Memahami Makna Laa Ilaaha Illallah

Oleh KH Bachtiar Nasir
Sebagai umat Islam tentu sudah hafal dan sering membaca kalimat Laa ilaaha illallah Namun tidak sedikit yang belum mengetahui maknanya secara benar.
Dalam kalimat laa ilahaillallah (لآإِلَهَ إِلاَّ الله) ada kata ilah (إِلَهَ).
Apa itu ilah?
Makna Laailaaha illallah yang benar adalah Laa ma’buuda bi haqqin illallah (لا معبود حق إِلاَّ اللهُ ), artinya tidak ada sesembahan yang benar dan berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja.
Atau Ma’budu bil haqqin, Allah lah satu-satunya yang berhak disembah dengan hak (kebenaran) yang absolut.
Inti dari laa ilahaillallah adalah, sembahlah Allah dan jauhilah sesembahan selain Allah.
Lihat An-Nahl ayat 36:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ فَمِنْهُمْ مَّنْ هَدَى اللّٰهُ وَمِنْهُمْ مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلٰلَةُۗ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ ٣٦
Sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah dan jauhilah thoghut!” Di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang ditetapkan dalam kesesatan. Maka, berjalanlah kamu di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang mendustakan (rasul-rasul).
Dari ayat ini kita mengetahui, bahwa semua seruan Rasul adalah, perintah untuk menyembah Allah saja dan jauhi thoghut.
Thoghut adalah semua sesembahan selain Allah. Semua sesembahan yang disembah oleh manusia selain Allah seperti malaikat, jin, matahari, bulan, bintang, kuburan, berhala, dan sesembahan lainnya adalah sesembahan yang batil. Sesembahan seperti ini tidak bisa memberikan manfaat dan tidak pula bisa menolak bahaya.
Pada ayat 36 ini dikatakan, “Di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang ditetapkan dalam kesesatan.” Lihatlah, bagaimana bangsa-bangsa yang maju tapi hancur karena Menjadikan thoghut sebagai sesembahan.
Thoghut adalah musuh-musuh para nabi karena mereka takut sekali mendengar kata-kata larangan menjadikan thoghut sebagai sesembahan. Mereka memusuhi para nabi karena nabi menyerukan “Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in”. Para nabi menyerukan La Ma’budu bil haqqin ilallah, tidak ada yang berhak disembah dengan haq selain Allah.
Di antara thoghut-thoghut itu ada yang menakutkan bagi manusia: takut kehilangan harta, takut kehilangan jabatan.
Demikianlah penjelasan siapa ilah kita, dan makna Laailaaha illallah yang benar.*
