KSP

Ciptakan Spot di Rumah sebagai Pondasi Ketahanan Keluarga 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Konsep ketahanan keluarga secara umum berangkat dari masjid. Tetapi secara khusus bisa diciptakan di rumah.

Bencana alam di Sumatra meninggalkan puing-puing kesedihan. Di Aceh bukan saja banyak masjid yang rusak, tetapi banyak yang hilang, karena banyaknya desa yang hilang. Karenanya bagaimana agar masjid-masjid kembali berdiri di sana.

Karenanya Gerakan pulihkan Aceh dan Sumatera yang dilaksanakan tim AQL Peduli adalah berangkat dari masjid. Pembangunan masjid harus segera dilakukan. Benteng terakhir negara Indonesia umumnya, dan keluarga khususnya yang ingin bertahan dari serangan-serangan baik serangan dalam bentuk nyata atau digital, adalah masjid.

Kembali pada bahasan ketahanan keluarga. Keluarga yang dekat dan berinteraksi dengan masjid, di mana Al-Qur’an dibacakan, akan menjadi ketahanan keluarga yang kuat.

Hal itu juga bisa diterapkan di rumah-rumah keluarga Indonesia.

Keluarga kita akan menjadi keluarga yang penuh pertahanan jika dalam keluarga ditegakkan nilai-nilai shalat di dalam rumah, di mana ada imam, ada makmum, ada shaf.
Begitu juga ada Al-Qur’an yang selalu dibacakan.

Hendaknya ada spot yang menjadi area di mana menjadi tempat ibadah, yang mendatangkan malaikat rahmat.

Kebanyakan spot-spot rumah sekarang adalah tempat piano, home teather, tempat gym, ruang keluarga beserta layar TV besar. Hendaknya spot-spot rumah kita seperti rumah para sahabat Nabi yang menjadikan semua spot dalam rumahnya menjadi tempat dibacakan Qur’an. Sebaiknya dibuat juga spot-spot yang bisa mengundang malaikat dengan ibadah di situ.

Inilah pusat-pusat pertahanan keluarga yang dibangun secara spiritual.

 

Exit mobile version