Artikel

Bencilah yang Dibenci Allah

Oleh:
KH Bachtiar Nasir

ADA manusia yang senantiasa gemar melakukan dosa dan suka menyembunyikannya. Dia tutup rapat-rapat, dia gali lubang untuk mengubur dalam-dalam bangkai dosa yang dia sendiri sudah menciumnya.

Manusia ini berusaha untuk melupakannya. Tetapi hati nurani tidak dapat dibohongi. Perilaku dosa yang ditumpuk terus menerus akan menghantuinya.

Sampai di sini jelas sudah. Bahwa apa yang tidak disukai Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebetulnya berat juga bagi kita untuk mengerjakannya. Kita juga tidak suka. Sejatinya, semua yang dibenci oleh Allah, sebetulnya kita juga membencinya.

Ketika kita membaca ayat Alquran, sebetulnya kita sedang berobat, sedang healing. Sedang merapikan kembali barisan saraf kita yang sudah sesat.

Pada saat itu lah nikmat demi nikmat akan menghampiri kita. Tetapi sebaliknya, ketika kita sudah berbeda atau bentrok rasa kita dengan Allah, bentrok selera dengan Allah, bertentangan keinginan kita dengan keinginan Allah, di situ lah awal semua persoalan hidup kita yang berat. Hidup kita dilalui dengan beban-beban yang berat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُجَٰدِلْ عَنِ ٱلَّذِينَ يَخْتَانُونَ أَنفُسَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ خَوَّانًا أَثِيمًا

“Dan janganlah kamu berdebat (untuk membela) orang-orang yang mengkhianati dirinya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang selalu berkhianat lagi bergelimang dosa.” (Surat An-Nisa ayat 107).

Pada ayat berikutnya,

يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ ٱللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ ٱلْقَوْلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (Surat An Nisa ayat 108).

Pada dua ayat di atas, terungkap orang yang berkhianat itu berusaha menyembunyikan pengkhianatan di hadapan manusia. Dia tidak pedulikan Allah Ta’ala. Padahal Allah kan tahu, Allah lihat. Yang dipedulikan adalah orang lain, manusia.

Manusia itu hanya bisa melihat kalau di depan matanya. Di belakang matanya tidak melihat. Makanya manusia mudah dikhianati. Tetapi Allah tidak mungkin bisa dikhianati. Orang-orang yang sudah mengkhianati dirinya dengan tidak mengindahkan pengkhianatan di hadapan Allah, karena lebih fokus biasa pada manusia. Allah tidak dianggap. Dan akhirnya dia menjadi pelaku dosa.*