Amalan dan Larangan Hari Tasyrik Iduladha

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
HARI tasyrik adalah tiga hari setelah hari Iduladha yaitu hari-hari tanggal 11, 12 dan 13 bulan Dzulhijjah dalam tahun hijriyah. Ada tiga pendapat ulama mengenai sebab kenapa hari-hari tersebut dinamakan hari tasyrik. Pertama, karena pada hari-hari itulah umat Islam yusyriqun (menjemur) daging-daging kurban mereka. Kedua, karena hewan-hewan kurban tidak disembelih kecuali setelah matahari yusriq (terbit). Ketiga, karena shalat Id dilaksanakan setelah syuruk (terbit) nya matahari dan hari-hari tasyrik itu mengikuti hari Id tersebut.
Hari-hari tasyrik inilah yang dimaksudkan dengan hari-hari yang ditentukan (ma’dudaat) dimana kita disuruh untuk memperbanyak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari-hari itu yang dijelaskan dalam ayat 203 surat al-Baqarah:
وَاذْكُرُوا اللهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى
“Dan berzikirlah kepada Allah dalam beberapa hari yang ditentukan (Tasyriq). Maka barangsiapa yang ingin cepat (berangkat dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa atasnya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan, maka tiada dosa pula atasnya bagi orang yang bertaqwa.” (Surat Al-Baqarah [2]: 203).
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibn Abbas menjelaskan bahwa أيام معلومات adalah 10 hari awal bulan Dzulhijjah, sedangkan أيام معدودات adalah hari-hari tasyrik.
Hari-hari tasyrik itu juga disebut hari Mina karena pada hari-hari itulah para jemaah haji menetap di Mina.
Hari tasyrik adalah termasuk hari-hari raya bagi umat Islam yang sangat diagungkan dan kita diharamkan untuk berpuasa pada hari itu. Karena hari-hari itu adalah hari makan dan minum serta berzikir kepada Allah Ta’ala.
عن عقبة بن عامر قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يَومُ عَرَفَةَ ويَومُ النَّحرِ وأَيَّامُ التَّشرِيقِ عِيدُنَا أَهلَ الإسلامِ، وهي أَيَّامُ أَكلٍ وشُربٍ. خرجه أهل السنن وصححه الترمذي.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir berkata: “Rasululllah saw. bersabda: Hari Arafah, hari Nahr (penyembelihan), dan hari-hari tasyriq adalah hari raya kita orang Islam, hari makan-makan dan minum-minum.” (Riwayat Tirmizi).
Dalam riwayat Imam Muslim dari Nubaisyah al-Huzalli berkata:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلهِ
Rasulullah saw. bersabda: “Hari-hari tasyriq adalah hari-hari untuk makan dan minum serta berzikir kepada Allah.” (Riwayat Muslim).
Diriwayatkan juga dari Imam Ahmad bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
لا تصوموا هذه الأيام ، فإنها أيام أكل وشرب وذكر لله عز وجل
“Janganlah kamu berpuasa pada hari-hari ini, karena hari-hari ini adalah makan dan minum serta berzikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (Riwayat Ahmad).
Jadi hari-hari tasyrik termasuk ke dalam hari-hari raya yang seharusnya dirayakan dan diagungkan oleh umat Islam dengan memperbanyak zikir, takbir dan tahmid kepada Allah Ta’ala. Diharamkan pada hari-hari itu untuk berpuasa bagi umat Islam kecuali bagi jemaah haji yang melaksanakan haji tamattu’ dan qiran dan ia tidak mampu untuk menyembelih hadyun yang diwajibkan kepadanya. Serta ia belum berpuasa pada hari-hari sebelumnya. Sesuai dengan yang diriwayatkan dari Aisyah dan Ibn Umar bahwa mereka berkata:
لم يرخص في أيام التشريق أن يصمن إلا لمن لم يجد الهدي. رواه البخاري
“Tidak dibolehkan untuk berpuasa pada hari-hari tasyrik kecuali bagi yang tidak mampu untuk menyembelih hadyun.” (Riwayat Bukhari).
Adapun bentuk-bentuk zikir yang diperintahkan pada hari-hari tasyriq antara lain:
- Berzikir dengan bertakbir setiap selesai shalat wajib sampai hari terakhir hari tasyrik, termasuk juga membaca basmalah dan takbir ketika menyembelih hewan kurban karena waktu menyembelih itu diperbolehkan sampai hari terakhir hari tasyriq.
- Berzikir kepada Allah atas makan dan minum dengan membaca basmalah sebelumnya dan membaca hamdalah setelahnya.
عن أنس بن مالك قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إنَّ الله لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا. رواه مسلم والترمذي.
Dari Anas bin Malik berkata: “Rasulullah saw, bersabda: “Sesungguhnya Allah akan ridho terhadap hamba yang memakan makanan kemudian dia memuji Allah atas makanan tersebut atau meminum minuman kemudian dia memuji Allah atas minuman tersebut.” (Riwayat Muslim dan Tirmizi).
- Berzikir dengan bertakbir ketika melontar jamrah pada hari-hari tasyrik tersebut.
- Berzikir apa saja karena sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir pada hari-hari tasyrik tersebut.
Dengan disebutkannya bahwa hari tasyrik adalah hari makan dan minum serta berzikir kepada Allah Ta’ala itu menunjukkan bahwa makan dan minum itu dimaksudkan untuk membantu hamba dalam berzikir dan beribadah kepada Allah. Wallahu alam bish shawab.*