Artikel

Penyakit Kronis Bangsa

Oleh:

KH Bachtiar Nasir

 

HARI ini, mari kita bertanya dengan jujur, apa yang sedang terjadi dengan Indonesia? Penyakit paling kronis yang kita hadapi bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan krisis moral. Di satu sisi, elit terjerat korupsi dan hidup dalam foya-foya. Di sisi lain, rakyat kecil terperangkap judi online yang kian menggurita. Ratusan triliun rupiah menguap sia-sia tanpa memberi manfaat apa pun bagi masa depan bangsa.

Jika Indonesia diibaratkan sebuah rumah tangga, maka orang tuanya sibuk menghamburkan harta, sementara anak-anaknya berjudi hingga habis tak bersisa. Kira-kira, rumah tangga seperti ini akan menuju kesejahteraan atau justru kemiskinan? Jawabannya terasa begitu nyata dalam kehidupan sehari-hari kita.

Belum selesai dengan korupsi dan judi, muncul pula persoalan narkoba, pinjaman online, serta budaya berutang yang kian menjerat. Ironisnya, di tengah semua ini, para guru, terutama guru honorer, sering kali menjadi korban terbesar. Mereka yang seharusnya dimuliakan sebagai penjaga akal dan moral generasi justru hidup dalam ketidakpastian dan keterbatasan. Lalu, ada apa sebenarnya dengan bangsa ini?

Padahal, siapa pun yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidupnya, dunia justru akan datang dengan sendirinya, tunduk dan melayani. Namun kenyataannya, banyak manusia hari ini lebih sibuk mengejar al-mataa’, kesenangan dunia yang sementara, yang cepat habis dan meninggalkan kehampaan.

Refleksi ini seharusnya menjadi cermin bagi kita semua, bahwa bangsa tidak runtuh karena kekurangan sumber daya, melainkan karena kehilangan arah, nilai, dan tujuan hidup. Tanpa perbaikan moral dan kesadaran bersama, kekayaan sebesar apa pun hanya akan menjadi cerita tentang kesia-siaan.*

Exit mobile version