Tadabbur

Energi Hebat Hari Kiamat

Oleh:

KH Bachtiar Nasir 

Allah SubhanahuwaTa’alaberfirman:

“(Orang-orang kafir) berkata, ‘Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?’ Mereka berkata, ‘Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan’.” (QS. An-Naziat ayat 10-12).

Di hari Kiamat kelak, orang-orang kafir saling bertanya apakah yang harus mereka hadapi saat itu adalah kebenaran yang telah dikatakan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam di dunia. Mereka saling berbisik dan menyesal akibat telah mendustakan dan memperolok apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam.

Berita Besar
Sesungguhnya apa-apa yang dikatakan oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam telah mengguncang pikiran dan perasaan mereka semenjak dari dunia. Mereka telah ragu terhadap apa yang diyakini dan mereka memikirkan apa yang Allah Ta’ala peringatkan lewat Al-Quran.

Kata-kata dalam Al-Quran yang menghujam perasaan dan menantang orang-orang kafir untuk berpikir, membuat mereka berusaha memahami apa yang Al-Quran sampaikan. Inilah kalimat-kalimat yang mereka lontarkan akibat hati mereka yang guncang.

“(Orang-orang kafir) berkata, ‘Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan semula? Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” (QS. An-Naziat ayat 10-11).

Lalu apa pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah orang-orang kafir terdahulu ini?Al-Quran menjawabnya dalam surat An-Naba ayat 1-2.

“Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar.”

Ini adalah berita besar. Hari kebangkitan adalah berita besar bagi setiap manusia. Hari kebangkitan adalah berita yang tidak bisa dianggap “receh” dan akan berlalu begitu saja, seiring dengan berlalunya waktu. Dia akan senantiasa menjadi berita yang mengguncang diri setiap manusia yang mendengarnya.

Sesungguhnya semenjak masih berada di dunia, kebangkitan kembali untuk mempertanggungjawabkan amalan hidup sudah mulai terasa. Walau bagaimana pun, memikirkan akhirat atau setidaknya terusik isu bahwa akan ada kehidupan selanjutnya setelah kematian dan fungsinya untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatan di dunia; akan membuat seseorang berpikir jauh ke depan. Bahwa, apa yang dilakukannya saat ini tidak akan berdampak saat ini saja. Bahwa apa yang dilakukannya tidak ada yang luput untuk dimintai pertanggungjawaban, bahkan ketika ia bisa lolos dari audit manusia; tetapi tidak dari Tuhannya. Itu adalah sesuatu yang dahsyat.

Oleh karena itu, orang-orang memiliki visi hidup untuk akhirat akan senantiasa berhitung terhadap apa yang telah diperbuat, apa yang sedang dilakukan, dan apa yang apa yang akan diwujudkan. Semenjak di dunia pun sebenarnya, orang-orang bervisi akhirat ini sudah mendapat keberuntungan. Mereka memiliki durabilitas yang tinggi menjalani tugas yang berat, kemampuan bertahan yang kuat, dan ketajaman prediksi yang akurat.

Energi Hebat
Peliharalah dalam jiwa kita, berita besar tentang hari kebangkitan ini. Jadikanlan hal ini sebagai pelecut aksi hebat untuk Islam. Hingga energy yang hebat ini dapat kita gunakan untuk melakukan hal-hal yang besar di masa depan. Energi hari kebangkitan yang telah jelas reward and punishment-nya dari Allah Azza wa Jalla yang Maha Adil ini adalah dorongan besar yang membuat semangat seorang Mu’min akan senantiasa membara. Oleh karena itu, generasi muda yang ingat mati, sadar akan kematian, dan mempersiapkan dirinya untuk kematian adalah generasi hebat yang kelak akan membangun Islam dengan kebesaran visi dan aksi.

Dia tidak akan pernah berhenti bekerja. Apalagi bila ia melihat kekafiran dan kemungkaran merajalela di depan matanya. Seorang pemuda dengan visi akhirat akan kuat menahan siksaan dan tekanan demi menjadi pejuang konsisten untuk Islam. Bahkan ia berani menantang tirani demi sebuah tekad yang membara di dadanya. Inilah pemuda yang Allah pun kagum kepadanya.

“Rabbmu kagum dengan pemuda yang tidak memiliki shabwah.” (HR. Ahmad).

Jangan sampai kita seperti orang-orang yang terlihat hebat secara duniawi, tetapi sesungguhnya telah lelah dan merugi habis-habisan akhiratnya. Mereka inilah yang kelak di akhirat akan menyesal berkali lipat karena sesungguhnya mereka juga sudah menyadari semenjak di dunia bahwa mereka telah salah jalan dan kelak menemui situasi yang didapati di hari kebangkitan.

“Mereka berkata, ‘Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.” (QS An-Naziat ayat 12).

Ini adalah janji Allah Ta’ala dan tidak akan pernah terganti atau ditunda sedikit pun. “Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan.” (QS. An-Naba ayat 17).

Maka, jadikanlah energi kepastian ini sebagai pendorong yang tak pernah henti sepanjang nafas masih bisa dihela. Energi ini adalah janji Allah yang tidak pernah hilang dan pasti datangnya. Oleh karena itu, berupayalah menjadi mereka yang menggunakannnya semaksimal mungkin dan berhasil menjadikannya modal untuk benar-benar sukses di hari datangnya kelak.*

Exit mobile version