Berita

UBN Ajak Umat Islam Teguhkan Ikatan Spiritual dengan Al Aqsha

JAKARTA–Ulama nasional dan aktivis kemerdekaan Palestina, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), menyerukan pentingnya meneguhkan kepedulian dan kehadiran umat Islam terhadap Masjidil Aqsha melalui ibadah shalat. Menurutnya, shalat di Masjidil Aqsha bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi simbol cinta dan peneguhan kepemilikan umat Islam atas kiblat pertama.

“Al Aqsha adalah kiblat pertama umat Islam sebelum Allah memerintahkan kita berkiblat ke Ka’bah di Makkah. Maka, meski sekarang kita menghadap ke Masjidil Haram, bukan berarti kita boleh melupakan kiblat pertama,” ujar UBN dalam Kuliah Semangat Pagi di kanal YouTube Bachtiar Nasir, Ahad (2/11/2025).

UBN menjelaskan, Masjidil Aqsha memiliki keutamaan besar sebagaimana sabda Rasulullah SAW riwayat Bukhari Muslim bahwa hanya tiga masjid yang disunnahkan untuk diziarahi secara khusus, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

“Shalat di Masjidil Aqsha bernilai 500 kali lipat dibanding masjid biasa, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Abu Darda,” jelas Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.

Ia menegaskan, keberkahan Masjidil Aqsha tetap terhubung dengan umat Islam di seluruh dunia. “Kiblat pertama kita tengah memanggil kita dengan semua situasinya. Maka penting bagi umat Islam untuk terus mendoakan dan berjuang agar bisa shalat di sana,” ujarnya.

Lebih jauh, UBN menilai bahwa shalat di Masjidil Aqsha juga merupakan bentuk perlawanan nonkekerasan terhadap upaya penjajahan dan penghapusan identitas Islam di tanah suci tersebut.

“Ketika umat Islam mengisi Al Aqsha dengan shalat dan ilmu, itu berarti meneguhkan kehadiran rohani dan politik Islam atas tanah wakaf umat. Shalat di sana adalah penegasan eksistensi kita di hadapan penjajah,” tegasnya.

UBN berharap dan berdoa agar seluruh umat Islam diberi kesempatan menunaikan shalat di Masjidil Aqsha sebagai bukti cinta dan kepedulian terhadap tanah suci umat.*