KSP

Pesan-pesan Keseharian Seputar Bulan Rajab 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Bagi kita umat Islam, Bulan Rajab memiliki keistimewaan tersendiri. Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram atau bulan suci dalam Islam.

Untuk itu, konsekwensi terhadap Bulan Rajab sebagai bulan haram ini, tertuang dalam Surah Al-Maidah ayat 2:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًاۗ وَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْاۗ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ ۝٢

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban), dan Qalaid (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitul Haram; mereka mencari karunia dan keridhoan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksa-Nya.”

Larangan Berperang di Bulan Haram

Al-Baqarah ayat 217:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِۗ قُلْ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌۗ وَصَدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَكُفْرٌۢ بِهٖ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاِخْرَاجُ اَهْلِهٖ مِنْهُ اَكْبَرُ عِنْدَ اللّٰهِۚ وَالْفِتْنَةُ اَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِۗ وَلَا يَزَالُوْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ حَتّٰى يَرُدُّوْكُمْ عَنْ دِيْنِكُمْ اِنِ اسْتَطَاعُوْاۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ۝٢١٧

Artinya: “Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang berperang pada bulan haram. Katakanlah, “Berperang dalam bulan itu adalah (dosa) besar. Namun, menghalangi (orang) dari jalan Allah, ingkar kepada-Nya, (menghalangi orang masuk) Masjidil Haram, dan mengusir penduduk dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) dalam pandangan Allah. Fitnah (pemusyrikan dan penindasan) lebih kejam daripada pembunuhan.” Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu jika mereka sanggup. Siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya lalu dia mati dalam kekafiran, sia-sialah amal mereka di dunia dan akhirat. Mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”

Memohon Kebaikan

Kita mohon kepada Allah, agar Ramadhan nanti terlaksana dengan baik. Tentu tidak begitu saja bisa terjadi tanpa bekal berupa taufik dan hidayah Allah Subhana Wa Ta’ala.

Bukalah lebar-lebar hati kita untuk menerima hidayah Allah dan sunah Nabi. Buka hati kita, agar taufik dan hidayah masuk ke dalam kalbu, tundukkan pandangan, katakan dengan lisan dan lakukan dengan gerakan badan.

Konsekwensi bulan Rajab adalah dilarang memulai peperangan.

Lalu, bagaimana jika bukan kita yang memulai?

Sebagian ulama mengatakan ayat 217 Surah Al-Baqarah ini mansukh atau terhapus hukumnya dengan ayat lain. Tetapi ada juga yang mengatakan, ayat ini tidak mansukh.

Diperbolehkan berperang di bulan Haram untuk mempertahankan diri, sesuai ijma para ulama.

Pesan Keseharian:

Di sini penting sekali menjaga hati dan lisan.

Ayat 217 Al-Baqarah ini memberi kesan pada skala besar atau skala kecil. Dilarang seperti perang antarnegara, antarsuku, ini tidak boleh dilakukan kecuali untuk mempertahankan diri.

Dalam skala di tingkat individu, jauhilah permusuhan dan perang sampai Ramadhan dan waktu-waktu berikutnya.

Latihlah diri kita menjadi orang yang bisa menahan diri.

Jadikan diri kita menjadi pribadi yang mengorbankan perdamaian.

Yang bagus adalah lawanlah dengan kebaikan yang lebih baik. Jangan sampai kita melayani kebodohan mereka dan terpancing seperti mereka.

Maqashid ayat atau tujuan, maksud penurunan ayat 217 Surah Al-Baqarah ini adalah larangan untuk tidak berperang.

Pada kebiasaan Arab pada masa itu ada perang antarsuku atas nama keberanian, harga diri. Dalam skala kecil individu, maka tahanlah.

Semoga kita bisa menjaga lisan, dan tatapan tajam yang menyakiti saudara kita. Lakukan dengan hati lembut.

Nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya:

Wahai anakku, lembutkanlah tutur katamu, ceriakan wajahmu kepada mereka dibandingkan engkau memberikan emas.

Berbaik sangka terutama kepada Allah, dan menerima takdir walau kurang menyenangkan. Jangan suka mendengar kata-kata tajam atau gosip-gosip. Dengarkanlah dan konsumsi yang baik-baik saja.

Pesan-pesan keseharian seputar bulan Rajab, inilah saat di mana kita semoga panen besar di bulan Ramadhan karena kita sudah menanam sejak Rajab.

Yang kita takutkan bukan kematian, tetapi yang kita cemaskan adalah setelah kematian kita dikembalikan kepada Dia yang mengetahui segala hal yang ghaib dan disampaikan kepada kita, semua yang telah kita kerjakan.

Kita menghadapi catatan-catatan amal dan perbuatan kita, tidak bisa diedit, tidak bisa diperdebatkan lagi.

Semua amal kita dibentangkan di hadapan banyak orang dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Sekarang di Bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk memperbaiki catatan kita.

Exit mobile version