Mukjizat Nama Surah Al-Fatihah

Oleh KH Bachtiar Nasir
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Al-Fatihah adalah pembuka surah-surah dalam Al-Quran. Sama seperti halnya mukaddimah dalam UUD 45 negara Indonesia. Kalau kita berpegang dengan sungguh-sungguh kepada pembuka Al-Quran ini, dan kita mengamalkan surah Al-Fatihah, berarti kita seperti sudah mengamalkan isi Al-Quran. Tetapi tentu kita juga harus mengenali nama-nama surah lain dalam Al-Quran.
Al-Fatihah adalah Pembuka Al-Kitab
Kenapa Surah Al-Fatihah disebut sebagai pembuka Al-Kitab? Padahal Surah Al-Fatihah bukanlah surah yang pertama kali turun. Urutan sebagai pembuka dalam Al-Kitab bukan berdasarkan urutan ayat yang pertama kali turun. Tapi susunan surah-surah dalam Al-Kitab sudah ada dalam al-lauhul mahfuzh, bahwa yang menjadi pembuka adalah surah Al-Fatihah.
Secara keseluruhan surah Al-Fatihah ini diturunkan bukan sebagai surah yang pertama kali turun kepada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Surah yang pertama kali diturunkan adalah surah Al-‘Alaq ayat 1-5. Tetapi surah Al-‘Alaq ini tidak dinamakan Al-Fatihah. Hal ini membuktikan bahwa urutan surah-surah dalam Al-Qur’an yang dimulai dari Al-Fatihah, Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa dan seterusnya sampai Surah An-Nas, urutannya bukan dikarang oleh para sahabat atau ulama, bahkan bukan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam. Urutan itu berdasarkan wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala.
Penulisan wahyu yang dilakukan oleh sahabat Zaid bin Tsabit itu disertai dengan perintah tata letak dan urutan penulisannya. Ketika ada surah yang turun, ditulis juga bagian dari surah apa beserta urutannya dan nomornya. Semua susunan dalam Al-Qur’an sudah diketahui oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam.
Urutan surah dalam Al-Quran seperti yang sekarang kita ketahui, begitulah urutan yang ditulis oleh Zaid bin Tsabit, yang diawali surah Al-Fatihah. Tidak mungkin para sahabat sekadar membaca Al-Qur’an, tanpa mengurutkan urutan pertama surah Al-Fatihah sebagai surah pertama.
Dari situ kita mengetahui keagungan surah Al-Fatihah yang dijaga oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Makanya aneh jika ada orang yang membaca Al-Fatihah begitu sering dalam shalat tapi tidak merasa dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala.
Nama-nama Lain Surah Al-Fatihah
- Fatihatul Qur’an. Nama lain Al-Fatihah adalah fatihatul Qur’an atau pembukaan Al-Qur’an, sebab surah ini sebagai pembuka isi seluruh mushaf. Di dalam surah Al-Fatihah ada pengajaran pertama yang harus diajarkan dan termasuk surah pertama yang harus dibaca dalam shalat.
- Ummul Kitab. Sebagai ummul kitab, induknya Al-Kitab, karena kemuliaannya surah Al-Fatihah sama dengan kemuliaan Al-Qur’an. Sebaik-sebaiknya surah dalam Al-Qur’an adalah surah Al-Fatihah.
- Al-Qura’nul Azhim (al-Qur’an yang agung). Pertama, seagung-agungnya surah adalah Al-Fatihah, dan seagung-agungnya ayat dalam Al-Qur’an adalah ayat kursi. Kedua, karena dalam surah Al-Fatihah terkandung keseluruhan makna-makna dalam Al-Qur’anul karim.
- As-Sab’u al-Matsani. (al-matsani artinya berulang-ulang). yakni mengandung tujuh ayat pujian yang berulang-ulang, karena berulang-ulang mengagungkan nama Allah subhanahu wa ta’ala. Dalam tujuh ayat surah Al-Fatihah, Allah subhanahu wa ta’ala dipuji berulang-ulang dalam rakaat-rakaat shalat.
- Al-Wafiyah (yang mencakup keseluruhan). Al-Fatihah disebut juga al-Wafiyah, karena di dalamnya mencakup keseluruhan isi Al-Qur’an dan makna-maknanya yang ada di dalamnya.
- Al-Kanzu, simpanan yang berharga.
- Al-Kafiyah (yang sempurna mencukupi) karena kandungannya mengandung al-kafiyah yang mencukupkan seluruh makna yang terkandung di dalamnya. Shalat dianggap sah jika sudah membaca surah Al-Fatihah dalam tiap rakaatnya.
- Al-Asas, atau asas (dasar, pondasi). Al-Fatihah adalah pondasi Al-Qur’an.
- An-Nur, cahaya Al-Qur’an.
- Asy-Syukru, surah kesyukuran.
- Al-Hamdu al-Ula, surah pujian.
- Al-Hamdu al-Qushra, karena ada kalimat alhamdulillah.
- Ar-Ruqyah, surah ini digunakan sebagai rukyah (pengobatan)
- Asy-Syifa’, atau sebagai penawar segala racun atau sebagai obat.
- Ad-Du`a, artinya sebagai doa, karena al-Fatihah mengandung doa di dalamnya.
- As-Su’al, permintaan.
- Ta`limul Mas’alah, karena diajarkan di dalamnya adab meminta, yaitu dimulai dengan pujian
- Al-Munajat, karena dalam surah ini, seorang hamba bermunajat kepada Rabbnya
- At-Tafwidh, sebagai surah penyerahan diri seorang hamba kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
- Ash-Shalah, shalat atau doa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam hadits qudsi (yang artinya): “Aku membagi shalat (Surah Al-Fatihah) antara Aku dengan hamba-Ku jadi dua bagian, dan hamba-Ku mendapatkan apa yang ia minta (HR Muslim).
Apa yang ada dalam benak kita, kalau isi surah Al-Fatihah adalah Al-Qur’an?
Kita sudah dinyatakan benar kalau apa yang kita lakukan dan amalkan sudah sesuai dengan surah Al-Fatihah. Secara tauhid seluruh kategori penamaan diri Allah subhanahu wa ta’ala disebutkan dalam Al-Fatihah. Dalam Alhamdulillah dikenal sebagai Allah. Sebagai Rabb dalam rabbil alamiin. Dia juga mengenalkan asma-asma-Nya yang Agung Ar-Rahman, Ar-Rahim, dan Al-Malik. (*)
