Berita

Ustaz Bachtiar Nasir Kecam Penarikan Hijab Dokter Muslimah di India

JAKARTA– Pimpinan AQL Islamic Center yang juga ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan kecaman keras atas insiden yang melibatkan Ketua Menteri Bihar, India, Nitish Kumar. Nitish Kumar secara terbuka menarik hijab seorang dokter Muslimah, Dr. Nusrat Parween, dalam sebuah acara pemerintah baru-baru ini.

Dalam pernyataannya, Selasa (23/12/2025),  UBN menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap martabat manusia, kebebasan beragama, dan hak-hak perempuan. Insiden itu terekam dalam video dan disaksikan oleh sejumlah pihak, sehingga menuai kecaman luas dari berbagai kalangan.

Menurut UBN, perilaku tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih dilakukan oleh seorang pejabat publik yang memiliki tanggung jawab untuk menjunjung prinsip keadilan dan kesetaraan. Ia menilai tindakan itu bukan hanya melukai kehormatan pribadi Dr. Nusrat Parween, tetapi juga mencederai simbol hijab yang bagi banyak Muslimah merupakan bagian dari keyakinan dan identitas keagamaan.

Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu juga menyoroti dampak psikologis yang dialami korban. Dr. Nusrat Parween disebut memilih untuk tidak menjalankan tugasnya sementara waktu akibat trauma pascakejadian tersebut. Ia dinilai mewakili tantangan yang masih dihadapi perempuan Muslim, khususnya kelompok minoritas, dalam mempertahankan hak beragama di ruang publik.

Lebih lanjut, UBN menyerukan agar Nitish Kumar menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta mendesak otoritas terkait di India untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Ia juga meminta adanya langkah konkret untuk menjamin perlindungan terhadap simbol-simbol keagamaan dan hak perempuan.

UBN menambahkan, Indonesia dengan prinsip Pancasila dan pengalaman hidup dalam keberagaman memandang serius peristiwa semacam ini, karena dinilai berpotensi merusak upaya global dalam membangun toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

Ia mengajak umat Islam dan para pembela keadilan di berbagai belahan dunia untuk bersuara menentang segala bentuk diskriminasi dan ketidakadilan, serta memberikan dukungan moral kepada korban.*

Exit mobile version