Tadabbur

Keutamaan dan Manfaat Qiyamul Lail

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ‌ الْآخِرَ‌ةَ وَيَرْ‌جُو رَ‌حْمَةَ رَ‌بِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ‌ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (Surat Az-Zumar [39]: 9).

Allah Ta’ala juga menjelaskan bahwa di antara sifat-sifat hamba Allah Yang Maha Penyayang (‘ibadurrahman) adalah mereka lebih banyak melalui malam-malam mereka dengan segala macam ibadah kepada Allah SWT.

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَ‌بِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (Surat al-Furqan [25]: 64).

Qiyamul lail adalah mengisi malam hari atau sebagiannya dengan segala macam bentuk ibadah, mulai dari shalat, zikir, membaca Alquran dan doa. Sedangkan, shalat tahajud adalah shalat yang dilakukan pada malam hari, dan sebagian ulama mengatakan bahwa shalat tahajud itu adalah shalat yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dulu.

Para ulama kemudian menjelaskan bahwa waktu shalat malam itu adalah mulai setelah Isya hingga waktu terbit fajar. Jadi boleh dilakukan pada awal malam, pertengahan malam atau pada akhir malam, meskipun mereka menegaskan bahwa waktu terbaik shalat malam adalah sepertiga akhir malam sesuai dengan hadits Nabi SAW. Dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dijelaskan:

عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ ، فَيَقُولُ : مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ؟ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ ؟ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟. رواه البخارى ومسلم

Abu Hurairah ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Tuhan kita yang Maha Pemberi berkah dan Maha Agung turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam akhir, seraya berfirman: Barangsiapa berdo’a kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Barangsiap meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Adapun di antara keutamaan dan manfaat qiyamul lail adalah:

Pertama, shalat tahajud merupakan shalat sunnah yang paling utama yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ. رواه مسلم

“ Dari Abu Hurairah ra. Berkata: Rasulullah SAW. bersabda: Sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharram dan sebaik-baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (Riwayat Muslim).

Kedua, di antara sebab masuk ke surga.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَلَامٍ ، قَالَ : لَمَّا قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ ، انْجَفَلَ النَّاسُ إِلَيْهِ ، وَقِيلَ : قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَجِئْتُ فِي النَّاسِ لِأَنْظُرَ إِلَيْهِ ، فَلَمَّا اسْتَبَنْتُ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، عَرَفْتُ أَنَّ وَجْهَهُ لَيْسَ بِوَجْهِ كَذَّابٍ ، فَكَانَ أَوَّلَ شَيْءٍ تَكَلَّمَ بِهِ أَنْ قَالَ : ” يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Dari Abdullah bin Salam ia berkata, “Ketika Rasulullah SAW. datang di Madinah manusia mengerumuninya, dan dikatakan ‘telah datang Rasulullah SAW. Aku datangi kerumunan manusia untuk dapat melihat beliau. Ketika aku pastikan bisa melihat wajah Rasulullah SAW. maka aku yakin bahwa raut wajahnya bukan tipe wajah pembohong. Dan pertama kali yang beliau ucapkan adalah: “Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan orang yang membutuhkan, sambunglah persaudaraan dan shalat malamlah ketika manusia pada tertidur. Maka anda akan masuk surga dengan selamat.” (Riwayat Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad dan Hakim).

Ketiga, sebagai tanda kesyukuran seorang hamba.

قالت عائشة رضي الله عنها كان النبي صلى الله علية وسلم يقوم من الليل حتى تتفطر قدماه، فقلت له: لم تصنع هذا يا رسول الله وقد غفر لك ما تقدم من ذنبك وما تأخر؟ قال: أفلا أكون عبداً شكورا

Aisyah ra. berkata, “Rasulullah SAW biasa sholat malam sampai pecah-pecah telapak kakinya. Maka aku berkata kepadanya : kenapa engkau melakukannya wahai Rasulullah? Sungguh Allah SWT telah mengampuni dosamu yang telah lalu dan yang akan datang. Beliau menjawab: ”Tidakkah aku patut menjadi hamba yang bersyukur.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keempat, waktu qiyamul lail merupakan waktu yang mustajab.

عَنِ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ ، فَيَقُولُ : مَنْ يَدْعُونِي فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ؟ وَمَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ ؟ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ ؟. رواه البخارى ومسلم

Abu Hurairah ra. Meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tuhan kita yang Maha Pemberi berkah dan Maha Agung turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam akhir, seraya berfirman: Barangsiapa berdo’a kepada-Ku maka akan Aku kabulkan. Barangsiap meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, dan barangsiapa memohon ampun kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kelima, mengobati dan mencegah datangnya penyakit.

عَنْ بِلالِ بْنِ رَبَاحٍ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : ” عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ ، فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ ، وَقُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ ، وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ ، وَمَنْهَاةٌ عَنِ الإِثْمِ ، وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ

Bilal bin Rabah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Lakukanlah shalat tahajud, karena itu adalah tradisi kaum shalih sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, penghapus kesalahan, pencegah dari perbuatan dosa dan pengusir segala penyakit dari tubuh.” (Riwayat Tirmizi).

Keenam, Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati suami istri yang bangun melaksanakan shalat malam

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ ، رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. dia berkata, Rasulullah  SAW. bersabda; “Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu sholat dan ia membangunkan isterinya kemudian isterinya sholat. Bila menolak maka ia perciki wajah istrinya dengan air. Allah merahmati seorang istri yang bangun dimalam hari lalu shalat dan ia membangunkan suaminya kemudian sholat. Bila suaminya menolak ia perciki wajahnya dengan air.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, An-Nasa`i dan Ibnu Majah).

Semoga kita menjadi orang yang selalu menghidupkan malam-malam hari kita dengan beribadah kepada Allah SWT. Wallahu a’lam bish shawab.*