KSP

Menjaga Kedekatan kepada Allah

Oleh KH Bachtiar Nasir

Kita selalu memiliki kebutuhan mendesak akan ketergantungan kepada Allah Subhana Wa Ta’ala, ketergantungan kita kepada Yang Maha Sempurna.

Tidak ada jalan kebaikan, kebahagiaan, dan keberuntungan, tidak ada jalan mendapatkan petunjuk, kecuali jalan itu kita lalui bersama Allah.

Keadaan ini akan menimbulkan perasaan hina di hadapan Allah. Kita harus menyadari, bahwa semua kebaikan, kebahagiaan, dan keberuntungan tak mungkin bisa kita dapati kecuali dengan cara Allah Subhana Wa Ta’ala.

Seberapa sombong kita di hadapan Allah, sebegitu rendahnya kita di hadapan-Nya.

Kata Ibnul Qayyim Al-Jauziah, perasaan ini akan menimbulkan perasaan hina di hadapan Allah. Semakin kita merasa hina di hadapan-Nya, akan semakin sempurna ibadah kita.

Jika kita ditanya, sedang apa hari ini? Katakan, sedang memperbaiki dan mengedit catatan amal kita. Caranya adalah, memperbaiki ibadah secara kualitatif dan kuantitatif. Inilah rahasia yang membuat ibadah kita semakin baik.

Seorang hamba akan melihat dirinya seperti anak kecil yang lemah, yang berada di bawah perawatan sang ayah. Ia tidak dapat memberikan sedikit pun manfaat untuk dirinya, dia tidak mampu menolak bahaya, tidak bisa menolak mudharat kecuali dengan bantuan perlindungan ayahnya.

Di sini Ibnul Qayyim Al-Jauziah mengajak kita untuk bisa merasakan bagaimana tingkat ketergantungan kita kepada Allah, dan tingkat meminta perlindungan kepada-Nya sama seperti anak kecil yang bergantung pada ayahnya.

Seorang hamba tidak mampu memperbaiki dirinya kecuali dipaksa oleh Allah. Kita dalam kondisi tidak dapat keluar kecuali Allah yang memaksa kita. Di sini Allah menginginkan kebaikan untuk kita,. karenanya Dia memaksa kita.

Seseorang akan merasa malu kepada Allah jika amal ibadahnya tidak baik, dia akan malu jika amal sedekahnya sedikit, dia akan malu jika lalai. Terutama ketika dia menyadari begitu banyak nikmat yang Allah berikan kepada dirinya. Dia merasa tidak pantas mendapatkan nikmat yang banyak.

Inilah sebuah kesadaran yang harus dimiliki bagi siapapun yang ingin kebahagiaan ada pada dirinya.

Maka ia pun akan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah dengan penuh kerendahan dan sangat dipenuhi rasa kebutuhan, serta dia mengetahui tidak mendapat rahmat Allah, kecuali jika ia terus mengingat-Nya, mendekat kepada-Nya, dan berlomba-lomba menuju ridho-Nya.

 

Exit mobile version