3MQuTadabbur

Dahsyatnya Surat Al-Fatihah

Oleh KH Bachtiar Nasir

Bismillāhirrahmānirrahiīm

Surat Al Fatihah sudah dikenal oleh setiap muslim sejak kecil, dan menjadi bacaan wajib dalam shalat lima waktu setiap hari. Tetapi perlu kita ketahui bagaimana dahsyatnya surat ini, agar kita bisa lebih menghayati setiap ayatnya saat membacanya.

Al Fatihah artinya pembukaan.

Imam Al-Qurtubi memberikan nama lain untuk surat Al Fatihah ini, di antaranya adalah Al Kafi, Asy Syafi’ artinya yang memberikan dampak kesembuhan, Al Wafi artinya yang menyeluruh.

Surat Al Fatihah dimulai dengan bacaan basmallah. Bismillāhirrahmānirrahiīm. Bacaan basmallah sebagai bagian dari surat di dalam Al-Qur’an hanya ada di dua surat saja. Pertama, ada di dalam Surat Al Fatihah. Kedua ada di Surat An Naml yang berkenaan dengan isi surat Nabi Sulaiman yang diawali dengan kata basmallah.

Jadi seluruh kata basmallah di dalam Al Qur’an yang merupakan bagian dari ayat hanya ada di Surat Al Fatihah dan Surat An Naml.

Sebutan lain Surat Al Fatihah adalah As Sab’a al matsani atau tujuh ayat yang berulang-ulang. Para ulama mengatakan, tujuh ayat yang berulang-ulang ini adalah tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang setiap hari minimal 17 kali di dalam shalat. Itulah Surat Al Fatihah. Tentu ada rahasia dari Allah, kenapa surat ini harus diulang 17 kali.

Pendapat lain tentang As Sab’a al matsani maknanya adalah nama Allah berulang-ulang dipuji. Kalau Allah Subhana Wa Ta’ala memerintahkan tujuh ayat ini berulang-ulang karena begitu dahsyatnya, dan tidak ada mantra sekuat tujuh ayat ini. Mantra lain pasti akan robek di hadapan Surat Al Fatihah ketika kita membacanya dengan keyakinan yang dalam.

Lebih dari itu, surat ini juga disebut dengan Shiratal Mustaqim atau petunjuk jalan yang lurus.

Ilmu dari Surat Al Fatihah ini dahsyatnya melebihi kekuatan bom yang mematikan. Maksudnya adalah, kalau manusia terkena bom dan mati, matinya bisa dengan kondisi husnul khatimah. Tetapi jika saya salah dalam mengajarkan Surat Al Fatihah bisa masuk ke dalam neraka. Naudzubillah mindzalik.

Bertemunya ilmu Allah dengan ilmu yang diajarkan kepada kita dan bertemulah antara kehendak Allah dan kehendak kita, itu yang menjadi keinginan kita. Inilah kunci orang yang sukses sesungguhnya. Orang yang akan mendapatkan taufik-Nya adalah orang yang beruntung, orang yang dipahamkan kepadanya Al Qur’anul karim.

 

Istimewanya Surat Al Fatihah

Kalau kita ingin mempelajari ilmu terbaik dari orang masa lalu, dan ilmu terbaik dari nabi dan rasul masa lalu, maka mulai dari suhuf yang diturunkan kepada Adam, Nuh, dan Ibrahim. Merekalah pilar-pilar peradaban muka bumi. Nabi Adam adalah bapak biologis manusia pertama. Nabi Nuh adalah rasul pertama setelah terjadinya kemusyrikan. Lalu terjadi kebejatan moral manusia yang begitu mewabah jahatnya, sehingga Allah menurunkan Nabi Ibrahim sebagai bapak manusia kedua, sekaligus Nabi Ibrahim juga bapak ideologi setelah Nabi Nuh Alaihissalam. Tetapi pada masa Nabi Ibrahim tidak terjadi penghancuran manusia seperti di masa Nuh Alaihissalam. Semua keturunannya adalah induk para nabi dan rasul yang berkiblat kepada Nabi Ibrahim.

