KSP

Mengunci Hijrah Menjadi Sistem Istiqomah

Oleh KH Bachtiar Nasir

Muharram akan berakhir, berganti Safar. Tetapi bagi seorang muslim, Muharram jangan berakhir sebagai momen hijrah, tetapi menjadi momentum sebagai sistem operasi untuk istiqomah.

Akhir Muharram adalah momen untuk bertanya, apakah Muharram hanya menjadi semangat sesaat atau sudah menjadi sistem hidup kita? Ini pertanyaan yang tujuannya untuk menginstal jiwa kita.

Muharram telah mengajarkan bahwa hidup harus memiliki arah, anak harus dijaga sebagai amanah peradaban, rumah harus menjadi markas iman, waktu harus ditata, dosa harus ditinggalkan, ayah harus menjadi imam, ibu harus dimuliakan sebagai madrasah utama, shalat harus menjadi pusat komando, Al-Qur’an harus menjadi cahaya, dan perubahan harus dijaga dengan istiqomah.

Hari ini dengan semangat Muharram mengajak kita untuk closing present. Kita tutup bulan pertama Hijiriah ini harus dengan evaluasi, taubat, komitmen, dan disain amal untuk bulan-bulan berikutnya.

Karena jika hijrah tidak dikunci dengan sistem akan mudah kembali pada kebiasaan lama. Semangat yang tidak dijaga dengan muroqobah atau memelihara konsistensi akan hilang ditelan rutinitas.

Air mata taubat di awal tahun yang tidak diikuti oleh amal yang konsisten akan mudah pudar

Kalimat kuncinya adalah semangat Muharam jangan berakhir. Dengan Muharram harus menjadi awal berlakunya operating system.

Pedoman kita untuk berubah istikamah adalah Surah Al-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١٨

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Dalil kedua sebagai pedoman kita untuk istiqomah, ada di Surah Fussilat ayat 30:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ۝٣٠

Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.” *

Exit mobile version