Bagaimana Gunung Bertasbih?

Oleh: KH Bachtiar Nasir
بسم الله الرحمن الرحيم
Salah satu ketetapan Allah sebagai As-Subbuhun, adalah memerintahkan gunung-gunung bertasbih. Tidak hanya gunung, Allah pun sebagai As-Subbuhun juga sekalian memerintahkan burung-burung untuk bertasbih. Tidak tanggung-tanggung, mereka tunduk dalam perintah Allah, bertasbih bersama Daud Alaihissalam.
Seperti yang ada di Surah Saba’ ayat 10:
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًا ۗ يٰجِبَا لُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَا لطَّيْرَ ۚ وَاَ لَــنَّا لَـهُ الْحَدِيْدَ
“Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud,” dan Kami telah melunakkan besi untuknya,”
Di ayat ini kita meyakini, bagaimana gunung-gunung dan burung-burung tunduk kepada Allah.
Allah telah memberikan karunia besar kepada Daud Alaihissalam berupa, diperintahkannya gunung-gunung untuk bertasbih bersamanya. Selain itu, burung-burung pun ikut bertasbih. Tasbihnya terus menerus tidak hanya sekali saja. Allah juga melunakkan besi untuk Nabi Daud yang karenanya dia bisa membuat baju dari besi.
Tentang Gunung yang Bertasbih
Tafsir As-Sa’di Surah Saba’ ayat 10
Sungguh kami telah berikan karunia kepada hamba dan utusan kami yakni Daud Alaihissalam, dan kami berikan ilmu yang bermanfaat. Dengan ilmu itu dia beramal saleh, juga nikmat-nikmat dunia.
Dan diantara nikmat-nikmat dari Allah adalah Allah perintahkan kepada benda-benda mati seperti gunung-gunung dan benda hidup seperti burung-burung terus bertasbih bersama Daud sebagai bentuk jawaban atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Inilah salah satu karunia kepada Daud yang tidak Allah berikan kepada orang-orang sebelumnya dan sesudahnya.
Dan pada demikian juga terdapat anjuran agar kepada Daud Alaihissalam dan kepada yang lainnya, kepada siapa saja yang melihat gunung dan hewan-hewan hendaknya bertasbih kepada Allah.
Selain bertasbih kita juga mengagungkan dan memuliakan Allah Subhana Wa Ta’ala.
Karunia lain yang diberikan oleh Allah kepada Nabi Daud adalah berupa suara yang indah. Karenanya ketika Nabi Daud bertasbih, bertahmid, dan bertahlil kepada Allah dengan suaranya yang indah, maka burung-burung dan hewan lain pun ikut bertasbih bersamanya.
Sekarang kita bayangkan, gunung fungsinya sebagai pasak bumi, agar tanah tidak berguncang. Andai tidak ada gunung, bayangkan apa yang terjadi tanpa pasak bumi? Gunung juga menjadi saluran magma dan lahar, itu sebagai bentuk tasbihnya.
Seperti juga burung yang terbang dan berkicau di pagi hari sebagai bentuk ketakwaannya kepada Allah, lalu pulang sore dalam keadaan kenyang.
Salah satu mukjizat Nabi Daud adalah bisa membuat baju besi yang ringan, dan dialah satu-satunya manusia pertama yang membuat baju dari besi. Itulah salah satu bentuk karunia Allah berupa bisa melunakkan besi.
Demikian cara gunung-gunung dan burung-burung bertasbih kepada Allah.
Karena itu, bertasbihlah maka kita akan bersama ritme alam.
Bertasbihlah dan mudah-mudahan Allah akan tundukkan hal berat dengan mudah untuk kita.
Rahasia kehebatan Nabi Daud adalah bertasbih.
Mari kita bertasbih,
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Subbuhun, quddusun, rabbuna wa rabbul mala’ikati war ruh.
Maha Suci lagi Quddus Tuhan Kami, Tuhan para Malaikat, dan Malaikat jibril.
