Pengaruh Iman kepada Malaikat

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
SEBAGAI salah satu rukun iman, seorang yang mengaku dirinya muslim harus meyakini dan beriman kepada malaikat yang diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّـهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” (Surat al-Baqarah [2]: 285).
Dan ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya Jibril tentang makna iman Rasulullah menjawab:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ ، وَمَلَائِكَتِهِ ، وَكُتُبِهِ ، وَرُسُلِهِ ، وَالْيَوْمِ الآخِرِ ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Iman adalah, engkau beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya, hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk.” (Riwayat Muslim).
Dan beriman kepada malaikat itu mengandung unsur-unsur yang harus diimani, yaitu:
1. Meyakini keberadaan para malaikat dan bahwa mereka adalah makhluk Allah yang selalu taat dan hanya mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّـهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surat at-Tahrim [66]: 6).
2. Meyakini nama-nama malaikat yang nama mereka disebutkan dalam Alquran dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam seperti Jibril, Mikail, Israfil, Malik dan yang lainnya.
3. Meyakini sifat-sifat dan karakter para malaikat yang dijelaskan dalam Alquran dan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam.
الْحَمْدُ لِلَّـهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۚ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surat Fathir [35]: 1).
1. Meyakini tugas-tugas yang dibebankan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada para malaikat-Nya, seperti Jibril sebagai penyampai wahyu. Israfil sebagai peniup sangkakala dan Malik sebagai penjaga neraka serta yang lainnya. Dan terutamanya adalah meyakini adanya dua malaikat yang selalu mencatat setiap amal perbuatan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ ﴿١٧﴾ مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“(yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (Surat Qaf [5]: 17-18).
Hal inilah yang dimaksudkan iman kepada malaikat. Dengan mengimani dan meyakini unsur-unsur itu akan memberikan pengaruh kepada perilaku dan akhlak seorang muslim. Di antara pengaruh beriman kepada malaikat ini adalah:
2. Semakin merasakan keagungan dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala karena hanya Yang Maha Kuasa dan Maha Agung saja yang mampu menciptakan malaikat yang begitu banyak dan kemampuannya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala saja yang tahu.
3. Mencontoh para malaikat itu dalam hal beribadah dan melakukan ketaatan kepada Allah yang meskipun mereka terjaga dari segala dosa dan sangat dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala tapi mereka tetap selalu beribadah dan memohon ampun kepada Allah Ta’ala.
إِنَّ الَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
“Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud.” (Surat al-A’raf [7]: 206).
4. Menghindari sifat ujub terhadap segala amal yang sudah dilakukan karena para malaikat yang setiap waktunya hanya melakukan tugas yang dibebankan kepada mereka. Tidak pernah membangkang atau membantah, namun mereka tetap memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas kekurangan mereka dalam melaksanakan tugasnya.
3. Dan tentunya keimanan kepada malaikat ini yang kita yakini selalu mengawasi kita dan mencatat setiap amal perbuatan kita akan membuat kita umat Islam berusaha keras untuk menjauhi segala yang diharamkan Allah. Karena takut kepada Allah Subhanahu w Ta’ala dan malu terhadap para malaikat yang selalu memperhatikannya.
Semoga keimanan kita kepada malaikat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan merasakan kehadiran malaikat dapat memberikan pengaruh dan efek positif terhadap kehidupan kita.
Wallahu a’lam bish shawab.*