KSP

Amal di Dunia untuk di Akhirat

Oleh : KH Bachtiar Nasir

Bismillahirrahmanirrahim,

Dunia pasti akan kita tinggalkan dan akhirat pasti akan kita datangi suka atau tidak. Kalau begitu, mana yang akan kita pilih: menjadi penduduk dunia atau akhirat? Banyak orang yang hanya ingin menjadi penduduk dunia dan tidak mempersiapkan diri untuk akhirat. Kenyataannya dunia ini hanya tipu daya dan palsu.

Janganlah mengejar dunia karena hanya tipu daya. Ada banyak tipu daya yang melalaikan kita. Jadi, bekal apa yang harus kita persiapkan untuk menjadi penduduk akhirat? Tentu berbekal amal-amal saleh.

Kata Ibnu Qoyyim:

Bukan persoalan amal semata sebenarnya. Sebetulnya perkara penting yang mesti kita perhatikan adalah bagaimaan menjaga amal agar tidak rusak dan tidak pula kosong nilainya.

Kalau kata Buya Hamka, kalau kerja sekadar kerja, kera juga kerja. Kita ini manusia bukan kera. Kalau kera kan serakah, dan cuma syahwat yang dipikirkan. Kalau kerja dijadiakn amal, maka itu nihil nilainya.

Ada amal yang rusak dan tidak bisa menolong kita di akhirat kelak. Hal yang penting diperhatikan adalah kaidah-kaidah saat beramal, karena ada juga hal-hal yang merusak dan menihilkan amal yang telah kita kerjakan. Contohnya dengki, bisa merusak semua amal baik seperti api yang melalap kayu bakar sampai betul-betul hilang. Demikian hadits riwayat yang shahih.

Disebutkan di dalam hadits:

إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ أَوْ قَالَ الْعُشْبَ

 Artinya: “Jauhilah hasad (dengki), kerana hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar.” (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Hendaknya kita tidak sekadar beramal tetapi kita harus tahu ilmunya, dan ikhlas melakukannya demi Allah saja. Amalan yang kita lakukan bersih hanya karena Allah saja. Boleh saja mengharap cinta-Nya agar selalu dekat dengan Allah.

Untuk mengingat bekal akhirat, kita juga harus mengingat lima perkara sebelum lima perkara seperti kata Rasulullah:

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallah ‘alaihi wa sallam berkata:

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

 

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara

(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,

(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,

(3) Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,

(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,

(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”