Tadabbur Doa dari Surah Al-Mu’minun ayat 97 dan 98

Oleh KH Bachtiar Nasir
بسم الله الرحمن الرحيم
Surah Al-Mu’Minun ayat 97:
وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ
“Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan,”
Ayat 98:
وَاَ عُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ
“dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku.”
Tadabbur dari doa ini adalah:
Kenapa kita memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan sebelum memulai ibadah?
Dalam kandungan doa ini ada makna tauhid yang dalam, kita memohon kepada Allah dari gangguan setan yang tidak terlihat. Mereka bisa melihat kita dan kita tak bisa melihat mereka, sehingga kita sulit mengalahkan setan.D
Di sinilah pentingnya kita memohon kepada Allah, dan menunjukkan bahwa kita lemah di mata Allah dan di hadapan makhluk lain kita bisa tidak berdaya.
Sebagimana disebut oleh Rasulullah, sesungguhnya setan itu selalu mendatangi seorang diantara kalian dalam setiap kondisi. Bahkan setan datang pada saat kita mau makan, dan itu penting bagi setan agar kita terpedaya lewat cara makanan yang kita makan.
Di dalam doa ini berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari bisikan dan kedatangan setan.
Pada doa ini kuat sekali tekanan pada permohonan kepada rububiyyah-Nya Allah.
Kadang kita tidak sadar bahwa yang kita minta dalam doa adalah titipan setan. Ini bahaya, kita bisa terpedaya.
Di dalam doa ini disebutkan juga dua kali kalimat a’uudzu bika, ini artinya kita bertawasul dengan isti’adzah atau ta’wudz.
Ini juga merupakan kesadaran bahwa kita bukan teman setan.
Dari doa ini kita diberi peringatan besarnya bahaya infiltrasi setan yang bisa menyusup ke hati kita. Karenanya Allah memerintahkan lewat dua ayat ini agar kita memohon perlindungan hanya kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.(*)