Apakah Ada Perubahan pada Diri Kita di Ramadhan Ini?

Oleh KH Bachtiar Nasir
Tak terasa Ramadhan sudah sampai di sepuluh hari pertama. Secara angka memang kita masih punya 19 atau 20 hari lagi di Ramadhan ini. Tetapi, apakah usia kita akan sampai ke akhir Ramadhan?
Masalahnya bukan apakah kita masih punya waktu di Ramadhan, tetapi apakah sampai hari ini sudah ada perubahan pada diri kita terkait Ramadhan?
Berapa banyak nikmat yang Allah berikan di Ramadhan ini kita anggap sambil lalu saja: nikmat iman, nikmat ada keluarga, nikmat rezeki dan utamanya nikmat kita masih menikmati Ramadhan.
Kita sibuk sendiri, tetapi lupa kepada Yang Maha Memberi Nikmat.
Ya Allah, betapa bodohnya kami, kami sibuk mencari nikmat-Mu tetapi lupa pada Sang Pemberi Nikmat.
Betapa seringnya kita merasakan nikmat Allah tetapi bukannya bersyukur, malah kadang kita kufur.
Betapa banyak karunia yang Allah beri, tetapi kita klaim sebagai milik kita.
Allah memberi karunia-Nya bukan agar kita sombong, tetapi agar kita membantu sesama dan mengajak orang-orang untuk dekat kepada-Nya.
Wahai orang-orang yang sudah sampai di sepuluh hari Ramadhan, sudahkah engkau sungguh-sungguh mensyukuri nikmat dan dekat kepada-Nya?
Banyak di antara kita belum merasakan bedanya Ramadhan ini dengan tahun-tahun sebelumnya atau bahkan lebih buruk. Renungkanlah, berapa banyak dosa yang belum kita sesali dan bertaubat?
Rasulullah bersabda, النَّدَمُ تَوْبَةٌ, penyesalan adalah bagian dari taubat (HR Ibnu Majah).
Tangisan bukanlah kelemahan, tetapi bukti bahwa hati masih hidup.
Jika Sepuluh hari Ramadhan ini, hati kita masih keras, masih marah jika ada yang meminta, mungkin hati kita belum benar-benar bertaubat.
Sadarkah, sudah berapa lama kita tidak menangis akan dosa-dosa kita? Astaghfirullah wa atubu ilaih.
Mari bertaubat,
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
“Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Maha Hidup, Maha Kuasa, dan kepada-Nya aku bertaubat.”
Kalau belum ada tangis karena Allah, boleh jadi hati tertutup oleh hal lainnya dan belum bertaubat kepada Allah.
Mumpung masih ada waktu, Ramadhan ini waktu yang tepat bertaubat. Apakah belum juga tersentuh hati ini?
Sebelum sakaratul maut menimpa, sebelum ada penyesalan yang panjang, hadapkan diri kepada Allah.
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
“Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” (HR. Ahmad)
Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, kosongkan hatiku dari hal-hal yang menyebabkan Engkau tidak menjadi hidupku.
Ya Rahman Ya Rahim, wahai Engkau yang menjadi perantara antara aku dan hatiku, jangan biarkan hatiku terhalang kepada-Mu.
Ketika kita lapar, siapa yang memberi makanan?
Ketika kita kesulitan, siapa yang datang melapangkan?
Ketika kita jatuh, siapa yang menolong dan menenangkan hati kita?
Mengapa jika datang yang meminta tolong, hati kita berpaling?
Allah berfirman dalam hadits qudsi:
Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah -‘Azza wa Jalla- berfirman pada hari kiamat, ‘Wahai Anak Adam! Aku sakit, namun engkau tak menjenguk-Ku!’” (Anak Adam) berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana aku menjenguk-Mu, sementara Engkau adalah Rabb seluruh alam semesta?” (Allah) menjawab, “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku, si fulan, menderita sakit, namun engkau tidak menjenguknya? Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau menjenguknya, engkau akan mendapati-Ku di sisinya? Wahai Anak Adam! Aku telah meminta makan kepadamu, namun engkau tak memberi-Ku makan!” (Anak Adam) berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana aku memberi-Mu makan, sementara Engkau adalah Rabb seluruh alam semesta?” (Allah) menjawab, “Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku, si fulan, telah meminta makan kepadamu, tapi engkau tidak memberinya makan? Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau memberinya makan, engkau pasti akan mendapatkan (balasan) itu di sisi-Ku? Wahai Anak Adam! Aku telah meminta minum kepadamu, namun engkau tak memberi-Ku minum!” (Anak Adam) berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana aku memberi-Mu minum, sementara Engkau adalah Rabb seluruh alam semesta?” (Allah) menjawab, “Hamba-Ku, si fulan, telah meminta minum kepadamu, namun engkau tak memberinya minum! Tidakkah engkau tahu bahwa jika engkau memberinya minum, engkau pasti akan mendapatkan (balasan) itu di sisi-Ku.”
[Hadis Riwayat Muslim]
Ramadhan sedang mencari orang-orang yang mau kembali kepada Allah.
Coba periksa, kenapa hati belum juga lembut, dan taubat tidak sungguh-sungguh. Kenapa dosa masih dilakukan. Apakah Akau sudah meminta ampunan sungguh-sungguh kepada Allah?
Barangkali ini adalah Ramadhan terakhirku, apakah aku sudah siap menghadap Engkau?
Terimalah taubat kami Ya Allah, semoga aku mampu memantaskan diriku untuk mendapatkan berkah di dua puluh hari ke depan.
