KSP

Jangan biarkan Muharram Pergi Tanpa Perubahan

Oleh KH Bachtiar Nasir

Sekarang kita sudah berada di penghujung Bulan Muharram. Coba tanyakan, apa yang benar-benar sudah berubah dalam hidup kita?

Lihat Surah All-Hasyr ayat 18:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ۝١٨

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Apa yang akan kita perbuat untuk hari esok?

Hari esok bukanlah besok atau lusa seperti definisi secara umum. Hari esok berdasarkan ayat 18 Surah Al-Hasyr adalah hari perjumpaan kita dengan Allah.

Ayat 18 ini mengajarkan kepada kita, bahwa takwa harus melahirkan muhasabah: apakah shalat kita lebih terjaga sekarang? Apakah hubungan kita dengan Qur’an makin dekat lagi? Apakah dosa yang dulu kita normalisasi sudah mulai kita tinggalkan? Apakah keluarga merasakan akhlak kita menjadi lebih lembut? Apakah waktu digital, harta, dan pekerjaan semakin tertib? Pertanyaan-pertanyaan ini harus kita ajukan kepada diri kita sendiri.

Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam mengingatkan, bahwa sesungguhnya amal-amal itu ditentukan oleh penutupnya.

Beliau Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya” (HR. Bukhari no. 6607).

Karena itu, jangan tutup Bulan Muharram dengan kembali pada kelalaian yang lama.

Sekarang kita masih punya waktu satu hari sampai besok untuk benar-benar menjadi pemenang dari awal tahun Hijriyah ini.

Teruslah melangkah untuk berhijrah.

Muharram menjadi start untuk awal yang baik menjadi pemenang.

Jangan tutup Muharram dengan kelalaian yang lama. Tetapi tutuplah Muharram dengan istighfar atas kekurangan diri, dengan syukur atas hidayah. Tutup Muharram dengan keputusan dengan membawa amal yang baik untuk memasuki bulan Safar.

Tuliskan tiga hal untuk diri kita:

Pertama, tentukan tiga perubahan yang berhasil kita lakukan selama Muharram.

Kedua, satu amal yang terus dijaga selama bulan Safar.

Ketiga, masuklah safar dengan tauhid dan tawakal, agar dikabul dengan cepat oleh Allah. Perlu diingat, Safar bukanlah bulan sial.

Muharam boleh berakhir, tetapi hijrah, istiqomah, dan kontribusi kebaikan tidak boleh berhenti.

Jangan biarkan Muharram pergi tanpa bukti perubahan pada diri kita.*

Exit mobile version