Artikel

Naskah Juara Ketiga Lomba Artikel Tadabbur Al-Quran se-Indonesia

KONSEP SDM (SUMBER DAYA MANUSIA) RABBANIY MENUJU  INDONESIA EMAS 2045 DENGAN PERSPEKTIF TADABBUR  QURAN SURAT AL MU’MINUN AYAT 1-11 

Oleh:

Praydina Febby Setiadi || Pondok Master, Kota Depok

 

PENDAHULUAN  

Indonesia merupakan negara besar, yang memiliki sumber daya alam melimpah  terbentang dari Sabang hingga Merauke, dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia serta memiliki kenaekaragaman budaya dan bahasa pada masing-masing daerah.  Hal ini, membuat pemerintah gencar menggaungkan visi “Indonesia Emas 2045”. Tahun  tersebut genaplah usia negara Indonesia semenjak proklamasi kemerdekaan pada tanggal  17 agustus 1945. 

Dilansir dari Kemdikbud RI “Indonesia mempunyai berbagai potensi sebagai bekal  menuju Negara maju. Potensi Indonesia untuk menjadi negara maju adalah: Potensi lokal  yang strategis, potensi sumber daya alam (SDA), potensi sumber daya manusia (SDM),  dan potensi sumber daya budaya. 

Namun, untuk menghadapi era emas tersebut masih banyak pertanyaan “apakah  Indonesia mampu untuk memaksimalkan 4 potensi tersebut dan melepas gelar “negara  berkembang” yang sudah terikat lama?. Kenyataan pahitnya menurut data terakhir BPS  per Februari 2020 menggambarkan bahwa Angkatan kerja pada rentang usia 35-60 tahun  didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD dimana angka angka tersebut Sebagian  besar ada pada rentang usia 45-60 tahun. Ini menunjukan bahwa SDM yang notabennya  akan mengelola 4 potensi lain, masih terbilang lemah dan belum mampu untuk bersaing  jika dibandingkan dengan negara-negara maju lain.

Tak hanya itu, di era society saat ini. Generasi muda yang diharapkan dapat  melanjutkan estafet pembangunan, disibukkan dengan tren-tren yang merusak moral,  kenakalan remaja, pergaulan bebas, free sex dan isu-isu lain yang tentu akan menghambat  kesuksesan visi “Indonesia emas” tersebut. 

Hal inilah yang melatarbelakangi penulis dalam menyusun artikel yang berjudul  “Konsep SDM (Sumber Daya Manusia) Rabbaniy Menuju Indonesia Emas 2045  Dengan Perspektif Tadabbur Quran Surat Al Mu’minun Ayat 1-11”. 

Lebih lanjut penulis mengkhususkan pada kualitas SDM yang perlu sama-sama kita  benahi juga sebagai bentuk dukungan kepada program-program pemerintah demi  mewujudkan Indonesia emas di tahun 2045. 

“Konsep SDM Rabbaniy” yang diusung dalam karya ilmiah ini berasaskan Alquran  dan sunnah yang dimodernisasi sesuai kebutuhan perkembangan zaman. Pada dasarnya  konsep ini telah dipromosikan lama dan dilakukan langsung oleh Nabiyullah Muhammad  shalallahu ‘alaihi wasallam. Dikutip dari kitab Tafsir Ibn Katsir: 

Dari Yazid ibnu Babanus yang mengatakan, “Kami pernah bertanya kepada  Aisyah Ummul Mu’minin, ‘Bagaimanakah akhlak Rasulullah Shalallahu‘alaihi wasallam.’?” Aisyah Radiyallahuanha menjawab: Akhlak Rasulullah Shalallahu ‘alaihi  wasallam. adalah Al-Qur’an. Kemudian Aisyah Radiyallahuanha membaca firman Nya: Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Al Mu’minun: 1) sampai  dengan firman-Nya: dan orang-orang yang memelihara salatnya. (Al Mu’minun: 9)  Kemudian Aisyah Radiyallahuanha berkata, “Demikianlah akhlak Rasulullah  Shalallahu‘alaihi wasallam” 

