Berita

Semarak Dakwah Piala Dunia Qatar Dibahas di Kajian 3MQu

JAKARTA—Ada yang berbeda dari Kajian 3MQu edisi Senin, 12 Desember 2022. Kajian yang dipandu tetap oleh KH Bachtiar Nasir dan KH Deden Makhyaruddin, kali ini membahas soal Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar.

Hal menarik yang dikupas adalah perihal semarak dakwah tuan rumah Qatar pada even FIFA empat tahunan ini. KH Bachtiar Nasir menyampaikan rasa bangga kepada Qatar yang telah menyebarkan pesan Islam pada penyelenggaran Piala Dunia 2022.

Kesuksesan Qatar yang menyampaikan citra Islam ke seluruh dunia ini memang bukan persoalan sederhana. Menurut UBN, sapaan karib KH Bachtiar Nasir, sejak Qatar ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 beberapa tahun lalu, tudingan negatif disasar kepada FIFA dan Qatar.

“Sebetulnya FIFA ini sudah menerima tuduhan cukup panjang dari 2010. Bayangkan sampai 2022. Sejak ditetapkanya Qatar sebagai tuan rumah. Bisa dibayangkan ya, 12 tahun yang lalu. Tuduhan terhadap terorisme Islam, saat itu lagi perang-perangnya terjadi di dunia Islam,” ungkap Pimpinan AQL Islamic Center ini.

Dikatakan UBN, Piala Dunia 2022 ini memang jauh-jauh hari diprediksi bakal terjadi benturan budaya sepak bola dengan keyakinan Islam. Qatar banyak menerima label negatif, baik rasis maupun islamophobia. Tetapi, Qatar mampu menampilkan jati diri Islam menangkal budaya-budaya luar. Seperti melarang kampanye LGBT pada momen Piala Dunia 2022.

Selain itu, Qatar juga melarang minuman keras yang menjadi tradisi suporter pada setiap even Piala Dunia. Pada Kajian 3MQu yang ditayangkan secara live di Youtube ini juga menanyangkan video kebaikan warga Qatar kepada para suporter dari berbagai negara. Seperti berbagi makanan dan minuman maupun berbagi tumpangan penginapan.

KH Deden Makhyaruddin mengatakan semarak dakwah yang dilakukan Qatar ini merupakan bagian dari menjalankan fardu kifayah. “Akhirnya bisa melihat ada satu negara yang mengugurkan fardu kifayah seluruh muslim di dunia untuk mensiarkan dakwah Islam ke seluruh dunia,” jelas Kiai Deden.

Menurut Kiai Deden, dakwah Islam ke seluruh dunia itu kewajiban. Jika tidak ada satu pun kelompok yang melakukannya maka semua muslimin berdosa semuanya.

“Tetapi dengan tampilnya, dalam hal ini Qatar, maka kewajiban seluruh muslimin di dunia sudah tertunaikan untuk mendakwahkan, memperlihatkan Islam ke seluruh dunia. Dan Piala Dunia ini momen yang tepat, karena ditonton oleh semua orang. Semua orang bisa melihat,” ungkap Kiai Deden.

Sementara itu pendakwah milenial Kang Handy Bonny menyampaikan fakta-fakta terkait kesuksesan dakwah Qatar di Piala Dunia. Mengutip Selebgram Khaled A. Beydoun, Kang Bonny mengatakan isu kemerdekaan Palestina begitu kencang digelorakan pada even Piala Dunia 2022.

“Bendera apapun di Piala Dunia yang berkibar, tetapi yang populer adalah berkibarnya bendera Palestina. Bendera Palestina paling populer di Piala Dunia,” kata Kang Bonny.

Kemudian, di Qatar wanita berjalan sendirian pun merasa nyaman. Di Piala Dunia Qatar ini juga terasa seperti keluarga. Berbagi makanan-minuman, berbagi penginapan maupun berbagi tumpangan kendaraan bagi suporter yang berjalan kaki terlalu jauh ke penginapan.

Perihal larangan minuman keras juga diungkap Khaled A. Beydoun, diceritakan kembali oleh Kang Bonny. Suporter yang hari-harinya lekat dengan miras, tetapi begitu hadir di Qatar mereka bisa hidup tanpa alkohol.

Kisah sukses dakwah Qatar di Piala Dunia perlu didukung dengan menyebarkan ke media sosial. “Maka ini menjadi kewajiban kita untuk menshare kebaikan-kebaikan Qatar dan keberhasilan dakwah di Qatar sampai ada ratusan orang mualaf. Dan bahkan jutaan orang yang kemudia kepo secara detail memahami Islam lebih lanjut. Dan ini yang harus kita dukung dan share di sosial media kita. Kita posting tentang keberhasilan dakwah Qatar,” ungkap Kang Bonny.*

Exit mobile version