai media untuk berlomba-lomba meraih amal kebajikan.

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مَسْلَمَةَ الأَنْصَارِيِّ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ لِرَبِّكُمْ فِي أَيَّامِ دَهْرِكُمْ نَفَحَاتٌ ، فَتَعَرَّضُوا لَهُ ، لَعَلَّهُ أَنْ يُصِيبَكُمْ نَفْحَةٌ مِنْهَا ، فَلا تَشْقَوْنَ بَعْدَهَا أَبَدًا

Dari Muhammad bin Maslamah al-Anshari, ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya bagi Tuhan kalian di hari-hari sepanjang tahun kalian ada nafahat (tiupan), maka mendekatlah kepada-Nya, boleh jadi tiupan itu akan mengenaimu, sehingga kalian tidak akan pernah celaka selamanya.” (Riwayat Thabrani).

Di antara momen-momen khusus yang Allah Ta’ala sediakan itu adalah bulan-bulan haram (Muharram, Zulhijjah, Zulqa’dah dan Rajab), bulan Ramadhan dan termasuk juga 10 hari awal bulan Zulhijjah. Pada momen-momen ini, Allah  memudahkan hamba-Nya untuk beribadah dan menjanjikan pahala yang begitu besar dibandingkan dengan waktu lain. Kita umat Islam sering melupakan dan lalai terhadap momen-momen tersebut khususnya momen 10 hari di awal Zulhijjah.

Di antara keutamaan-keutamaan 10 hari awal Zulhijjah adalah:

Pertama, Allah Ta’ala bersumpah dengan 10 hari itu dalam Alquran, dan Allah SWT Yang Maha Agung tidak akan bersumpah kecuali dengan yang agung pula.

وَلَيَالٍ عَشْرٍ‌

“Dan malam yang sepuluh.” (Surat Al-Fajr [89]: 2).

Dalam tafsirnya, Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan 10 malam itu adalah sepuluh malam awal bulan Zulhijjah. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ibnu al-Zubair, Mujahid dan banyak lagi dari kalangan ulama salaf dan khalaf.

Kedua, hari-hari itulah yang dimaksudkan dengan hari-hari yang telah ditentukan oleh Allah untuk memperbanyak zikir kepada Allah SWT.

لِّيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُ‌وا اسْمَ اللَّـهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَ‌زَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Surat Al-Hajj [22]: 28).

Ibnu Katsir dalam tafsirnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan hari-hari yang ditentukan dalam ayat ini adalah 10 hari awal Zulhijjah.

Ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa 10 hari di awal Zulhijjah ini merupakan hari-hari yang Allah paling mencintai amal shaleh yang dilakukan seorang hamba pada hari itu. Bahkan lebih mencintainya daripada jihad di jalan Allah kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun. Rasulullah bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ يَعْنِي أَيَّامَ الْعَشْرِ . قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ؟ قَالَ : وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ

Dari Ibnu Abbas ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Tiada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini”. yakni 10 hari pertama dari bulan Zulhijjah, mereka (para shahabat) bertanya: “Wahai Rasulullah, dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya)?”, beliau bersabda: “Dan tidak juga berjihad di jalan Allah (lebih utama darinya), kecuali seseorang yang berjuang dengan dirinya dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan apapun.” (Riwayat Bukhari, Abu Daud, Ibnu Majah, Tirmizi dan Ahmad).

Keempat, di dalam 10 hari di awal Zulhijjah ini ada hari Arafah yang merupakan hari dimana Allah SWT paling banyak membebaskan hamba-Nya dari siksaan neraka. Juga merupakan hari di mana doa pada hari itu adalah sebaik-baiknya doa.

عن عائشة رضي الله عنها، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :  مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ، ثُمَّ يُبَاهِي بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ ، فَيَقُولُ : مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu hari yang Allah lebih banyak membebaskan seorang hamba dari api neraka melainkan hari Arafah. Sesungguhnya Allah mendekat dan membanggakan mereka di hadapan para malaikat-Nya seraya berkata, “Apa yang mereka inginkan? ( tentu Aku kabulkan).”(Riwayat Muslim).

