Jangan Berhenti Setelah Asyura

Oleh KH Bachtiar Nasir
Asyura telah berlalu. Dari momentum Asyura kita telah diingatkan pada kehancuran kaum Fir’aun, tentang kemenangan Musa, dan pertolongan Allah kepada orang-orang beriman.
Kemenangan sejati bukan terjadi hanya pada satu hari yang besar, kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menjaga iman setelah momentum kemenangan berlalu.
Allah Subhana Wa Ta’ala mengingatkan pada Surah Hud ayat 112:
فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا۟ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya: Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Awal ayat berupa perintah فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ, anjuran untuk istiqomah karena sudah berada di jalan yang benar.
Rasulullah pun memerintahkan kita untuk istiqomah:
قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ ثُمَّ اسْتَقِم
Katakanlah, “Aku beriman kepada Allah,” kemudian beristiqomahlah. (HR. Muslim)
Asyura telah berlalu, dan ini mengingatkan kita, jangan hanya semangat ibadah saat ada momentum.
Setelah Asyura Allah menguji kita dengan keistiqomahan. Apakah kita istiqomah di jalan kebenaran?
Step-step yang bisa kita lakukan untuk menjaga keistiqomahan, antara lain;
Pertama, pilih amal kecil yang bisa kita lakukan dalam 30 hari ke depan.
Kedua, tutup satu pintu dosa. Setiap orang tahu apa kelemahannya. Jangan hanya menyesal tapi berhentilah dan tutup dari perbuatan dosa.
Ketiga, tulis arah hidup. Kita ingin sebagai hamba Allah yang seperti apa.
Peradaban tidak dibangun oleh orang yang semangatnya hanya satu hari. Tetapi peradaban dibangun oleh orang-orang yang semangatnya istiqomah meskipun pelan, meskipun lelah, meskipun selalu tidak terlihat.
Contohnya, bisnis itu bukan hanya soal produk, tetapi soal mental: sanggupkah bertahan?
Jadilah hamba yang tidak hanya tersentuh oleh kisah kemenangan tetapi ikutlah berjalan di atas kemenangan.