KSP

Tanda-tanda Orang yang Sudah Berinabah

Oleh: KH Bachtiar Nasir

Al-inabah, adalah orang yang hatinya sudah kembali kepada Allah. Pelakunya disebut Abdul Munib, atau Munib.

Bagaimana gambaran Abdul Munib, atau orang yang hatinya sudah kembali kepada Allah?

Lihat Surah Hud ayat 75:

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَحَـلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ

“Ibrahim sungguh penyantun, lembut hati, dan suka kembali (kepada Allah).”(QS. Hud 11: Ayat 75)

Nabi Ibrahim seorang yang munib, dikatakan pada ayat 75 ini sebagai pribadi yang penyantun, hatinya lembut, dan suka kembali kepada Allah. Itulah tanda orang yang sudah berinabah.

Gambaran tersebut terkait peristiwa yang disebutkan pada ayat sebelumnya (ayat 74):

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ اِبْرٰهِيْمَ الرَّوْعُ وَجَآءَتْهُ الْبُشْرٰى يُجَا دِلُــنَا فِيْ قَوْمِ لُوْطٍ

“Maka ketika rasa takut hilang dari Ibrahim dan kabar gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (para malaikat) Kami tentang kaum Luth.” (QS. Hud: Ayat 74)

Kisahnya seperti difirmankan dalam Surah Hud, malaikat akan membinasakan kaum Sodom, yang di dalamnya ada Luth, keponakan tersayang Nabi Ibrahim yang berdakwah di wilayah itu kepada kaumnya di wilayah Sodom.

Ketika itu disampaikan kepada Ibrahim, bahwa malaikat akan membinasakan kaum Luth dan Ibrahim akan mendapat keturunan yakni Ishaq yang menurunkan Ya’kub. Tetapi Ibrahim terpikir tentang keponakannya, Luth yang berdakwah di Sodom.

Ibrahim lalu bersoal jawab dengan malaikat, sebab dia memiliki sifat penyantun, mudah iba, dan mudah kembali kepada Allah.

Maka dijawab oleh Allah dalam ayat 76 Surah Hud:

يٰۤـاِبْرٰهِيْمُ اَعْرِضْ عَنْ هٰذَا ۚ اِنَّهٗ قَدْ جَآءَ اَمْرُ رَبِّكَ ۚ وَاِ نَّهُمْ اٰتِيْهِمْ عَذَا بٌ غَيْرُ مَرۡدُوۡدٍ‏

“Wahai Ibrahim! Tinggalkanlah (perbincangan) ini, sungguh, ketetapan Tuhanmu telah datang, dan mereka itu akan ditimpa azab yang tidak dapat ditolak.” (QS. Hud: Ayat 76)

Kisah tentang ini ada pada Surah Hud ayat 74 sampai ayat 83.

Kembali pada bahasan tentang orang yang sudah berinabah, di ayat 75 – 76 Surah Hud disebutkan tanda-tanda orang yang berinabah.

Jika orang sudah berinabah, dia tidak mudah membicarakan orang lain atau ghibah. Dia akan pertimbangkan, apakah yang diucapkan baik atau tidak. Meskipun misal hanya sekadar curhat, dia khawatir akan mencemarkan amalnya.

Tanda-tanda sudah inabah: Pertama, seseorang yang meninggalkan sifat ahli kelalaian. Kedua, merasa takut jika diri sendiri termasuk golongan yang lalai dan tidak mengingat Allah.

Kata Ibnul Qayyim Al-Jauziah:

Jika engkau melihat pintu harapan terbuka untuk dirimu, berharaplah rahmat untuk dirimu, tetapi takutlah jangan sampai engkau termasuk orang-orang yang lalai.

Jika engkau melihat mereka mendapat rahmat, maka berharaplah rahmat untuk dirimu.

Namun jika engkau melihat mereka tidak mendapat rahmat, maka takutlah jangan sampai engkau termasuk seperti mereka.

Seharusnya engkau selalu menuduh dirimu, sebab mereka tidak mengetahui keadaan batinmu. Maka janganlah merasa aman jika Allah menyingkap hatimu kepada mereka. Jadilah engkau orang yang paling keras menuduh dirimu sendiri dan berharaplah rahmat Allah untukmu.

Kata ulama salaf:

Engkau tidak benar-benar memahami fiqih atau agama, sampai engkau menuduh jiwamu sendiri hingga engkau merasa jiwamu adalah yang paling buruk diantara manusia.

Engkau bisa membedakan mana yang merupakan hak Allah, dan mana yang merupakan hawa nafsu.

Jadi, tanda orang yang sudah berinabah juga, dia tidak mau meremehkan orang-orang yang sedang lalai dia tidak mau bergabung dengan mereka yang lalai. Bahkan dia takut kepada kelompok orang yang lalai. Dia takut jika azab menimpa dirinya.

Takutlah akan dirimu jika tertimpa nikmat atau azab.

Orang-orang yang sudah berinabah akan sibuk mengurusi dan memperbaiki dirinya daripada sibuk mengurusi urusan orang lain.

Berhati-hati terhadap dorongan hawa nafsu yang bisa mencemari amal.(*)

Exit mobile version