Artikel

Sejarah Turunnya Kitab-Kitab Suci

Ilustrasi

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

Beriman kepada kitab-kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wahyukan kepada para nabi dan rasul-Nya termasuk salah satu rukun iman yang menjadi landasan keimanan seorang mukmin. Tidak sempurna keimanan seseorang kecuali dengan mengimani dan meyakininya. Sebagaimana yang ditegaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّـهِ وَرَ‌سُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَ‌سُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنزَلَ مِن قَبْلُ ۚ وَمَن يَكْفُرْ‌ بِاللَّـهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُ‌سُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ‌ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (Surat An-Nisa` [4]: 136).

Dan di antara kitab-kitab yang Allah SWT turunkan itu ada yang disebutkan dalam al-Qur`an dan ada yang tidak disebutkan. Tapi kita hanya diwajibkan mengimaninya secara umum, sebagaimana yang Allah SWT jelaskan dalam firman-Nya:

وَقُلْ آمَنتُ بِمَا أَنزَلَ اللَّـهُ مِن كِتَابٍ

dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah.” (Surat Asy-Syura [42]: 15).

Adapun yang Allah SWT sebutkan di dalam al-Qur`an adalah suhuf Ibrahim AS dan Suhuf Musa AS, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS. dan al-Qur`an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman:

إِنَّ هَـٰذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَىٰ ﴿١٨﴾ صُحُفِ إِبْرَ‌اهِيمَ وَمُوسَىٰ

“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu. (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (Surat Al-A’la [87]: 18-19).

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِالرُّ‌سُلِ ۖ وَآتَيْنَا عِيسَى ابْنَ مَرْ‌يَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَيَّدْنَاهُ بِرُ‌وحِ الْقُدُسِ

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus.” (Surat Al-Baqarah [2]: 87).

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَ‌ائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِن دُونِي وَكِيلًا

Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman): “Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku.” (Surat Al-Isra` [17]: 2).

وَرَ‌بُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْ‌ضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورً‌ا

“Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (Surat Al-Isra` [17]: 55).

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِ‌هِم بِعِيسَى ابْنِ مَرْ‌يَمَ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَ‌اةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ‌ وَمُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَ‌اةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِّلْمُتَّقِينَ

“Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa.” (Surat Al-Maidah [5]: 46).

Sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur`an bahwa kemudian dalam perkembangannya kitab-kitab suci terdahulu itu, khususnya yang diturunkan kepada kaum Yahudi dan Nashara mengalami distorsi dan penyelewengan dari kitab suci aslinya yang Allah SWT wahyukan kepada para nabi dan rasul-Nya.

أَفَتَطْمَعُونَ أَن يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِ‌يقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّـهِ ثُمَّ يُحَرِّ‌فُونَهُ مِن بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (Surat Al-Baqarah [2]: 75).

Kebanyakan ulama sebagaimana yang disebutkan Imam al-Suyuthi dalam kitab al-Itqan fi ‘ulumi al-Qur`an mengatakan bahwa kitab-kitab sebelum al-Qur`an itu diturunkan kepada para nabi dan rasul secara lansung tidak secara berangsur-angsur. Hal itu berdasarkan penafsiran dari ayat 32 dari surat al-Furqan:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْ‌آنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖ وَرَ‌تَّلْنَاهُ تَرْ‌تِيلًا

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). (QS. Al-Furqan [25]: 32).

Dimana menurut sebagian ahli tafsir bahwa pada ayat ini orang kafir mempertanyakan kenapa al-Qur`an tidak diturunkan secara lansung sebagaimana kitab-kitab terdahulu, dan bukan secara berangsur-angsur. Maka Allah SWT menurunkan ayat ini untuk menjawab pertanyaan kaum kafir tersebut. Sebagian ulama yang mengatakan bahwa kitab-kitab sebelum al-Qur`an juga diturunkan secara berangsur-ansur karena sebagaimana al-Qur`an, dalam kitab-kitab itu juga ada nasikh dan mansukh, ada jawaban dari suatu pertanyaan, ada pengingkaran terhadap suatu perbuatan atau perkataan.

Tidak banyak riwayat dan sirah yang menceritakan tentang sejarah turunnya kitab-kitab terdahulu sebelum al-Qur`an karena al-Qur`an dan hadits Nabi SAW juga tidak banyak menceritakan tentang masalah itu. Hal itu mungkin karena tidak ada manfaat yang bisa diambil dari penyebutannya karena kitab-kitab tersebut sudah tidak ada dan yang ada sekarang hanyalah distorsi dan penyelewangan dari kitab-kitab suci tersebut. Dan al-Qur`an sebagai kitab suci terakhir telah menyempurnakan semua kitab-kitab terdahulu dan memansukhkan hukum-hukum yang ada di dalamnya.

Di antara riwayat yang menceritakan tentang penurunan kitab-kitab nabi terdahulu adalah hadits Nabi SAW berikut ini:

عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , قَالَ : إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ : ” نَزَلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ الصَّلاةُ وَالسَّلامُ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ , وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ , وَأُنْزِلَ الإِنْجِيلُ لِثَلاثَ عَشَرَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ , وَأُنْزِلَتِ الزَّبُورُ لِثَمَانِي عَشَرَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ , وَالْقُرْآنُ لأَرْبَعَ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

Diriwayatkan dari Watsilah bin al-Asqa` ra. ia berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW. bersabda: “Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan. Taurat diturunkan pada 6 malam berlalu dari Ramadhan, Injil diturunkan pada 13 malam berlalu dari Ramadhan, Zabur diturunkan 18 malam berlalu dari ramadhan dan Al-Qur’an diturunkan pada 24 malam berlalu dari Ramadhan”. (HR. Ahmad, al-Baihaqi dan Thabrani). Wallahu a’lam bish shawab.*