Dari kutipan hadits di atas penulis menyimpulkan bahwa ada kaitannya antara  kualitas SDM dengan isi surat Al mu’minun ayat 1-11, terlebih lagi masyarakat Indonesia  yang merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Maka,  lazimnya “standar” kualitas SDM masyarakat bertolak ukur pada suri tauladan umat  Islam, yakni Rosulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. Role model yang diusia mudanya muda mampu meyebarkan agama Islam hanya dalam kurun waktu 23 tahun, juga merangkap menjadi pemimpin umat. Hal ini sejalan dengan pernyataan Michael Hart  dalam bukunya yang berjudul The 100: A most Ranking of the most Influential persons in  History menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam adalah orang  yang paling berpengaruh diantara milyaran penduduk dunia, karena ia adalah satu satunya manusia yang berhasil secara luar biasa baik dalam kegiataan keagaamaan  maupun pemerintahan. 

INDONESIA EMAS 2045 

Indonesia Emas 2045 adalah suatu upaya dalam membangun generasi emas yang  dimana adalah sebuah konsep penerapan untuk menyiapkan suatu generasi penerus  bangsa Indonesia pada 100 tahun emas Indonesia merdeka antara tahun 1945 sampai  tahun 2045. Dalam usia emas tersebut, Indonesia dicanangkan menjadi Negara maju yang  mandiri dengan kehidupan yang makmur juga adil. Disebutkan pula  dalam MP3EI atau Masterplan Percepatan & Perluasan Pembangunan Ekonomi yang  disusun oleh Menteri Perekonomian bahwa pada usia emas tersebut pendapatan per kapita  Indonesia berkisar di angka $47000 dan diharapkan masuk ke dalam 7 besar negara  dengan ekonomi terkuat di dunia. 

Dalam mewujudkan hal tersebut pemeritah telah membentuk pilar Visi Indonesia  2045 yang Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar berbangsa, bernegara dan konstitusi. 4  Pilar Visi Indonesia 2045 yaitu: 

  1. Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 2. Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan 
  2. Pemerataan Pembangunan 
  3. Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan 

Pemerintah menjadikan pembangunan manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan  dan teknologi pada visi pertama Indonesia 2045. Hal itu membuktikan bahwa  pembangunan SDM yang berkualitas merupakan tonggak dari kesuksesan setiap  pembangunan. Jika, visi pembangunan SDM telah dilaksanakan dengan baik maka akan  berpengaruh besar pada visi-visi yang lain.

Selain itu, hal lain yang mendukung keberhasilan Indonesia emas 2045, Indonesia  kedapatan era bonus Demografi. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)  dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan Indonesia akan mengalami bonus  demografi pada 2045, tepat saat Republik Indonesia berusia 100 tahun. Bonus  demografi adalah kondisi dimana penduduk yang berusia produktif lebih banyak  dibanding dengan penduduk usia tidak produktif. Berikut proyeksi piramida Indonesia  tahun 2045: 

Proyeksi piramida Indonesia tahun 2045.

Dari jumlah tersebut, penduduk usia produktifnya (15-64 tahun) diperkirakan  mencapai 207,99 juta jiwa. Sedangkan penduduk usia tidak produktifnya diperkirakan  mencapai 110,97 juta jiwa. Terdiri dari 44,99 juta penduduk usia sudah tidak produktif  (di atas 65 tahun) dan 65,98 juta penduduk usia belum produktif (0-14 tahun).Berdasarkan  data tersebut, angka ketergantungan (dependency ratio) penduduk Indonesia pada 2045  diperkirakan sebesar 53,35%, artinya 100 penduduk usia produktif menanggung beban  54 penduduk usia tidak produktif. 

Dengan visi “seabad Indonesia” didukung bonus demografi pada tahun tersebut.  Maka, persiapan menuju SDM berkualitas lagi produktif bukanlah hal yang mustahil.  Namun, semua itu butuh proses dan dukungan dari berbagai sektor. Salah satunya mengoptimalkan peran generasi Z (generasi yang lahir dalam rentang tahun 1997 sampai  dengan tahun 2012) dalam berupaya membangun generasi 22 tahun mendatang. 

