Jenis Nafsu Manakah Kita?

Oleh KH Bachtiar Nasir
بسم الله الرحمن الرحيم
Sifat manusia tak jauh dari hawa nafsu yang menyelimuti hatinya. Ada orang yang bisa mengekang dan menahan nafsu marahnya, ada juga yang meledak-ledak.
Ada bermacam-macam Jenis nafsu. Jenis manakah nafsu yang menguasai kita?
Pertama, nafsu ammarah bi-su’, yakni jiwa yang memerintahkan pemiliknya berbuat dosa dan kerusakan, melakukan yang haram dan memotivasi pemiliknya untuk melakukan perbuatan hina atau maksiat.
Gambarannya, seperti seseorang yang masih dalam perjalanan. Hatinya belum tenang, langkahnya masih terputus-putus karena belum sampai tujuan.
Kedua, nafsu lawwamah, yaitu jiwa yang mencela dirinya sendiri, karena ia telah melakukan dosa, baik dosa besar maupun dosa kecil.
Ketiga, nafsu muthmainnah, jiwa yang kembali dan ridho kepada -Nya, jiwa yang tenang. Inilah jiwa yang diberikan kepada orang berjihad di jalan Allah. Ia telah sampai derajat al-muthmainah di sisi Allah.
Nafsu muthmainnah memiliki karakter tawakal, suka beribadah (menghamba dengan penuh keikhlasan), suka bersyukur, ridha dengan segala ketetapan Allah, dan takut kepada-Nya.
Ibnu Qayyim menggambarkan pemilik nafsu muthmainnah seperti seseorang yang mengendarai kendaraannya sampai tujuan dengan selamat.
Antara orang-orang yang memiliki nafsu ammarah bi-su’, lawwamah, dan Muthmainnah, perbedaannya adalah pahala tujuan akhir dan pahala jalan wasilah.
Adapun kelompok pertama, mendapat pahala dalam perjalanannya atau prosesnya untuk menjadi lebih baik, dalam melawan hawa nafsunya.
Apa yang diperoleh oleh jiwa yang tenang, tentu lebih tinggi daripada seorang mujahid yang sedang berjuang melawan hawa nafsunya. Walaupun Mujahid lebih banyak amalnya, tetapi amal jiwa yang tenang lebih telah mencapai tinggi derajatnya, lebih agung dan lebih mulia nilainya.
Keutamaan berpulang bukan semata pada banyaknya amal, tetapi kesempurnaan keadaan jiwa dan kedekatannya dengan Allah.
Tingkatan pertama adalah Muthmainnah yang sudah tenang, dan kedua adalah mujahadah yang masih berjuang melawan hawa nafsunya.(*)
.
