BeritaTadzkirah

Puasa Tapi Tidak Shalat? Inilah Respon Ustadz Bachtiar Nasir

SurabayaNetwork.id – Bulan Puasa  Ramadhan sudah di depan mata dan kita sebagai umat Muslim diharapkan sudah mempersiapkan diri untuk menyambutnya serta melaksanakannya.

Sebab dalam menyambut bulan puasa tidak hanya bersifat material semata, namun juga spiritual yang sudah terprogram.

Semaksimal mungkin kita harus mempersiapkan jasmani dan rohani untuk menyongsong datangnya Bulan Ramadhan.

Seringkali orang dengan usianya yang bertambah, namun pemahamannya terhadap Islam masih tetap stagnan dan tidak berubah.

Termasuk juga di sini dalam masalah di seputar bulan puasa.

Ustadz Bachtiar Nasir sering mendapat pertanyaan berkenaan dengan masalah puasa. Berikut ini adalah pertanyaan yang membahas tentang fenomena yang masih terjadi dalam masyarakat kita.

Permasalahan tersebut yaitu ketika ada jamaah  bernama Wahyu di Bekasi yang bertanya hukumnya dan bagaimana menyikapi orang-orang yang mereka puasa, namun tidak menunaikan shalat lima waktu.

Anehnya lagi, ada diantara mereka yang shalat tarawih di masjid.

Menjawab pertanyaan ini, Ustadz Bachtiar Nasir menjawab bahwa jika mereka itu sudah termasuk golongan mukallaf (terbebani hukum) maka sesungguhnya tertolaklah puasa mereka, dan mereka yang berpuasa namun tidak shalat tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan haus.

Alasannya adalah karena shalat merupakan salah satu rukun Islam dan tiang agama yang menjadi barometer ibadah dan amal seseorang.

Jika baik shalatnya, dianggap baik semua amalnya, dan jika rusak shalatnya maka dianggap rusaklah semua amalnya.

Orang seperti ini jangan dijadikan teman baik, apalagi orang kepercayaan.

“Dan jika mereka bertaubat, melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, maka (berarti mereka itu) adalah saudara-saudaramu se-agama….( at Taubah:11)

Tentu kepada teman-teman yang meninggalkan shalat lima waktu wajib diingatkan untuk bertaubat dan beramal saleh agar dia tahu umat ini agar terbebas dari orang-orang yang berkualitas buruk.

“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya, maka mereka kelak akan tersesat, kecuali orang orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizalimi(dirugikan) sedikitpun.” (QS. Maryam: 59-60).

Ustadz Bachtiar Nasir juga menambahkan perlu disampaikan juga pada mereka yang  berpuasa namun meninggalkan shalat bahwa mereka terancam dikategorikan kafir walaupun mereka berpuasa.

Sabda Rasul dalam hadis dari Jabir menjelaskan, : “Sesungguhnya (batas pemisah) antara seseorang  dengan kemusyrikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim, dalam kitab : Al-Iman)

Betapa di sini peranan dan pentingnya nilai dan kualitas shalat dalam menentukan persahabatan dan permusuhan rakyat dengan pemimpinnya, sebagaimana diriwayatkan dalam shahih Muslim.

Dari Auf bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda:

“Pemimpin kamu yang terbaik adalah mereka yang kamu sukai dan mereka pun menyukai kamu, serta mereka mendoakan kamu dan kamu pun mendoakan mereka. Sedangkan pemimpin kamu yang paling jahat adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun membencimu serta kamu melaknati mereka dan mereka melaknatimu.”

Beliau ditanya, “Ya Rasulullah, bolehkah kita memusuhi mereka dengan pedang?”, Beliau menjawab, “Tidak, selama mereka mendirikan shalat di lingkunganmu.”

Wallahu a’lam bish shawab.***

Sumber