Syirik, Kezaliman yang Paling Zalim

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
OLEH mereka orang-orang shaleh itu dianggap suci dan bersih. Orang shaleh ini dianggap mengetahui hal-hal gaib. Lalu namanya sering disebut-sebut. Fenomena ini digambarkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Nuh ayat 23.
وَقَالُوا۟ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nasr”.
Wadd, Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr adalah orang-orang saleh yang wafat lalu kaumnya membuat patung untuk mengenang jasa lima orang tersebut. Dalam Hadits riwayat Bukhari awalnya patung itu tidak disembah, sampai kemudian berganti generasi dan ilmu tiada, maka patung-patung itu pun disembah
Patung yang disembah itu sebab nya karena berlebihan dalam mensucikan, bahwa orang-orang shaleh ini seakan-akan tidak ada dosanya, tidak ada salahnya, dia orang mulia. Dia orang suci, mengetahui hal gaib. Mulai dari kuburannya, fotonya, lalu jadi patung. Patungnya jadi disembah. Hingga sampailah hari ini. Padahal itu merupakan kesyirikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (Surat Lukman ayat 13).
Mempersekutukan Allah adalah kezaliman yang besar. Sama halnya menganiaya diri sendiri dengan berlaku tidak adil. Menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Misalnya laki-laki pakai baju perempuan. Perempuan berambut laki-laki. Laki-laki pakai anting perempuan. Itu zalim. Karena menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya.
Begitu juga kepada hewan peliharaan yang dilebih-lebihkan cintanya, berlebih-lebihan sayangnya. Sehingga fakir miskin yang di sekitar nya dilupakan. Karena lebih cinta kepada hewan peliharaan nya. Ini hal-hal kecil, tetapi zalim.
Kezaliman yang paling tinggi adalah menyembah yang tidak pantas disembah. Atau menyematkan sifat yang tidak pantas kepada orang yang tidak pantas disematkan sifat itu. Kepada mahluk yang tidak pantas. Misalnya mengatakan itu orang suci. Nah itu zalim.
Mana ada orang suci? Orang shaleh disembah, dipuji berlebihan seakan semua itu berasal dari fatwanya. Seakan-akan dia orang hebat yang menentukan seluruh perkara gaib. Tidak boleh. Dilarang dalam agama. Sebab itu bisa masuk terjerumus kepada kesyirikan. Wallahu’alam bish shawab.*