KH Bachtiar Nasir: Sudahkah Kita Meniti Hidayah Para Nabi?

JAKARTA–Dalam khotbahnya (03/05/2024) di masjid AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan KH. Bachtiar Nasir menyoroti pentingnya meneladani para nabi dalam kehidupan sehari-hari. UBN, sapaan akrabnya mengajak jamaah untuk merenung, apakah kita sudah berada di jalur petunjuk yang telah diteladani oleh para nabi.
Salah satu aspek yang dibahas adalah ibadah shalat. UBN menegaskan bahwa shalat kita seharusnya mengikuti tata cara shalat yang diajarkan oleh para nabi. Namun, seringkali kita melihat bahwa pelaksanaan shalat kita jauh dari contoh yang diberikan oleh Rasulullah dan para nabi.
Kemudian, UBN menyinggung tentang puasa. Puasa yang kita jalani seringkali hanya sebatas kewajiban minimal, tanpa mencapai standar tertinggi yang ditunjukkan oleh Nabi Daud misalnya. Hal ini disebabkan oleh kurangnya keikhlasan dalam menjalankan ibadah puasa, yang lebih didorong oleh keinginan pribadi daripada semangat meneladani contoh yang terbaik.
Beliau juga mengajak untuk memperhatikan sikap sabar kita dalam menghadapi cobaan dan ujian. Sabar seorang mukmin dalam menghadapi sakit dan kesulitan akan mendapat pahala besar di sisi Allah. Namun, perlu dipertanyakan apakah kita mampu bersabar sebagaimana kesabaran para nabi, seperti Nabi Ayub.
UBN juga menyoroti tentang tabiat sehari-hari kita. Apakah kita telah mengikuti jejak kehidupan para nabi yang telah mendapatkan petunjuk dari Allah secara langsung? Apakah tasbih kita sudah setulus tasbih Nabi Yunus yang mengucapkan, “Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim”?
Selain itu, beliau menekankan pentingnya menjaga pandangan terhadap hal-hal yang haram, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Yusuf. Kesabaran Nabi Yusuf dalam menghadapi godaan dan ujian juga menjadi contoh bagi kita dalam menghadapi godaan di era modern ini.
Tidak hanya itu, UBN juga menyoroti tentang sikap kebencian dan kemarahan. Beliau mengingatkan akan keteladanan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam yang mampu mengampuni orang-orang yang pernah menyakitinya, meskipun beliau pernah diusir dan dianiaya di Mekkah.
Dengan ceramah ini, UBN mengajak kita semua untuk merenung dan meneladani keteladanan para nabi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua dapat menjadi orang yang senantiasa meniti hidayah para nabi.*