TAFSIR SURAT AL MU’MINUN AYAT 1-11 DAN INTISARI  KANDUNGANNYA 

Menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir Assa’di, Surat Al Mu’minun ayat 1-11 merupakan sanjungan dari Allah, dengan menyebutkan hamba-hambaNya yang beriman  dan menceritakan keberuntungan dan kebahagiaan mereka serta cara yang menyebabkan  mereka memperolehnya. Termasuk dalam hal itu adalah anjuran untuk menyerupkan  dirinya dengan kandungan ayat-ayat ini. 

Allah subhanahu wa taala berfirman : 

قَدْ أَفْلَحَ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Al Mu’minun: 1) 

Yakni sungguh telah beruntung, berbahagia, dan beroleh keberhasilan mereka  yang beriman lagi mempunyai ciri khas. 

ٱلَّذِينَ هُمْ فِى صَلَاتِهِمْ خَٰشِعُونَ

(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya. (Al Mu’minun: 2)  

Khusyuk dalam salat itu tiada lain hanya dapat dilakukan oleh orang yang  memusatkan hati kepada salatnya, menyibukkan dirinya dengan salat, dan melupakan hal  yang lainnya serta lebih baik mementingkan salat daripada hal lainnya. Dalam keadaan  seperti ini barulah seseorang dapat merasakan ketenangan dan kenikmatan dalam salatnya,

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ

dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada  berguna. (Al Mu’minun: 3)

Yaitu dari hal-hal yang batil yang pengertiannya mencakup pula hal-hal yang  musyrik, seperti yang dikatakan oleh sebagian ulama. Juga hal-hal maksiat seperti yang  dikatakan oleh sebagian lainnya. Mencakup pula semua perkataan dan perbuatan yang  tidak berguna. 

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٰةِ فَٰعِلُونَ

dan orang-orang yang menunaikan zakat. (Al Mu’minun: 4) 

Menurut kebanyakan ulama, makna yang dimaksud dengan zakat dalam ayat ini  ialah zakat harta benda, padahal ayat ini adalah ayat Makkiyyah; dan sesungguhnya zakat  itu baru difardukan setelah di Madinah, yaitu pada tahun dua Hijriah. Menurut makna  lahiriahnya, zakat yang di fardukan di Madinah itu hanyalah mengenai zakat yang  mempunyai nisab dan takaran khusus. Karena sesungguhnya menurut makna lahiriahnya,  prinsip zakat telah difardukan sejak di Mekah.  

Dapat pula diartikan bahwa makna yang dimaksud dengan zakat dalam ayat ini  ialah zakatun nafs (membersihkan diri) dari kemusyrikan dan kekotoran. Dapat pula  diartikan bahwa makna yang dimaksud adalah kedua pengertian tersebut secara  berbarengan, yaitu zakat jiwa dan zakat harta. Karena sesungguhnya termasuk di antara  zakat ialah zakat diri (jiwa), dan orang mukmin yang sempurna ialah orang yang  menunaikan zakat jiwa dan zakat harta bendanya. Hanya Allah-lah yang Maha  Mengetahui. 

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَٰفِظُونَ

إِلَّا عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ

dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau  budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.  Barang siapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang  melampaui batas. (Al Mu’minun: 5-7) 

Artinya, orang-orang yang memelihara kemaluan mereka dari perbuatan yang  diharamkan. Karena itu mereka tidak terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah, seperti zina dan liwat. Dan mereka tidak mendekati selain dari istri istri mereka yang dihalalkan oleh Allah bagi mereka, atau budak-budak perempuan yang  mereka miliki dari tawanan perangnya. Barang siapa yang melakukan hal-hal yang  dihalalkan oleh Allah, maka tiada tercela dan tiada dosa baginya.  

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَٰنَٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. (Al  Mu’minun: 8) 

Yakni apabila mereka dipercaya, tidak berkhianat; bahkan menunaikan amanat itu  kepada pemiliknya. Apabila mereka berjanji atau mengadakan transaksi, maka mereka  menunaikannya dengan benar, tidak seperti sikap orang-orang munafik yang dikatakan  oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam. mempunyai ciri khas berikut, melalui,  sabdanya: 

Pertanda orang munafik ada tiga, yaitu: Apabila berbicara, dusta; apabila berjanji,  ingkar; dan apabila dipercaya, khianat. 

وَٱلَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَٰتِهِمْ يُحَافِظُونَ

dan orang-orang yang memelihara salatnya. (Al Mu’minun: 9) 

Maksudnya, mengerjakannya secara rutin tepat pada waktunya masing-masing.  Seperti yang dikatakan oleh sahabat Ibnu Mas’ud radiyallahuanhu. ketika ia bertanya  kepada Rasulullah Shalallahualaihi wasallam.: 

Aku pernah bertanya; “Wahai Rasulullah amal apakah yang paling disukai oleh  Allah?” Rasulullah Shalallahualaihi wasallam. menjawab, “Mengerjakan salat di dalam  waktunya.” Saya bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Berbakti  kepada kedua orang tua.” Saya bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau  menjawab, “Berjihad pada jalan Allah.”

أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْوَٰرِثُونَ
ٱلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga  Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (Al Mu’minun: 10-11) 

Makna dari surat Al mu’minun ayat 10-11 ini menyerupai firman Allah Taala:

تِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا

Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu  bertakwa. (Maryam: 63) 

KONSEP SDM RABBANI MENURUT SURAT AL MUMINUN AYAT 1-11 

Secara umum tafsir surat almuminun ayat 1-11 adalah penyebutan ciri-ciri dan  karakter yang beruntung. Dalam Mu’jam Almaany disebutkan bahwa kata َْأَفْلَحَ dapat diartikan sukses atau berhasil. Ayat tersebut dapat menggambarkan sebuah perkara yang  jika dilakukan oleh seorang mu’min maka ia akan menjadi orang yang berhasil dan sukses.  Dari sinilah Konsep SDM Rabbaniy terbentuk. Kita menginginkan untuk membangun  generasi yang sukses dan berhasil dengan karakter dan ciri yang telah disebutkan oleh  Allah subhanahu taala dalam Alquranul Karim.  

Konsep ini memiliki visi utama mengembalikan fitrah seorang hamba pada  Rabbnya. Visi ini amatlah penting, mengingat manusia tak akan bisa lepas dari  penciptanya. Dikarenakan, Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada  Allah subhanahuwataala. Sehingga dalam menjalankan ketetapan Allah taala manusia  mengikuti petunjuk yang telah diturunkan kepada utusan Allah. Jika dijalankan dengan  baik dan sungguh-sungguh maka akan mendapatkan kesuksesan dunia dan akhirat. 

Indonesia emas 2045 yang sama-sama ingin kita gapai, tak bisa memisahkan  faktor misi penciptaan manusia dan norma agama dalam menunjang SDM yang  berkualitas. Sesuai dengan sila pertama Pancasila yang menjadikan asas Ketuhanan  sebagai asas utama dalam bernegara. Usaha untuk mewujudkannya, bukan hanya tugas pemerintah. Namun, dimulai dari kelompok sosial terkecil yaitu keluarga yang berperan  sebagai madrasah ula generasi muda. 

Adapun konsep SDM Rabbani tersebut adalah 

  1. Menanamkan Norma Dan Nilai Agama Sejak Dini  

Penanaman nilai spiritual pada anak usia dini akan berpengaruh kepada  kehidupannya. Hal itu dikarenakan, norma dan nilai agama menjadi tameng bagi  anak dalam mengahadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat. Pada ayat 2  Allah menjadikan kekhusyuaan dalam sholat adalah ciri pertama mu’min yang  sukses. Allah subhanahu wa taala berfirman pada Surat Al Ankabut ayat 45,  “Sesungguhnya Sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar”. Maka,  bisa disimpulkan bahwa dengan menjalankan sholat secara ikhlas, dan khusyu  dapat menjauhkan kita dari perbuatan yang keji dan mungkar, artinya jika angka  perbuatan keji dan mungkar tersebut dapat ditekan dengan baik maka akan  mengurangi tingkat kriminalitas sebuah negara. Rendahnya tingkat kriminalitas  sebuah negara, merupakan salah satu faktor penentu SDM berkualitas 

  1. Mengikutsertakan generasi muda dalam berbagai event 

Hal ini dilakukan baik di lingkungan keluarga maupun di lembaga lembaga Pendidikan untuk mengembangkan potensi efektivitas, efisiensi dan  optimasi dalam produktivitas. Sebagaiamana yang tertuang pada ayat 3 Allah  menganjurkan manusia untuk menjadi manusia yang produktif dengan  meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya dan beralih kepada  kegiatan yang syarat akan manfaat. Dengan demikian, akan terciptalah  lingkungan yang kondusif. Karena sejatinya, seorang muslim harus mampu  memanfaatkan seluruh sumberdaya dan memperbaiki sistem secara terus  menerus untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam keberlangsungan  hidupnya. 

