KH Bachtiar Nasir Berharap Dai Tentukan Prioritas Dakwah

JAKARTA–Pimpinan Perkumpulan AQL, KH Bachtiar Nasir mengharapkan agar para dai dapat menentukan skala prioritas sasaran dakwah. Menurut UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir, jangan sampai para dai lebih memfokuskan dakwah kepada mereka yang tidak membutuhkan peringatan. Misalnya mendakwahi penguasa atau petinggi.
“Karena kalau itu yang dijalankan, terbalik jadinya. Kalau dulu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu integritasnya tinggi. Rasulullah mendakwahi petinggi Quraisy, padahal mereka tidak mau menerima peringatan,” ungkap UBN dalam video kajian Alquran surat Abasa ayat 11 yang tayang di kanal Youtube, ditulis Ahad (4/2/2024).
Karena integritas tinggi, Rasulullah tidak sampai terwarnai oleh ucapan-ucapan petinggi Quraisy. “Nabi Muhammad itu bisa keluar dengan tidak terkontaminasi,” jelas UBN.
Sementara, lanjut UBN, dai-dai, ulama-ulama saat ini, ketika bertemu dengan penguasa atau berhadapan dengan level lebih tinggi, begitu pulang malah terwarnai.
“Kalau levelnya tidak kaya Rasulullah, kemudian mendakwahi petinggi, terbalik. Malah (dai itu) menyampaikan si petingginya. Jadi agen si petingginya itu,” ujar Ketua Umum DPP Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) ini.
UBN mengimbau agar para dai, ulama kembali membuka tafsir Alquran surat Abasa ayat 11. “Ini soal strategi dan integritas dakwah. Hendaklah mereka senantiasa terus menerus dalam dakwah mereka seperti Nabi ini. Jangan sampai kemudian terpelanting, terkontaminasi. Intinya integritas,” jelas UBN.
Pada kesempatan ini, UBN kembali menekankan agar jangan terlalu serius mendakwahi mereka yang tidak membutuhkan peringatan. Sementara dai malah melalaikan mereka yang sejatinya membutuhkan peringatan.
“Jangan sampai kita berdakwah salah arah. Contohlah Rasulullah dan para sahabat dalam menentukan skala prioritas, objek kita dakwahi itu,” kata UBN.*
