Tadzkirah

Kembali kepada Allah dengan Taubat

Oleh KH Bachtiar Nasir

Adakah manusia yang tidak pernah bersalah? Adakah manusia yang tidak pernah berdosa? Kita pasti pernah melakukan kesalahan-kesalahan dan dosa.

Andai manusia tidak pernah bersalah dan berdosa, bisa jadi Allah akan menggantikan dengan manusia lainnya.

Malaikat pernah bersalah ketika mempertanyakan, kenapa Allah menciptakan manusia (Adam) yang akan membuat kerusakan di bumi.

Nabi pernah bersalah, seperti yang Allah tegur di Surah Abasa:

عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ ۝١

“Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling.”

اَنْ جَاۤءَهُ الْاَعْمٰىۗ ۝٢

“karena seorang tunanetra (Abdullah bin Ummi Maktum) telah datang kepadanya”.

Allah menciptakan manusia tak lepas dari salah dan dosa. Itulah reason kita untuk bertaubat, memohon ampunan kepada Allah Subhana wa Taala.

Allah menjadikan manusia bersalah dan berdosa, tujuannya agar manusia kembali kepada Allah dan bertaubat.

Dalam berbisnis saja, tidak sedikit orang yang pernah mengalami salah dan rugi. Tak ada bisnis yang menuai untung terus. Allah ciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, ada untung ada rugi.

Itulah perjalan menuju sukses, agar kita belajar dari kesalahan. Dari kesalahan di setiap kejadian, kita seperti sedang diberikan ilmu oleh Allah. Kita belajar dari kesalahan-kesalahan yang kita lakukan di masa lalu.

Ketika Allah memberikan nikmat dan kesusahan kepada kita, itu bagi Allah sama saja. Kita saja yang salah mengerti terhadap pemberian Allah.

Kalau kita sudah memakai baju perlindungan dari Allah, tidak akan ada dosa yang bisa masuk. Bersyukurlah orang-orang yang selalu memproteksi dirinya dengan istighfar.

Kalau suatu saat melakukan kesalahan, cepatlah kembali kepada Allah. Seperti Yunus Ibnu Matta yang merasa bersalah, lalu kembali kepada Allah dan mengakui kesalahannya. (*)

 

 

Exit mobile version