Dunia Hanya Sementara, Hinakanlah Diri di Hadapan Allah

Oleh KH Bachtiar Nasir
Kehidupan dunia kadang membuat hati kita sesak, gelisah, marah, kecewa dan perasaan tidak enak lainnya. Dunia yang luas menjadi sempit. Hari yang indah menjadi mendung.
Ketahuilah, apa yang kita kejar di dunia ini sudah ada dalam genggaman Allah sejak dunia belum diciptakan. Allah punya cara untuk mencukupkan keperluan dunia kita. Allah sudah juga menyiapkan akhirat.
Oleh karena itu, rasa kecewa, sedih, terhina adalah cara Allah membersihkan jiwa kita.
Jika kita sedang dalam kesulitan, ucapkan Alhamdulillah. Ini ibarat pelumas hati. Ingatlah, Fa inna ma‘al-‘usri yusrâ, inna ma‘al-‘usri yusrâ (Maka, sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan). -Surah Al-Insyirah ayat 5-6.
Bagi yang sedang sakit, tertekan, kecewa, jangan lupa perbanyak bersyukur. Inilah kehidupan di dunia, hanya sementara.
Menjaga harga diri itu adalah dengan cara menghinakan diri kita sendiri di hadapan Allah. Kita menghambakan diri di hadapan Allah Yang Maha Tinggi lagi Mulia.
Jika kita sedang dihina seseorang, sadari, yang menghina itu ciptaan siapa? Atas takdir dan kehendak siapa? Itu kehendak Allah. Tenang dulu, dunia ini sementara.
Ad-Dunya (الدنيا)
Kosa kata “dunia” berasal dari bahasa Arab yaitu Ad-Dunya (الدنيا). Kosa kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia, hanya beda pengucapannya saja. “Dunya” dibaca dengan “Dunia”.
Ad-Dunya (الدنيا), artinya sementara dan sedikit waktunya. Dan dunia ini juga rendah dan hina.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
فَوَاللَّهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللَّهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ
“Demi Allah, sesungguhnya dunia lebih hina di sisi Allah dari pada bangkai ini di mata kalian.” (HR. Muslim 7607).
Dunia itu dekat. Dana-yadnu (د ن و) yang berarti dekat atau mendekati, karena ia sangat dengan dengan akhirat dan dekat dengan kematian (دنيئة الاجل).
Jika ada sebuah kata saja yang menyakitkan dan lama menusuk hati, Tetaplah kita fokus saja pada zuhud terhadap akhirat, karena dunia ini hanya sementara dan sebentar saja dan kehidupan akhirat itu kekal selamanya.*