KSP

Agar Engkau Menjadi Orang yang Berbahagia 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Orang yang paling berbahagia adalah yang mendapat cinta dan ridho Allah. Itulah balasan cinta kepada Allah.

Iman menghapuskan semua kesedihan. Iman merupakan permata hati bagi orang-orang yang sudah mentauhidkan Allah.

Mereka yang sudah mengucapkan kalimat tauhid dengan imannya:

لا إلٰهَ إلاَّ الله وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ حَيٌّ لا يَمُوتُ بِيَدِهِ الخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak untuk disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian, yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha hidup dan tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dia akan merasakan kebahagiaan di tengah kesedihannya. Dia akan bangkit dan dukacita berganti menjadi sukacita.

Iman merupakan hiburan bagi para ahli ibadah, dengan selalu berzikir dan mengingat Allah. Seperti zikir yang dilantunkan Rasulullah pada hari Arafah: Laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalahuu lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu biyadihil khoiru wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir.

Tiba-tiba ada ruang kebahagiaan di hatinya yang tidak dimiliki oleh seorang sultan atau permaisuri sekali pun.

Untuk bahagia kita tidak perlu mengeluarkan harta benda, tidak perlu pencitraan. Kita sudah cukup bahagia dengan adanya getaran takut, getaran harap, dan getaran cinta kepada Allah.

Itulah dasar-dasar kebahagiaan yang harus dimiliki oleh seorang mukmin dan mukminah.

Agar menjadi manusia yang paling bahagia

Dari Ibnu Qayyim Al-Jauziah, dia berkata:

Kunci Kebahagiaan adalah, ridhoilah ketetapan yang telah dipastikan dan rezeki yang telah bagikan.

Segala sesuatu berjalan menurut takdir, maka tinggalkanlah keluh kesah, karena hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang, dosa-dosa diampunkan.

Karenanya Tuhan Yang Maha Mengetahui menjadi ridho. Dan dengan zikir pula kesusahan akan dilapangkan

Rezeki adalah bagian dari ketetapan Allah. Alih-alih mengeluh ada bencana, menerimanya sebagai ketetapan Allah bisa melapangkan hati.

Elaborasinya atau konsep jelasnya seperti ini:

1. Kebahagiaan itu dimulai dari keridhoan Allah.

2. Kebahagiaan bukan lahir dari memiliki segalanya, tetapi dari menerima dengan apa yang Allah tetapkan.

Orang yang ridho dengan ketetapan Allah tidak sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain, karena dia yakin apa yang telah ditetapkan Allah tidak akan salah alamat.

Bahkan bencana pun dirasa mendatangkan rahmat.

Semua takdir terjadi dengan ukuran yang tepat. Setiap kesedihan, kegagalan, ujian, datangnya sesuai dengan kadar kemampuan kita.

Kesadaran ini akan membebaskan hati dari kecemasan yang berlebihan. Hal yang luput memang tidak ditakdirkan untuk kita. Dan hal yang sudah menjadi hak kita juga tidak akan luput dari kita.