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ جَدِّهِ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِي : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ , لَهُ الْمُلْكُ , وَلَهُ الْحَمْدُ , وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 ‘Amru bin Syu’aib meriwayatkan dari bapaknya, dari kakeknya bahwasanya Nabi Muhammad bersabda: “Sebaik-baiknya do’a adalah do’a hari Arafah dan sebaik-baik doa yang aku dan nabi-nabi sebelumku selalu lafalkan adalah “Laailaaha illallaah wahdahuu laa syariikalah lahulmulk wa lahulhamd yuhyi wa yumit wa huwa ‘ala kulli syaiin qadiir”. (Riwayat Tirmizi).

Kelima, di dalam 10 hari ini juga ada hari raya  Iduladha yang merupakan hari awal penyembelihan kurban. Menurut sebagian ulama hari Iduladha ini merupakan hari yang paling afdhal sepanjang tahun sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قُرْطٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

Abdullah bin Qurth meriwayatkan bahwa Nabi SAW. bersabda: “Sesungguhnya hari yang paling agung di sisi Allah Tabaaroka wa Ta’aalaa adalah hari an nahr (Iduladha) kemudian yaumul qorr (hari setelah hari an nahr).” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, al-Nasa`i, Ibnu Khuzaimah, Hakim dan Baihaqi).

Keenam, di dalam 10 hari awal Zulhijjah inilah sebagian besar amalan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam dilakukan oleh para jamaah haji. Mulai dari hari tarwiyah di Mina, berwukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, melontar Jumrah ‘Aqbah, Thawaf ifadhah dan menyembelih hewan.

Ketujuh, Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa di antara sebab keutamaan dan keistemewaan 10 hari awal Zulhijjah ini adalah karena pada hari-hari itulah berkumpulnya pokok-pokok ibadah dalam Islam dari shalat, puasa, sedekah dan haji, dan itu tidak mungkin dilakukan pada hari-hari yang lain.

Adapun amalan-amalan yang dianjurkan pada 10 hari awal Zulhijjah ini antara lain adalah:

Pertama, tentunya amalan yang paling utama sepanjang 10 hari ini adalah ibadah haji dan umrah ke Baitullah yang jika dilakukan sesuai dengan hukum Allah SWT maka tidak ada balasannya kecuali surga.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Dari umrah yang satu ke umrah berikutnya akan mengahpuskan dosa di antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kedua, berpuasa pada hari-hari itu. Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa Allah Ta’ala paling mencintai amal shaleh pada hari-hari itu. Puasa termasuk amalan yang utama kecuali pada waktu hari raya karena kita diharamkan untuk berpuasa pada hari itu.

Lebih khusus lagi disunnahkan untuk berpuasa pada hari Arafah yang keutamaannya adalah dihapuskannya dosa dua tahun bagi yang melaksanakannya.

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه أن النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Abu Qatadah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Puasa pada hari Arafah, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dengannya) dosa-dosa pada tahun lalu dan tahun yang akan datang. (Riwayat Muslim).

Ketiga, berkurban dengan menyembelih kurban pada waktu hari raya Iduladha dan hari-hari tasyriq setelahnya.

عَنْ أَنَسٍ ، قَالَ : ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا ، يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ

Dari Anas, ia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berqurban (pada Iduladha) dengan dua kambing yang gemuk. Aku melihat beliau menginjakkan kakinya di pangkal leher dua kambing itu. Lalu beliau membaca basmalah dan takbir, kemudian beliau menyembelih keduanya dengan tangannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim, ini lafadz Bukhari).

Keempat, memperbanyak ucapan takbir, tahmid, tahlil dan zikir-zikir lainnya sepanjang sepuluh hari tersebut di setiap tempat yang dibolehkan untuk berzikir kepada Allah SWT.

عَنِ ابْنِ عُمَرَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ ، وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ مِنَ الْعَمَلِ فِيهِنَّ ، مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Zulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (Riwayat Ahmad dan Baihaqi).

Kelima, memperbanyak ibadah-ibadah lainnya karena 10 hari di awal Zulhijjah ini merupakan hari yang Allah SWT paling mencintai amal shaleh yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits di atas. Maka hendaklah kita memperbanyak sedekah, shalat-shalat sunnah, silaturrahim, menyantuni anak yatim, beristighfar dan membaca Alquran dan ibadah-ibadah lainnya. Wallahu a’lam bish shawab.*