  1. Melatih Rasa Empati Dan Kepekaan Sosial 

Orangtua hendaknya melatih rasa empati dan kepekaan sosial pada anak  sejak usia belia. Seperti yang terkandung pada ayat 4 berisi ajakan kepada mu’min untuk menjadi manusia yang memiliki kepedulian sosial dan kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya dengan cara memberikan sebagian hartanya bagi orang orang yang tidak mampu. 

Orang yang mampu menunaikan zakat dengan baik hanyalah mereka  yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi, memiliki kemauan dan memiliki  kekuatan spiritual. Hal positif lain dari membayar zakat adalah terciptanya  pemerataan ekonomi pada masyarakat. 

  1. Edukasi Seks dan Kredibilitas Moral (moral creadibility) 

Prediksi masa depan, penyakit seksual dan moral semakin meningkat, baru-baru ini fenomena tersebut mulai merambah ke lintas usia dan isu LGBTQ+  kian hari kian mengkhawatirkan. Edukasi tentang bahaya free sex dan dampak apa  saja yang akan terjadi memerlukan penanganan serius dari semua bagian  masyarakat. Baik itu keluarga, lembaga Pendidikan dan instansi pemerintah. 

Selain itu, kita juga harus tahu betul bahwa zina (seks) pada era ini bukan  hanya sebatas bersentuhnya 2 kelamin saja. Baru-baru ini yang marak adalah  phone sex, VCS (video call sex), Video porno dll. Walau “seks” secara virtual  namun juga memiiki efek yang luar biasa. Menonton video porno dapat berimbas  pada kerusakan struktur otak yang berfungsi mengendalikan Impuls dan  kecanduan. Maka dari itu kita harus solid dalam mengimplementasikan  kandungan surat Almu’minun ayat 5-7, sehingga terciptalah lingkungan yang  kondusif dan selamatlah jutaan generasi muda dari kerusakan moral dan bahaya  seks. 

  1. Mengarahkan Generasi Muda Akan Tanggungjawab Dan Amanah Indeks Persepsi Korupsi Indonesia pada 2022 berada di skor 34 dan  beradadi peringkat ke 110. Penurunan tertajam terjadi pada indikator korupsi  sistem politik, konflik kepentingan antara politisi dan pelaku suap, serta suap  untuk izin ekspor-impor. Dalam hal ini, surat Al Mu’minun ayat 8 melanjutkan  ciri-ciri orang yang sukses dan beruntung, yakni orang yang senantiasa menjaga  Amanah yang diberikan kepadanya. Penanaman nilai tanggung jawab dan amanah  sejak dini bisa dimulai dari hal yang sederhana, misalnya tidak mencontek ketika  ujian, menanamkan pada diri anak bahwa Allah selalu mengawasi kita dimanapun  kita berada.
  1. Mengajak Menepati Janji 

Memberikan edukasi dengan salah satu sifat terpuji “menepati janji”. Janji  adalah sesuatu yang harus dikerjakan karena konsekuensi terhadap apa yang telah  disetujui atau diikrarkan oleh dirinya sendiri. Seseorang yang ingin mendapatkan  sukses dunia akhirat, maka harus mampu memenuhi apa yang yang telah ia  janjikan. Untuk dapat memenuhi janji maka sangat diperlukan pengetahuan dan  prediksi yang cukup tinggi, yaitu apakah dia sangup melaksakan atau tidak.  Seseorang akan dapat menjaga janjinya dengan baik jika memiliki soliditas moral  dan spiritual. 

