Dunia Darul Amal, Akhirat Darul Jaza

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
UNTUK bisa beramal murni ikhlas karena Allah itu memang butuh perjuangan. Tidak hanya sekadar klaim bahwa dia beribadah dengan ikhlas. Begitu banyak orang yakin betul telah ikhlas, tetapi hanya didasari ilmu yang sedikit.
Misalnya ada seseorang, saat melakukan presentasi, kajian dia selalu berdasarkan riset. Dia selalu mengutip hasil berbagai penelitian yang telah diekspos. Ternyata penelitian yang dia baca itu hasilnya salah. Karena dia sendiri tidak mengerti tentang ilmu riset, ilmu penelitian tadi.
Akhirnya gara-gara omongannya itu dia berat mempertanggungjawabkan. Karena keyakinannya itu tidak didasari dengan pengetahuannya yang benar.
Apalagi dalam urusan agama. Tentu keyakinan itu harus didasari oleh pengetahuan. Pengetahuan itu harus dari sumbernya. Sumber ilmu itu Qalallah wa Qala Rasulullah.
Memang jika mengandalkan logika, tidak mungkin seseorang bisa meyakini akhirat. Ia hanya sekadar percaya. Dia percaya dunia akan kiamat. Tetapi setelah kiamat itu, dia tidak punya bayangan. Orang-orang sadar bakal mati. Tapi apakah mereka sadar juga bahwa akan ada peristiwa setelah kematian? Kalau dia sadar, mestinya dia memperbanyak bekal untuk setelah kematiannya, ketimbang untuk sebelum kematian.
Pertanyaannya, kebanyakan orang hanya sibuk mempersiapkan bekal untuk kehidupan dunia saja. Sementara bekal untuk kehidupan setelah kematian mereka abai. Kebanyakan habis usia kita untuk urusan dunia saja. Tidak cukup bekal untuk setelah kematiannya.
Kata ulama, jika mau selamat, dunia ini adalah darul amal (tempatnya menanam, beramal. Akhirat itu darul jaza (tempatnya menuai). Kalau menanam hari ini, besok-besok panennya. Orang tidak waras yang menanam hari ini, ingin panen hari ini pula.
Dunia ini tempat kita beramal. Jangan menunggu beramal di akhirat. Tidak bisa. Hari di akhirat itu bukan tempatnya lagi untuk beramal. Tempat beramal itu ya sekarang, di dunia. Kalau anak-anak sekolah, besok itu waktunya ujian dan bukan harinya lagi untuk belajar. Kalau belajar ya hari ini sebelum besok ujian. Sederhananya begitu. Wallahu ‘alam.*