Sejak zaman Nabi Adam sampai ke Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, seluruh ilmu terbaik dan kalimat-kalimat terbaik di seluruh muka bumi ini sudah dirangkum di dalam kitab-kitab suci. Kemudian semua kitab suci itu sudah dirangkum ringkasannya di dalam Al Qur’an. Sehingga kita tidak perlu lagi membaca Taurat, Zabur, dan Injil, karena seluruh isinya sudah dirangkum dalam Al Qur’anul karim. Seluruh isi Al Qur’an sudah dirangkum oleh seluruh surat-surat pendek di dalam Al-Qur’an. Seluruh surat-surat pendek itu sudah dirangkum oleh Surat Al Fatihah yang tujuh ayat ini. Betapa luar biasanya seluruh isi Al Fatihah.

Dari surat Al Fatihah ini secara ringkas ada tiga bagian penting:

  1. Bagian pertama isinya berupa pujian.
  2. Bagian kedua isinya berupa penyerahan diri secara total kepada Allah Subhana wata’ala.
  3. Bagian ketiga isinya berupa permintaan yang paling hebat

Jadi semua isi di dalam Surat Al Fatihah ini merupakan intisari atau ekstrak dari Al Qur’an. Ekstrak pujian kepada Allah seperti apa?

 

Pertama, pujian kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Pujian kepada Allah ada pada empat ayat pertama.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

Pemilik hari Pembalasan.

Inilah inti atau ekstrak dari segala pujian kepada Allah. Bagi siapa saja  yang ingin mendapatkan kedekatan dan ingin mendapatkan cipratan Allah Yang Maha Terpuji, maka perhatikanlah empat ayat pertama itu.

 

Kedua, penyerahan diri kepada Allah

Inti dari penyerahan diri kepada Allah ada pada ayat 5.

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Ini adalah hakikat penyembahan dan penyerahan diri secara total kepada Allah Subhana Wa Ta’ala. Masya Allah, beruntunglah orang-orang yang diberikan karunia taufik dengan menjalani hidup yang Iyyaka na‘budu wa iyyaka nasta‘in secara kompleks.

Setelah menyerahkan diri secara total, barulah kita bisa memintakan apa yang kita minta kepada Allah pada tahapan berikutnya.

 

Ketiga, permintaan yang paling hebat

Permintaan yang paling hebat adalah permintaan kita kepada Allah yang ada di ayat 6 dan 7.

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

Bimbinglah kami ke jalan yang lurus,

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Inilah permintaan dari orang yang paling hebat di muka bumi. Sesungguhnya permintaan yang wajib diminta oleh manusia ada di ayat 6 dan 7. Di sini rahasianya kenapa para nabi dan rasul sering berdoanya diawali dengan “Robbana”.

Kalau ingin hidup ini selamat, bahagia, sukses sekaligus mulia, mintalah Ihdinas-shirātal-mustaqim. Bahkan didetailkan di sini jalan lurus atau shiratal mustaqim-nya itu seperti apa karakternya, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) orang-orang yang sesat.

Barangsiapa yang aamiin-nya dalam membaca Surat Al Fatihah berbarengan dengan aamiin-nya malaikat, maka akan diampunkan dosa-dosanya oleh Allah. Semua dosanya yang lalu. Inilah bagaimana dahsyatnya Surat Al Fatihah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَالَ الْإِمَامُ  غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَقُولُ آمِينَ وَإِنَّ الْإِمَامَ يَقُولُ آمِينَ فَمَنْ وَافَقَ تَأْمِينُهُ تَأْمِينَ الْمَلَائِكَةِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Jika imam membaca ‘ghoiril maghdhubi ‘alaihim wa laaddhoolliin’, maka ucapkanlah ‘aamiin’ karena malaikat akan mengucapkan pula ‘aamiin’ tatkala imam mengucapkan aamiin. Siapa saja yang ucapan aamiin-nya berbarengan dengan ucapan ‘aamiin’ malaikat, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. An-Nasa’i, no. 928; Ibnu Majah, no. 852. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Semoga kita mendapat taufik hidayah dari Allah subhana Wa Ta’ala. Kalau Allah Ar-Rahman sudah berkehendak memberikan rahmat-Nya kepada kita, sungguh kita termasuk orang yang beruntung.

 

Exit mobile version