  1. Melatih Generasi Muda Dalam Konsistensi 

Melatih anak-anak dalam konsisten pada ucapan atau perbuatannya,  bukanlah hal yang instan yang bisa didapatkan hanya dengan memberikan arahan  dan penjelasan pada anak. Orangtua perlu mengamati langsung progress yang  telah dicapai anak, Orang yang sukses adalah yang istiqamah terhadap apa yang  ia geluti. Konsistensi biarpun dari hal yang kecil namun dilakukan secara continue  makan akan lebih ber-value ketimbang pekerjaan naik turun tanpa adanya  konsistens: “small, continous and improvement”; bekerja memulai dari yang  kecil-kecil, tapi secara terus menerus dan sambil meningkatkan diri untuk  mencapai kualitas prima. 

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan  

Dari hasil pengamatan mengenasi judul terkait, penulis menyimpulkan bahwa konsep  SDM Rabbaniy dengan perspektif tadabbur quran surat Al mu;minun ayat 1-11 sangat  efisien untuk diterapkan di negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di  dunia. Mengingat bahwa norma dan nilai agama adalah asas utama negara Indonesia.  Sehingga mengembalikan masyarakat Indonesia pada fitrah tujuan hidupnya, akan  mengantarkan Indonesia menuju Pembangunan SDM berkualitas Indonesia Emas 2045.

B. Saran 

Dalam mengimplementasikan konsep SDM Rabbaniy dengan perspektif  Tadabbur Quran surat Al Mu’minun ayat 1-11, hendaknya pemerintahan tertinggi sampai lingkungan keluarga sama-sama kompak dan solid dalam mewujudkannya.  Masing-masing mengambil andil dan bagiannya sesuai porsi juga kadar kemampuan.  Pelaksanaannya pun hendaknya dijalankan dengan kematangan konsep dan arah tujuan  yang jelas yaitu mewujudkan Indonesia Emas 2045.

DAFTAR PUSTAKA 

القرآن الكرمي  

أبو عبد هللا البخاري. 1446ه . صحيحْالبخاري. بريوت. السلطانية.  

أبو احلسني مسلم. .1955 صحيحْمسلم. بريوت . دار إحياء الرتاث العريب.  

إمساعيل بن عمر ابن كثري. 1429ه ْ.تفسيْالقرآنْالعظيم. مج .5 الرايض. دار الطيبة .  عبد الرمحن بن َنصر بن عبد هللا السعدي. 1420ه. تيسيْالقرْآنْالرمحنْفْتفسيْكالمْاملنان.  مج .5 مؤسسة الرسالة.  

Remigius Antomius, Abi. “Paradigma Membangun Generasi Emas Indonesia  Tahun 2045”. Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan Vol. 2, No. 2 (Desember 2017): 85-90 

Syaraffuddin HZ. “Tujuh Karakter Orang Mukmin Dalam Surat Al-Mukminun  Ayat 1-11”. Suhuf. Vol. 21, No 1 (Mei 2009): 66-82. 

Sewang, Anwar. “Manajemen Rabbani Dalam Era Teknologi pada IAI DDI Poliwali Mandar”. Jurnal Pendidikan Islam: Pendekatan Interdisipliner. Vol. 1,  No. 1 (Desember 2016): 80-91 

DAFTAR RUJUKAN ONLINE 

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/04/19/waspada-bencana demografi-ini-proyeksi-penduduk-ri-2045 

https://jambikota.kemenag.go.id/opini/18/peningkatan-sumber-daya-manusia perspektif-islami.html 

https://www.riaumandiri.co/amp/detail/12966/tujuh-rahasia-sukses-surat-al-mu https://tafsirweb.com/37743-surat-al-mukminun-ayat-1-11.html

http://www.ibnukatsironline.com/2015/07/tafsir-surat-al-muminun-ayat-1-11.html https://tafsir.ayatalquran.net/2013/03/tafsir-al-muminun-ayat-1-11/ 

https://cdn1.katadata.co.id/media/chart_thumbnail/132009-waspada-bencana demografi-ini-proyeksi-penduduk-ri-2045.png?v=1681017820 

https://djpb.kemenkeu.go.id/portal/id/berita/lainnya/opini/3791-optimisme-wajah sumber-daya-manusia-indonesia-emas-2045.html 

https://www.uny.ac.id/id/berita/generasi-muda-menuju-indonesia-emas 

https://opini.kemenkeu.go.id/article/read/daerah-penghasil-sumber-daya-alam dan-dampaknya-terhadap-kesejahteraan-masyarakat