KSP

Nama-nama Bulan Rajab

Oleh KH Bachtiar Nasir

Tak terasa kita sudah memasuki hari ke lima Bulan Rajab. Semoga Allah menurunkan banyak keberkahan untuk kita semua.

Perlu kita mengenal Bulan Rajab ini dari nama-namanya yang berjumlah 18 nama.

Ibnu Dihyah berkata, kata Rajab jamaknya adalah “arjab, rajabanat, arjabah, arajib dana rajaba”.

Mari kita kenali namanya satu per satu.

1. Rajab, karena orang-orang pada masa jahiliyah memuliakan dan menghormati bulan ini.

2. Al-Asham, artinya sunyi. Dinamakan demikian karena tidak terdengar suara-suara senjata atau peperangan di bulan ini.

3. Al–Assab, artinya yang tercurah. Mereka (orang-orang jahiliyah) mengatakan bahwa banyak rahmat tercurah pada bulan Rajab ini. Karenanya disebut sebagai bulan rahmat, karena banyak tercurah turun rahmat.

4. Ar-Rajm, secara budaya ada pendapat mengatakan bahwa setan-setan dirajam pada bulan ini. Ruang gerak mereka sempit karena orang-orang sudah mulai mengekang hawa nafsu menjelang Ramadhan.

5. Asyhurul harom, bulan yang diharamkan atau disucikan. Kalau kita ingin mendapatkan banyak keberkahan di bulan Rajab ini, lakukan banyak kebaikan.

6. Al-Haram (suci), karena kehormatannya sudah ada sejak dulu kala, dan ditetapkan dari sebagai bulan suci dari dulu. Carilah momen-momen hebat di bulan suci ini.

7. Al-Muqim (yang menetap). Artinya kehormatannya tetap dan tidak berubah, baik sebelum Islam datang dan setelah Islam datang Bulan Rajab tetap menjadi bulan terhormat.

8. Al-Mu’ala, artinya tinggi atau luhur. Kedudukan Bulan Rajab tinggi di sisi Allah dan sejak zaman Jahiliyah bulan ini juga tinggi kedudukannya. Maka orang-orang yang memuliakan Bulan Rajab pun akan mendapatkan kemuliaan yang tinggi.

9. Al-Fardu atau Faroda, artinya sendiri, tunggal. Nama ini adalah nama yang syar’i.

Dijelaskan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, Bulan Rajab dikenal dengan sebutan bulan fardu, karena bulan haram yang satu ini merupakan satu-satunya bulan yang tidak bersamaan urutannya dengan tiga bulan haram lainnya, seperti bulan Dzulqa’dah, Dzulhijah, dan Muharram. Oleh karenanya, bulan Rajab dikenal dengan bulan fardu, bulan yang terpisah dari tiga bulan suci lainnya.

10. Al- Munshal Asinnah (kepala tombak atau mata tombak), karena mereka mencopot kepala atau mata tombak mereka. Penamaan ini disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abi Raja’ Al-‘Atharidi.

Abu Raja’ Al-‘Atharidi, dari hadits riwayat Bukhari menjelaskan mengenai kisah bangsa Arab terdahulu di masa jahiliyah pada bulan Rajab:

كُنَّا نَعْبُدُ الْحَجَرَ فَإِذَا وَجَدْنَا حَجَرًا هُوَ أَخْيَرُ مِنْهُ أَلْقَيْنَاهُ وَأَخَذْنَا الْآخَرَ فَإِذَا لَمْ نَجِدْ حَجَرًا جَمَعْنَا جُثْوَةً مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ جِئْنَا بِالشَّاةِ فَحَلَبْنَاهُ عَلَيْهِ ثُمَّ طُفْنَا بِهِ فَإِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَجَبٍ قُلْنَا مُنَصِّلُ الْأَسِنَّةِ فَلَا نَدَعُ رُمْحًا فِيهِ حَدِيدَةٌ وَلَا سَهْمًا فِيهِ حَدِيدَةٌ إِلَّا نَزَعْنَاهُ وَأَلْقَيْنَاهُ شَهْرَ رَجَبٍ

“Dulu kami menyembah batu. Jika kami mendapatkan batu yang lebih baik, maka kami melemparkannya dan mengambil yang lain. Dan bila kami tidak menemukan batu, kami mengumpulkan segenggam tanah, lalu kami bawakan seekor kambing kemudian kami peraskan susu untuknya. Lalu kami thawaf dengannya. Bila datang bulan Rajab, kami mengatakan, ‘Tidak ada peperangan’ (Munshil Al Asinnah), sehingga kami tidak membiarkan tombak maupun panah yang tajam kecuali kami cabut dan kami lemparkan sebagai pengagungan terhadap bulan Rajab.” (HR. Bukhari)

11. Munshal Āli, atau bulan dilepaskannya senjata. Penamaan ini terdapat dalam Syi’ril A’sya.

12. Manzil-asinnah, bulan dicabutnya mata tombak, dari sisi waktu. Tidak boleh ada peperangan, permusuhan, hindari dengki dan iri yang bisa menyulut permusuhan.

13. Syahrul-‘Atirah, (menyembelih), karena mereka menyembelih hewan dalam bulan ini. Mereka (kaum jahiliyah) mengadakan sembelihan terkait penghambaan kepada dewa-dewa mereka.

14. Al-Mubarri, atau bulan pembersihan. Orang-orang bersih dari peperangan dan penindasan.

15. Al-Mu’asy’asy, artinya bersarang. Dinamakan ini karena orang-orang bersarang atau bersemayam, orang-orang berhenti berperang dan ‘bersarang’ dan berdiam atau beristirahat.

16. Syahrullah, atau bulan-nya Allah.

17. Rajab, Dinamakan Rajab karena orang-oran​​​​​g menin​​​​​​ggalkan peperangan. Dikatakan “Aqta’a lillahi ar-rawajib” memotong sendi ujung jari karena Allah.

18. Rajab, karena Dinamakan dengan rajab karena berasal dari kata “rawajib”.

Kedua nama terakhir bukan nama tambahan, melainkan karena perbedaan asal kata Rajab. (Ibnu Hajar Al-‘Asqalani, Tabyinul ‘Ajab bima Warada fi Syahri Rajab.

 

 

 

Exit mobile version