Mengikuti Organisasi Dakwah

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
JIKa munculnya organisasi dan kelompok-kelompok dakwah itu semuanya memang bertujuan untuk berdakwah di jalan Allah SWT. dan melakukan perbaikan dan perubahan umat ke arah yang lebih baik, tentu itu adalah hal yang sangat baik dan perlu mendapat dukungan dan dorongan dari semua umat. Karena bisa jadi sebagian organisasi atau kelompok itu fokus untuk berdakwah di daerah tertentu yang organisasi tidak menyentuhnya, atau dalam bidang tertentu yang berbeda dengan organisasi atau kelompok yang lainnya.
Maka selama organisasi dan kelompok-kelompok dakwah tersebut berada dalam kebenaran, yaitu yang sesuai dan tidak bertentangan dengan Alquran dan Sunnah Nabi SAW serta Ijma’ umat Islam, tentu dibolehkan mengikuti organisasi atau kelompok-kelompok dakwah tersebut.
Bahkan sebagian ulama zaman sekarang berpendapat bahwa adalah suatu keharusan bagi umat Islam yang berjuang dan berdakwah untuk membentuk dan bergabung dalam jamaah atau kelompok dakwah, karena perjuangan dan dakwah umat Islam zaman sekarang ini sangat memerlukan bentuk kerjasama dalam suatu wadah apapun itu namanya yang menghimpun individu-individu yang berjuang dan berdakwah bersama dalam wadah tersebut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّـهَ ۖ إِنَّ اللَّـهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Surat Al-Maidah [5]: 2).
Dalam ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk selalu tolong-menolong dan bahu membahu dalam melakukan kebaikan dan untuk ketakwaan. Dan berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan salah satu amal kebaikan dan ketakwaan yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam.
Melihat realita yang ada di lapangan, kita dapat mengambil pelajaran bahwa perjuangan secara individu-individu, betapapun semangat dan ikhlasnya tidak membawa perubahan dan pengaruh yang diharapkan, baik dari segi waktu maupun luasnya cakupan dakwah. Hal itu karena terbatasnya kemampuan dan kekuatan individu-individu tersebut.
Begitu juga, meskipun orang yang berdakwah itu banyak, namun jika semuanya jalan sendiri-sendiri tanpa ada sinergi dan kerjasama, bahkan mungkin saling menjatuhkan, tentu itu juga melemahkan pengaruh dakwah itu sendiri di tengah masyarakat.
Dan kalau kita melihat kepada pihak yang menentang dan memusuhi dakwah Islam itu, kita dapat melihat bahwa meskipun nama, tujuan dan cara mereka berbeda antara satu dengan yang lain, namun mereka bekerjasama, bersinergi dan membentuk organisasi yang mempersatukan usaha dan perjuangan mereka. Karena itulah Allah SWT. berfirman:
وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Surat Al-Anfal [8]: 73).
Ayat di atas menegaskan bahwa jika umat Islam tidak saling menolong dan tidak saling membantu di antara mereka sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang kafir maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa di antara yang dimaksudkan dengan fitnah dalam ayat ini adalah menyebarnya kekufuran dan kesyirikan, sedangkan yang dimaksudkan dengan kerusakan yang besar adalah dikalahkan dan dikuasainya umat Islam oleh orang-orang kafir.
Disinilah diperlukannya organisasi atau kelompok dakwah yang menghimpun kekuatan dan kemampuan individu-individu umat Islam yang ingin berjuang dan berdakwah di jalan Allah Ta’ala, sehingga dakwah yang dijalankan dapat mencapai tujuannya dalam waktu yang cepat dan dengan cakupan yang luas.
Namun, ketika ingin ikut atau masuk ke suatu organisasi atau kelompok dakwah untuk berjuang dan berdakwah di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai seorang muslim ada hal-hal yang harus menjadi perhatian kita dan tidak boleh kita abaikan, di antaranya dalah:
- Selalu berpegang teguh kepada kebenaran, yaitu yang sesuai dan tidak bertentangan dengan al-Qur`an dan Sunnah Nabi SAW. Hal itu berarti selalu menjadikan kedua hal itu sebagai pegangan dan standar penilaiannya, dan tidak melihat kepada ucapan atau perkataan siapapun, meskipun dia adalah pimpinan organisasinya, jika ia bertentangan dengan al-Qur`an dan Sunnah Nabi SAW. maka harus ditinggalkan.
- Meninggalkan sikap fanantik terhadap organisasi atau kelompoknya yang mengakibatkannya selalu membela kelompoknya baik dalam kebenaran maupun kebatilan.
- Tidak menghina dan merendahkan orang lain berdasarkan organisasi atau kelompoknya, dan tidak menjadikan organisasi atau kelompoknya itu sebagai dasar loyalitas atau berlepas diri karena seharusnya yang menjadi dasar loyalitas seorang muslim adalah al-Qur`an dan Sunnah Nabi SAW. Maka, tidak boleh bagi seorang muslim membenci orang lain karena berbeda kelompok dengannya, atau hanya mencintai orang-orang yang satu kelompok dengannya. Karena seharusnya umat Islam itu adalah bersaudara sehingga mereka harus saling mengasihi dan saling menolong antara satu dengan yang lain.
Dan bagi organisasi dan kelompok-kelompok dakwah yang ada di tengah masyarakat, tentu harus saling bekerja sama dan bersinergi antara yang satu dengan yang lainnya, karena dengan bersinergi itu mereka akan dapat melakukan hal-hal besar yang tidak akan mampu mereka lakukan jika dilakukan sendiri-sendiri. Apalagi jika berkaitan dengan masalah yang berkaitan dengan seluruh umat Islam, di sini umat islam harus bersatu padu membela dan memperjuangkan kepentingan umat Islam di manapun mereka berada. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّـهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّـهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Surat Al-Anfal [8]: 46).
Wallahu a’lam bish shawab.*