KSPTadabbur

Doa-doa Dalam Surah Al-Fatihah (1)Bismillahirrahmanirrahim

 

Oleh KH Bachtiar Nasir

Bismillaahirrahmaanirrahim.

 

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ‎﴿ ١﴾‏

‏

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

Dalam salah satu hadits, dari Abu Sa’ad Mu’alla, ia berkata,

 

كُنْتُ أُصَلِّي فِي المَسْجِدِ، فَدَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ أُجِبْهُ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي، فَقَالَ: ” أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ: {اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ} [الأنفال: 24]. ثُمَّ قَالَ لِي: «لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِي القُرْآنِ، قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ المَسْجِدِ». ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِي، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ، قُلْتُ لَهُ: «أَلَمْ تَقُلْ لَأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِيَ أَعْظَمُ سُورَةٍ فِي القُرْآنِ»، قَالَ: {الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ} [الفاتحة: 2] «هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي، وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ»

Suatu saat saya sedang melaksanakan shalat di masjid, tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku namun saya tidak menjawab panggilannya hingga shalatku selesai. Setelah itu, saya menemui beliau dan berkata,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya pada waktu itu saya sedang shalat.” Beliau bersabda: “Bukankah Allah telah berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu). Beliau bersabda lagi, “Sungguh, saya akan mengajarimu tentang surah yang paling agung yang terdapat di dalam Al Qur`an sebelum kamu keluar dari Masjid.” Kemudian beliau memegang tanganku, dan saat beliau hendak keluar masjid, saya pun berkata, “Bukankah engkau berjanji, ‘Saya akan mengajarimu surah yang paling agung yang terdapat di dalam Al Qur`an?’” Beliau menjawab: (Yaitu surah) {alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiin} (Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam), ia adalah As-Sab’u Al-Matsani, dan Al-Qur`an Al-Azhim yang telah diwahyukan kepadaku.  (HR Bukhari)

 

Mayoritas ulama mengatakan  بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ‎pada Surah Al-Fatihah merupakan bagian dari surah atau pembuka surah. Adapun بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ‎pada surah-surah lainnya menjadi pembuka bukan sebagai bagian dari surah.

 

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ‎

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

Ada permohonan doa dalam kalimat بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. ‎Sebagai seorang muslim hendaknya kita menyebut nama Allah subhanahu wa ta’ala dalam setiap aktivitasnya agar mendapat pahala dan keberkahan.

Menurut A. Hassan, dengan menyebut nama Allah itu, maksudnya di sini adalah:

  1. Aku membaca Surah ini dengan perintah Allah.
  2. Aku membaca Surah ini dengan pertolongan Allah.
  3. Diturunkan Surah ini dengan perintah Allah.
  4. Diturunkannya Surah ini dengan Rahmat Allah, dan sebagainya.

 

Asmaulhusna Ar-Rahman Ar-Rahim

Setelah lafzhul jalalah Allah, setelahnya ada dua asmaulhusna yang agung, yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim. Kita berdoa dan bersyukur bisa memulai segala hal dengan menyebut Allah Ya Rahman Ya Rahim.

Jika kita memulai doa dengan menyebut Ya Rahman Ya Rahiim, berarti kita sudah menyebut atau memanggil Allah dengan nama yang agung, yang Dia suka. Pasti Allah merespon. Misalnya kita menyebut, “Allah Ya Rahman, aku sehat wal’afiat.” Atau, “Allah Ya Rahim, aku dimampukan untuk membaca Al-Qur’an.”

 

Allah Ya Rahman! Allahu Akbar! Tabarakallah!

 

Janganlah kita berdoa dengan cara to the point atau langsung mengatakan apa yang kita minta. Awali dulu dengan pujian terhadap Allah. Karenanya di dalam Surah Al-Fatihah dibuka dulu dengan kalimat puji-pujian kepada Allah, dengan kata-kata, Alhamdulillahirobbil’alamiin, Ar-Rahman Ar-Rahiim (segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). (*)