Tadabbur

Berzikir Saat Takut di Laut

Oleh KH Bachtiar Nasir

Kabar terkini kita dengar dari Tunisia, bahwa, kapal terbesar kembali menjadi sasaran serangan baru dengan pesawat nirawak (drone) pembakar, yang memicu kebakaran di dek atasnya. Serangan terjadi sekitar pukul 23.30, tanggal 9 September kemarin, waktu Tunisia.

Apa yang kita bayangkan, kapal belum berlayar tetapi sudah diserang? Kita yang tidak berada di sana juga bisa timbul rasa takut.

Di laut, kita tak cuma takut pada gelombang tinggi yang bisa menghantam kapal dan perahu, tetapi dalam kejadian ini kita juga takut diserang .

Tetapi sebagai seorang muslim, kita perlu memenangkan hati dengan zikir tentang laut yang berasal dari Al-Qur’an.

Lihat Surah An-Nahl ayat 14:

وَهُوَ الَّذِيْ سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوْا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَّتَسْتَخْرِجُوْا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُوْنَهَاۚ وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٤

Artinya:
“Dialah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daging yang segar (ikan) darinya dan (dari lautan itu) kamu mengeluarkan perhiasan yang kamu pakai. Kamu (juga) melihat perahu berlayar padanya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.”

Hal yang paling baik kita kerjakan ketika berada di kapal adalah bersyukur, seperti pada ujung Surah An-Nahl ayat 14 itu.

Bayangkan jika kita dalam posisi di atas perahu atau kapal, berlayar di lautan. Kapal yang kita naiki diserang? Jangan takut, tetapi takutlah kepada Allah Subhana Wa Ta’ala.

Tiga alasan bersyukur di tengah laut berdasarkan ayat 14 Surah An-Nahl:
1. Agar bisa memakan ikan segar dari laut.
2. Kita mendapatkan perhiasan dari laut (laut mengeluarkan perhiasan atas izin Allah).
3. Perahu-perahu bisa berlayar di laut, dan Allah yang izinkan agar hukum laut bisa dibelah (diarungi) kapal dan perahu.

Dari situ kita bisa bersyukur sebagai pengganti rasa takut.

Tentang Laut

Tidak selalu air laut rasanya asin. Ada juga yang tawar. Dan tidak akan bersatu antara laut asin dan tawar meskipun di tengah lautan. Di dalam laut pun ada api.
Semua itu atas izin Allah.

Karenanya kita harus bersyukur kepada Allah. Inilah alasan rasional terhadap pemberian Allah dari laut.

Tentang zikir laut juga ada di Surah Al-Jaziyah ayat 12:

Allah yang perintahkan angin agar mendorong kapal di laut.

۞ اَللّٰهُ الَّذِيْ سَخَّرَ لَكُمُ الْبَحْرَ لِتَجْرِيَ الْفُلْكُ فِيْهِ بِاَمْرِهٖ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَۚ ۝١٢

Artinya:
“Allahlah yang telah menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, agar kamu dapat mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.”

Lihat Surah Yunus ayat 22:

هُوَ الَّذِيْ يُسَيِّرُكُمْ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ ۗ حَتّٰۤى اِذَا كُنْتُمْ فِى الْفُلْكِ ۚ وَ جَرَيْنَ بِهِمْ بِرِيْحٍ طَيِّبَةٍ وَّفَرِحُوْا بِهَا جَآءَتْهَا رِيْحٌ عَا صِفٌ وَّجَآءَهُمُ الْمَوْجُ مِنْ كُلِّ مَكَا نٍ وَّظَنُّوْۤا اَنَّهُمْ اُحِيْطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَـهُ الدِّيْنَ ۙ لَئِنْ اَنْجَيْتَـنَا مِنْ هٰذِهٖ لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الشّٰكِرِيْنَ

Artinya:

“Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan (dan berlayar) di lautan. Sehingga ketika kamu berada di dalam kapal, dan meluncurlah (kapal) itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya; tiba-tiba datanglah badai dan gelombang menimpanya dari segenap penjuru, dan mereka mengira telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa dengan tulus ikhlas kepada Allah semata (seraya berkata), “Sekiranya Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pasti kami termasuk orang-orang yang bersyukur.”

Mahabenar Allah dengan segala firman-Nya.