Bersiap untuk Ramadhan

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
KITA harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk memasukinya bulan Ramadhan agar kita dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari bulan suci ini dan keluar sebagai pemenang yang mendapatkan ampunan dari Allah Ta’ala. Serta tidak keluar sebagai kelompok orang yang merugi. Bulan Ramadhan merupakan salah satu nikmat yang sangat agung yang diberikan kepada umat Islam agar mereka dapat mempergunakannya dengan sebaik-baiknya untuk mendapat ampunan dan keridhaan Allah SWT. Rasulullah Sudah menjelaskan keutamaan bulan suci ini dalam banyak haditsnya, diantaranya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِذَا كَانَتْ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ ، وَمَرَدَةُ الْجِنِّ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ ، وَفُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ ، وَنَادَى مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ أَقْبِلْ ، وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أَقْصِرْ ، وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ ، وَذَلِكَ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ
Abu Hurairah meriwayatkan dari Rasulullah SAW. beliau bersabda: “Jika malam pertama Ramadhan datang, maka setan-setan, dan jin-jin durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pintunya pun yang terbuka, pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada suara yang menyeru, ”Wahai pencari kebaikan! Sambutlah, wahai pencari kejelekan! berhentilah”. Allah memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari neraka. Dan demikian itu pada setiap malam.” (Riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي ، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ : فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ ، وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah SWT. berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan yaitu kegembiraa ketika dia berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Jangan sampai kita salah dalam mempersiapkan diri kita dalam menyambut bulan suci ini sebagaimana yang dilakukan kebanyakan umat Islam sekarang. Di mana mereka menjadikan bulan ini sebagai bulan pesta makanan dan minuman lezat dan bulan acara TV yang bagus-bagus, terutama sinetron dan kuis. Sehingga jauh-jauh hari sebelum Ramadhan mereka sudah menyiapkan menu-menu lezat untuk sahur dan berbuka, juga mulai menghafal jadwal acara televisi yang akan ditonton selama sebulan penuh. Mungkin ini karena kita lupa atau tidak tahu akan hakikat puasa di bulan Ramadhan sehingga kita menghilangkan nilai ibadah dan tujuan takwa dari Ramadhan kita dan lebih mengutamakan kesenangan duniawi kita.
Ada beberapa hal yang patut kita lakukan sebagai persiapan kita untuk menyambut bulan suci Ramadhan agar kita dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari bulan ini dan tidak menjadi orang yang merugi, di antaranya adalah:
- Taubat yang sebenar-benarnya (taubat nasuha), meskipun taubat itu harus kita lakukan setiap waktu terutama ketika kita jatuh pada perbuatan dosa dan maksiat, tetapi karena kita akan memasuki bulan yang agung maka alangkah baik jika kita bersegera untuk bertaubat kepada Allah SWT. dan bersilaturrahim serta menyelesaikan masalah dan hak-hak manusia sehingga kita dapat beribadah di bulan suci ini dengan lapang dada dan ketenangan hati.
- Berdoa kepada Allah SWT. agar diberi kesempatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun ini dalam keadaan sehat, diberi kekuatan dan pertolongan untuk dapat beribadah dengan sebaik-baiknya dan agar segala amal ibadah kita diterima. Diriwayatkan dari para ulama salaf bahwa selama 6 bulan sebelum Ramadhan mereka selalu berdoa agar umur mereka disampaikan ke Ramadhan, dan selama 5 bulan setelah Ramadhan mereka berdoa agar amal mereka selama Ramadhan itu diterima oleh Allah SWT.
- Menyambut bulan suci yang penuh berkah ini dengan gembira dan antusias karena ia merupakan nikmat yang sangat besar bagi seorang hamba untuk bisa mendapatkan bulan yang segala amal kebaikan di dalamnya dilipatgandakan balasannya, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Allah SWT. berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّـهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ
Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Surat Yunus [10]: 58).
- Menyelesaikan hutang puasa yang kita tinggalkan pada Ramadhan sebelumnya jika ada karena kita tidak boleh menunda untuk mengqadha puasa hingga masuk lagi bulan Ramadhan berikutnya. Hal itu berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah:
عن عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قالت : كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلَّا فِي شَعْبَانَ الشُّغْلُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dulu aku memiliki utang puasa Ramadhan, sementara aku tidak bisa mengqadha’nya kecuali sampai bulan Sya’ban, hal itu karena kesibukan melayani Rasulullah SAW. (Riwayat Bukhari dan Muslim, ini lafadz Muslim).
- Mempersiapkan diri dengan ilmu tentang segala yang menyangkut bulan Ramadahan dan ibadah puasa dengan membaca, mendengarkan pengajian atau menanyakan kepada para ulama agar kita bisa melaksanakan ibadah puasa kita dengan sebaik-baiknya.
- Memperbanyak berpuasa di bulan Sya’ban sebagai persiapan dan latihan untuk berpuasa di bulan Ramadhan. Dan Nabi SAW paling banyak melakukan puasa sunnah di bulan Syaban.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لا يَصُومُ ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلا رَمَضَانَ ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah ra. ia berkata, “Rasulullah SAW. selalu berpuasa sampai kami mengatakan beliau tidak pernah berbuka, dan beliau tidak berpuasa sampai kami mengatakan beliau tidak pernah berpuasa. Dan saya tidak melihat Rasulullah SAW. berpuasa sebulan penuh kecuali Ramadhan dan saya tidak melihat beliau paling banyak berpuasa daripada bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
- Berniat karena Allah SWT. dan menguatkan tekad untuk menggunakan kesempatan Ramadhan tahun ini sebaik-baiknya dengan segala macam Ibadah mulai dari sholat fardhu secara berjamaah pada waktunya, sholat-sholat sunnah rawatib, sholat tarawih, sholat tahajud di sepertiga malam terakhir, membaca dan mentadabburi al-Qur`an, selalu berzikir dan memperbanyak infaq dan sedakah.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَأَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ
Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: “Rasulullah SAW. adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah SAW. adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan. (Riwayat Bukhari dan Muslim).
Kalau perlu kita membuat dan menulis program Ramadhan kita tahun ini sehingga kita selalu ingat dan terpacu untuk melaksanakannya.
- Bagi yang hidup berkecukupan maka siapkan materi untuk dapat memberikan makanan atau minuman untuk orang yang berbuka puasa, baik dilakukan sendiri ataupun diserahkan kepada organisasi atau lembaga yang melakukan hal itu.
- Kita berusaha agar anggota keluarga kita juga melakukan dan mempersiapkan diri mereka untuk menyambut bulan suci ini seperti kita agar keberkahan itu meliputi seluruh anggota keluarga kita.
Itulah beberapa hal yang sebaiknya kita lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Semoga Allah memberikan nikmatnya kepada kita dengan memberikan kesempatan kepada kita untuk beribadah sebanyak-banyaknya dan dengan penuh keikhlasan hati di bulan Ramadhan tahun ini sehingga kita bisa keluar dari bulan ini sebagai pemenang dan mendapatkan ampunan Allah SWT.*
