Dosa dan Pahala yang Dibesarkan di Bulan Rajab

Oleh KH Bachtiar Nasir
Hari ini kita masih berada di Bulan Rajab, tepatnya tanggal 24 Rajab. Semakin mendekat akhir dari bulan suci ini.
Pada bulan-bulan suci adalah waktunya kita menangguk pahala. Dosa dan pahala dibesarkan atau dilipatgandakan di Bulan Rajab.
Kalau sudut pandang kita pesimistis, tak ada harapan. Tetapi kalau kita melihat dari sudut pandang positif dan orang-orang yang taat yang sudah meninggalkan maksiat, inilah momen besar untuk menjaga diri agar tidak lengah.
Ali bin Abi Thalib meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu berkata,
“Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan haram. Bulan-bulan itu dimuliakan; maksiat di dalamnya dosanya lebih besar dan amal shalih pahalanya lebih banyak.”
(Lathā-if Al-Ma‘ārif, hlm. 207)
Bulan Rajab berada di antara Jumadil Akhir dan Sya‘ban. Ia termasuk salah satu dari empat bulan haram yang Allah muliakan, seperti firman-Nya:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ada dua belas bulan… di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian pada bulan-bulan itu.” (Surah At-Taubah ayat 36)
Sebagaimana kata-kata Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu:
Allah mengkhususkan empat bulan sebagai bulan haram, menjadikan perbuatan dosa dosanya lebih besar, sebagaimana amal soleh dan pahala juga dilipat gandakan lebih besar.
Allah mengharamkan empat bulan ini agar hamba-hamba-Nya menjaga diri dari dosa. Orang-orang beriman menjadikan momen ini untuk menjaga diri.
Pada bulan-bulan haram dilipat gandakan baik pahala atau dosa atas perbuatan amal saleh dan maksiat yang dilakukan.
Rajab adalah momentum yang menuntun arah hidup, membersihkan selalu niat, dan memperbanyak amal saleh agar semuanya lebih bermakna di waktu yang Allah angkat derajatnya ini.
Empat bulan haram bukan sekadar penanggalan belaka, tetapi momen untuk memperbaiki diri. Harusnya yang kita lakukan menjadi lebih bermakna lagi.
Pertanyaan kepada diri kita sendiri: Sudahkah aku memuliakan apa yang Allah muliakan? Atau malah aku menghinakan apa yang Allah muliakan?
Kesempatan masih ada di penghujung Bulan Rajab. Jangan hanya berdoa, tetapi mari proaktif mengambil peran untuk memuliakan Bulan Rajab.