Artikel

Terus Bergerak Bersama Palestina

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar. Dan, sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Al-Isra ayat 9-10)

Jika ingin melihat Palestina seutuhnya, maka jangan hanya melihat Palestina hanya sekadar dari sudut pandang politik saja, apalagi bila melihatnya dari framing yang telah dibuatkan Barat dan medianya yang memang sudah jelas hobi menyudutkan Islam.

Lihatlah perkara Palestina dengan apa yang Allah Azza wa Jalla firmankan dalam Al-Quran, QS Al-Isra dalam bentuk keimanan yang kuat. Dengan mengimani keberkahan surat Al-Isra, maka Insyaallah malaikat-malaikat akan turun di bumi Al-Quds untuk memberikan pertolongan yang Allah Ta’ala perintahkan.

Putusan Mahkamah Internasional
Pada Jumat, tanggal 19 Juli 2024, Mahkamah Internasional (ICJ) menyatakan bahwa pendudukan Israel di atas tanah Palestina adalah illegal dan melanggar hukum internasional. ICJ kemudian memerintahkan Israel untuk segera mengosongkan pemukiman illegal yang didirikan di Palestina. Meski putusan ini tidak bersifat mengikat, tetapi tetap memiliki yuridiksi dan melemahkan dukungan terhadap Israel.

Namun, seperti biasa, zionis Israel kemudian menulikan telinga dan membutakan mata mereka dengan mengabaikan putusan tersebut, juga tekanan negara-negara di dunia yang mendorong agar Israel mematuhinya. Sikap ini sebenarnya juga mereka perlihatkan, manakala ICJ mengeluarkan perintah untuk menghentikan serangan terhadap Rafah pada 24 Mei 2024 lalu. Setelah empat hari setelahnya, tepatnya tanggal 28 Mei 2024, Israel melakukan penyerangan terhadap Rafah dengan alasan menemukan basis Hamas di perkampungan Rafah.

Kezaliman Pemimpin Negara Islam
Sikap keras kepala Israel ini sebenarnya tak lepas dari kezaliman yang dilakukan oleh sebagian besar pemimpin negara Islam terhadap Palestina, terutama Gaza. Sikap para pemimpin negeri Muslim ini menjadi pelemah semangat, pemecah belah kekuatan kaum muslimin, dan bukti nyata keingkaran terhadap Al-Quran. Sikap zalim ini telah mengakibatkan 76 tahun Palestina berada di bawah cengkeraman Israel.

Padahal Palestina bertetangga dengan mereka dan mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri, bagaimana luluh lantaknya Gaza.

Namun, kecintaan dunia yang telah membutakan mereka dari perintah Allah dalam Al-Quran. Ini sesungguhnya menghinakan mereka sendiri. Hari ini, dimana dunia sudah bangkit, tanpa memandang agama, ras, dan bangsa; dunia telah sadar dan tergerak untuk membela Palestina. Namun, para pemimpin Islam masih diam dan seolah amnesia dengan kondisi Palestina.

Perpecahan yang menimpa umat Islam disebabkan para pemimpinnya saat ini, telah melemahkan seluruh aspek kehidupan. Tak hanya politik dan militer, akan tetapi juga menghancurkan kejayaan perekonomian, budaya, sosial, bahkan kehidupan beragama umat Islam sendiri.

Banyak tokoh agama dan ulama yang mulai ikut-ikutan membela Israel, menjalin hubungan mesra dengan negara zionis ini, bahkan terang-terangan berkunjung dan menyanjung kepala negara Zionis. Sungguh ini adalah ironi yang menyakitkan hati. Di saat saudara kita sesama muslim meregang nyawa akibat bombardir bom dan senjata serta kelaparan yang di luar batas kemampuan manusia, mereka justru menjadi bermesraan dengan keturunan babi dan kera.

Di negaranya, mereka seringkali terlihat sebagai orang yang berpendidikan, keturunan alim ulama, bepangkat politis yang mentereng; tetapi akibat mengikuti hawa nafsu dan mengabaikan Al-Quran, mereka justru memilih menjadi pelayan kezaliman, seolah tidak tahu apa yang Allah Ta’ala telah peringatkan .

“Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebahagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung)nya, seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).” (QS. Al-Baqarah ayat 101).

Saat ini secara sadar atau pun tidak, mereka telah menggadaikan tanah Palestina, mengkhianati pejuang-pejuangnya, dan mempersulit perjuangan saudaranya, sesama Muslim di Palestina. Akibat normalisasi dan dampak dari persyaratan yang harus disepakati bersama, maka Israel semakin membabi buta melumatkan Gaza dan membunuh setiap muslim yang masih bernyawa disana, bahkan semakin berani menghinakan masjidil Al-Aqsha. Padahal, ini semua hanya untuk keuntungan ego semata, kepentingan segolongan orang belaka, bukan kepentingan umat manusia, apalagi mengatasnamakan Islam sebagai agama damai.

Sesungguhnya skenario Allah Ta’ala sangatlah luar biasa. Bacalah surat Al-Isro ayat 4-7 yang artinya bahwa sejatinya, kemenangan itu sudah dijamin oleh Allah Azza Wajalla atas Zionis Israel. Hukuman bagi orang-orang Yahudi adalah datangnya hamba-hamba Allah yang akan menguasai kampung-kampung mereka. Dan, menghancurkan apa yang mereka miliki sehingga mereka akan terhina. Hukuman pertama yang digambarkan di ayat lima di atas sudah terjadi dengan diberangusnya orang-orang Yahudi oleh orang-orang Nasrani. Sehingga mereka terhina dan terusir dari kampungnya. Namun, mereka kembali berjaya dan menjadi bangsa yang kuat karena anak-anak dan harta mereka.

Maka, hukuman kedua sudah menunggu.
Berdoalah semoga Allah meminjam tangan-tangan kita untuk hukuman kedua yang akan kembali menghina dan mengusir mereka. Langkah nyata harus kita ambil dari sekarang. Tunjukkan kepada dunia bahwa kita tidak pernah diam atas ujian besar yang kini tengah dihadapi bangsa Palestina.

Mari senantiasa merapatkan barisan, perlihatkan pada dunia bahwa kekuatan untuk mendukung Palestina selalu ada dan hidup; meskipun pemimpin-pemimpin di dunia ini menciut ketakutan pada Amerika dan sekutunya yang senantiasa menjadi pembela Israel. Mari terus bergerak, menunjukkan dukungan dan pembersamaan terhadap perjuangan Palestina.*