KSP

Manzilatul Inabah

Oleh KH Bachtiar Nasir

Inabah adalah hati yang selalu kembali kepada Allah.

Al-inabah berasal dari kata inabah (أَنَابَ), yunibu (يُونِيبُ), inabatan.  Pelakunya disebut Abdul Munib.

Allah senantiasa menganjurkan kita kembali kepada-Nya. Bahkan Nabi Ibrahim mendapat ujian khusus dari Allah, agar ia kembali kepada Allah.

Allah perintahkan kepada Nabi Ibrahim setelah dia bertaubat untuk kembali dalam bentuk inabah, di dalam Surah Az-Zumar ayat 54:

وَاَ نِيْبُوْۤا اِلٰى رَبِّكُمْ وَاَ سْلِمُوْا لَهٗ مِنْ قَبْلِ اَنْ يَّأْتِيَكُمُ الْعَذَا بُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ

Artinya: “Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong.” (QS. Az-Zumar 39: Ayat 54)

Dalam Surah Hud ayat 75:

اِنَّ اِبْرٰهِيْمَ لَحَلِيْمٌ اَوَّاهٌ مُّنِيْبٌ ۝٧٥

Artinya: “Sesungguhnya Ibrahim benar-benar penyantun, pengiba, lagi suka kembali (kepada Allah).”

Perjalanan spiritual kita juga harus diperhatikan. Bagaimana perjalanan kita kepada Allah?

Kita mencontoh kepada Nabi Ibrahim. Beliau adalah hamba yang munib, yang hatinya selalu kembali kepada Allah, seperti tertuang dalam surah Qof ayat 32-33:

هٰذَا مَا تُوْعَدُوْنَ لِكُلِّ اَوَّابٍ حَفِيْظٍۚ ۝٣٢

Artinya: “(Dikatakan kepada mereka) “Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang bertobat lagi patuh.

مَنْ خَشِيَ الرَّحْمٰنَ بِالْغَيْبِ وَجَاۤءَ بِقَلْبٍ مُّنِيْبٍۙ ۝٣٣

Artinya: “Dialah) orang yang takut kepada Zat Yang Maha Pengasih (sekalipun) dia tidak melihat-Nya dan dia datang (menghadap Allah) dengan hati yang bertobat.”

Makna Inabah

1. Bersifat umum, yakni Inabah Rubuhiyah, kembalinya seluruh makhluk kepada Allah, baik yang mukmin atau kafir, baik atau jahat, dalam keadaan suka atau tidak suka, pasti akan kembali kepada Allah.

Surah Ar-Rum ayat 33:

وَاِذَا مَسَّ النَّاسَ ضُرٌّ دَعَوْا رَبَّهُمْ مُّنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ ثُمَّ اِذَآ اَذَاقَهُمْ مِّنْهُ رَحْمَةً اِذَا فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُوْنَۙ ۝٣٣

Artinya: “Apabila manusia ditimpa oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali (bertobat) kepada-Nya. Kemudian, apabila Dia memberikan sedikit rahmat-Nya kepada mereka, tiba-tiba sebagian mereka mempersekutukan Tuhannya.”

2. Bersifat khusus, atau inabah Uluhiyyah, yakni kembalinya hamba-hamba pilihan yaitu para wali Allah yang mendapat kesempatan Inabah ilahiah. Kembalinya mereka kepada Allah dengan rasa cinta, ibadah, dengan penghambaan sepenuhnya. (*)

 

Exit mobile version