Berita

Orasi Ilmiah di Wisuda Ummul Quro, UBN Sampaikan Tantangan Kecerdasan Buatan

BOGOR–Pesantren Modern Ummul Quro Al Islami, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menggelar wisuda angkatan XXV, Ahad (5/5/2024).

Wisuda dihadiri para wali santri dan tamu undangan. Hadir pula sejumlah pejabat setempat: Kapolsek Kompol Agus Supriyanto SH MH, Camat WR. Pelitawan S.H, M.Si, Danramil Kapten Arm Agus RZ dan Kepala Desa Leuwimekar May Sumarno.

Ketua Panitia Ustaz Yuli Iswanto mengatakan jumlah santri yang diwisuda berjumlah 492 orang. “Ikhwan 234, akhwat 258,” kata Ustaz Yuli di sela-sela acara.

Menurut Ustaz Yuli, para santri yang diwisuda berasal dari wilayah Jabodetabek hingga luar pulau.

“Harapan terhadap wisudawan dan wisudawati bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk sekitar dan lingkungan, orang lain,” ungkap Ustaz Yuli.

Wisuda kali ini, Pimpinan AQL Islamic Center KH Bachtiar Nasir hadir memberikan orasi ilmiah. UBN, demikian sapaan karibnya, menyampaikan tantangan masa depan yang bakal dihadapi generasi muda.

Menurut UBN, para santri Ummul Quro harus siap menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks. “Kalau tidak kuat mengambil ilmu dari pesantren nanti di luar kalian akan galau,” ungkap UBN.

UBN menyinggung Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang saat ini menjadi tren perkembangan teknologi. UBN bercerita pendiri Tesla, Elon Musk pernah membuat robot yang ditanam chip berbasis AI.

Ketika itu, cerita UBN, si peneliti baru bisa menyelesaikan tangan kanan robot yang ditanam chip. “Si peneliti tertidur lelah. Tiba-tiba malamnya si robot ini melakukan programming sendiri bisa membuat tangan kirinya bergerak. Kalau tidak cepat dicabut, bisa seluruh tubuh robot bergerak,” cerita UBN.

Menemukan fakta ini, Elon Musk merespon. Saat itu Elon Mask mengatakan AI akan menjadi penyebab kehancuran peradaban manusia. Tentunya pernyataan Elon ini mengejutkan.

UBN berharap para santri Ummul Quro dapat mempersiapkan diri menghadapi tantangan AI. UBN mengingatkan agar para santri memegang teguh ilmu yang di dapat selama di pesantren.

“Jadi kalian akan berhadapan dengan namanya gap peradaban. Karena kalian sudah dibekali modal yang paling hebat di Ummul Quro,” tegas UBN.

UBN menukil surat Lukman ayat 11. Lukman telah diberikan Allah berupa Al Hikmah. “Lukman ini bukan Nabi. Itu Ijma Mufasirin. Lukman itu orang biasa. Tetapi Lukman adalah orang yang mendapatkan hikmah,” ungkap UBN.

Di Ummul Quro, lanjut UBN, para santri telah diberikan dua hal.

“Satu puncak ilmu, dua buah ilmu. Puncak ilmu itu Al yakin. Apa itu buahnya ilmu? Al Hikmah,” lanjut UBN.

Ini yang menjadi titik keunggulan santri yang jadi bekal di manapun nantinya berada. Itu titik keunggulan para santri dibanding dengan mereka-mereka yang di luar sana.

Menurut UBN, seseorang bisa dikatakan telah berilmu jika sudah yakin dengan pengetahuannya.

“Kalau kau ingin menjadi pohon yang berbuah, maka amalkan ilmumu,” ujar UBN berpesan.*