Momentum Muharram, Hijrah dengan Cara yang Indah

Oleh KH Bachtiar Nasir
Tahun baru Hijriah sering dimaknai juga dengan hijrah. Allah Subhana Wa Ta’ala memberi tuntunan bagaimana menghindar kaum yang bodoh untuk hijrah dengan cara yang indah.
Surah Muzzammil ayat 10:
وَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱهْجُرْهُمْ هَجْرًا جَمِيلًا
Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.
Inilah konteks hijrah kepada nilai-nilai tauhidullah atau konsep dalam Islam yang berarti mengesakan Allah Subhana Wa Ta’ala.
Di tanggal 2 Muharram 1448H ini, ayat ini mengajak kita sebagai bagian dari umat Rasulullah untuk bersabar dan tinggalkanlah mereka orang-orang yang bodoh dengan cara yang baik.
Ayat ini merupakan paduan antara Makkiyah dan Nabawiyah tentang kesabaran dakwah, dan hijrah sosial dengan cara elegan. Sasaran pembinaan ayat ini terhadap dakwah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam termasuk para pewaris dakwah. Meskipun bukan dengan cara berceramah, kita bisa membaginya berita dan konten dakwah.
Allah memerintahkan Rasulullah untuk bersabar atas perkataan yang diucapkan oleh para penentang dan mereka yang mencelanya dan mencela risalah yang beliau bawa serta diperintahkan untuk terus menjalankan perintah Allah yang tidak dapat ditahan dan dihadang oleh siapa pun. Allah memerintahkan beliau untuk meninggalkan mereka secara baik-baik. Itulah cara menjauhi orang sekiranya ada maslahatnya dan tidak ada gangguannya. Rasulullah bahkan memperlakukan mereka dengan meninggalkan dan berpaling dari perkataan-perkataan yang menyakiti. Allah juga memerintahkan beliau untuk mendebat mereka dengan cara yang baik.
Allah Subhana Wa Ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya Shalallahu Alaihi Wasallam untuk bersabar atas apa yang dikatakan orang-orang yang mendustakannya dari kalangan orang-orang yang bodoh dari kaumnya, dan hendaknya dia menjauhi mereka dengan cara yang baik, yaitu dengan cara yang tidak tercela.
Para penerus dakwah dari ayat ini diminta bersabar terhadap tuduhan, nyinyiran, kedustaan, dan tipu daya mereka terhadap pelaku dakwah. Tinggalkan mereka dengan cara yang baik, dan indah.
Dalam dakwah, kata kuncinya adalah هَجْرًا جَمِيْلًا, jauhi dengan cara yang sabar. Dengan perintah itu, bagaimana ketika Rasulullah mendapat tekanan dari kaum kafir Quraisy, lalu ada perintah hijrah.
Tadabbur dari ayat ini
Jangan sampai ucapan buruk manusia membuatmu menyurutkan semangat.
Bila harus menjauhi mereka, jauhilah dengan cara yang benar tanpa kehilangan akhlak, tanpa emosi, dendam, sindiran, dan propaganda lainnya.
Kita mengajak orang-orang sesuai jalur dakwah. Jika kita dihina, memang manusia adalah hina. Hadapi dengan cara yang baik.*