Nasihat untuk yang Terkena PHK

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustaz, pada bulan ini saya terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Terus terang hati ini merasa gelisah dan resah, mengingat anak masih kecil-kecil dan sekolah. Saya telah berusaha untuk sabar dan berusaha mencari pekerjaan lain, tapi belum dapat. Mohon nasihatnya, apa yang harus saya lakukan, Ustaz?
Hamba Allah.
Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sebagai mukmin yang beriman dan meyakini kebenaran apa yang disebutkan dan dijelaskan dalam Alquran dan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam yang shahih, tentu kita menyadari bahwa kehidupan ini tidak lepas dari ujian dan cobaan. Hal ini ntuk menguji keimanan dan kesabaran kita dalam menjalani hidup ini sesuai dengan aturan dan tuntunan Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menegaskan:
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” (Surat Al-Ankabut [29]: 2).
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Surat Al-Mulk [67]: 2).
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Surat Al-Anbiya [21]: 35).
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّـهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.” (Surat Al-Baqarah [2]: 155-156).
Setelah menyadari bahwa Allah Ta’ala memang menciptakan hidup ini penuh dengan ujian, apalagi bagi orang yang beriman, maka sebagai mukmin Allah SWT dan Rasul-Nya telah mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi cobaan tersebut. Di antaranya adalah:
- Bersabar menghadapi semua ujian tersebut karena dengan kesabaran. Maka Insyaallah semua cobaan itu akan terasa ringan dan kita akan mendapatkan pahala yang besar atas kesabaran kita. Sehingga cobaan itu menjadi kebaikan bagi kita. Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَـٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّـهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. (Surat Az-Zumar [39]: 10).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
عَنْ صُهَيْبٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ. رواه مسلم
Diriwayatkan dari Shuhaib, ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Sungguh menakjubkan perkara kaum mukmin, sesungguhnya semua perkaranya adalah kebaikan, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang beriman. Jika ia dianugrahi nikmat ia bersyukur dan itu baik baginya , jika ia tertimpa musibah ia bersabar maka itu baik baginya.” (Riwayat Muslim).
- Intropeksi diri (muhasabah). karena mungkin sebelumnya kita telah melakukan kesalahan atau telah berbuat maksiat. Baik kita sadari ataupun yang tanpa kita sadari sehingga Allah Ta’ala menegur dan mengingatkan kita agar kita menyadarinya. Sehingga kita cepat beristighfar dan kembali ingat kepada-Nya. Allah SWT berfirman:
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (Surat As-Syura [42]: 30).
فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿١٥﴾ وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿١٦﴾ كَلَّا ۖ بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ ﴿١٧﴾ وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿١٨﴾ وَتَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا ﴿١٩﴾ وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin. dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil). Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan. (Surat Al-Fajr [89]: 15-20).
Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ ثَوْبَانَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ ، وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ ، وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمُرِ إِلَّا الْبِرُّ. رواه أحمد والحاكم والبيهقى وابن ماجة
Diriwayatkan dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Sesungguhnya seorang hamba itu akan dihalangi rizkinya disebabkan dosa yang menimpanya, dan tidak yang bisa menolak takdir kecuali do’a dan tidak ada yang bisa menambah umur kecuali kebaikan.” (Riwayat Ahmad, al-Hakim, al-Baihaqi dan Ibnu Majah).
- Memperbanyak istighfar karena istighfar merupakan salah satu sebab dicurahkannya rezeki. Allah SWT berfirman:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ﴿١٠﴾ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا ﴿١١﴾ وَيُمْدِدْكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا
Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. (Surat Nuh [71]: 10-12).
- Terus berusaha keras dan bertawakal setelahnya. Karena seorang mukmin tidak kenal yang namanya kata menyerah dan berputus asa. Dan dengan tawakkal, seorang mukmin akan selalu menerima ketentuan Allah SWT setelah dia mengeluarkan tenaga dan pikirannya dalam berusaha. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآَلِهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ ، لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ ، تَغْدُو خِمَاصًا ، وَتَرُوحُ بِطَانًا
Diriwayatkan dari Umar bin al-Khattab bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, sungguh kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, di mana di pagi hari ia keluar dalam keadaan perut kosong dan kembali dalam keadaan kenyang.” (Riwayat Ahmad, al-Nasai, al-Hakim dan al-Baihaqi).
- Meyakini bahwa setelah kesusahan pasti ada kemudahan karena Allah Ta’ala telah menegaskan itu dalam Alquran. Allah SWT berfirman:
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿٥﴾ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Surat Asy-Syarh [94]: 5-6).
- Memperbanyak dan menyambung kembali silaturrahim yang terputus. Karena dengan silaturrahim akan terbuka jalan dan peluang-peluang yang sebelumnya tidak kita ketahui. Rasulullah SAW telah menjelaskan;
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : ” مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ. رواه البخارى ومسلم
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia menyambung silaturrahim. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
- Semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan ketaqwaan kepada-Nya karena Allah sudah menjanjikan kepada orang yang bertaqwa bahwa Dia akan memberikan jalan keluar dari masalah yang dihadapinya dan akan dikaruniai rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah SWT berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّـهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ﴿٢﴾ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّـهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ﴿٣﴾
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Surat At-Thalaq [65]: 2-3).
- Selalu berdoa kepada Allah SWT dan meyakini bahwa Allah pasti akan mengabulkannya dengan cara yang terbaik menurut-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (Surat Ghafir [40]: 60).
وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (Surat Al-An’am [6]: 17).
Wallahu a’lam bish shawab.*
KH Bachtiar Nasir
