KSP

Rahasia Kurban dan Detoksifikasi Ruhani

Oleh KH Bachtiar Nasir

Sepuluh malam atau sepuluh hari pada bulan Ramadhan atau bulan Dzulhijjah, disebutkan dalam Surah Al-Fajr ayat 1 dan 2,

وَالْفَجْرِۙ ۝١ وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ ۝٢

“Demi waktu fajar, demi malam yang sepuluh…”

Sepuluh hari pertama di bulan Zulhijjah berbeda dengan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah terkait dengan manasik, atau ibadah-ibadah yang terkait dengan haji. Juga syair-syair di Mina, Arafah, di Muzdalifah, di Jamarat, dan tempat lain terkait ibadah haji.

Selain saruan ibadah haji, ibadah kurban juga disarankan pada tanggal 10 Zulhijjah dan pada tiga hari tasyrik setelah hari raya Idul Adha.

Bentuk Pengorbanan dan Pembersihan Jiwa 

Kurban adalah bentuk pengorbanan dan pembersihan diri yang paling hakiki dalam Islam. Kenapa? Jika biasanya kita memanjakan diri secara fisik dengan merawat rambut, kulit, kebugaran, maka di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini bukan sekadar waktu mundur menuju penyembelihan, tetapi juga menjadi media detoksifikasi ruhani dari hal-hal yang bersifat duniawi.

Apa yang disebut musibah? Bermula dari yang kita inginkan. Lalu tidak kesampaian, hati kecewa dan sedih berlarut-larut.

Atau, musibah yang paling berharga dalam hidup kita adalah kehilangan orang yang paling kita cintai. Seperti tidak bisa menerima kenyataan ini.

Namun, inilah istimewanya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Kita menjalankan detoksifikasi, membersihkan jiwa kita dari semua kotoran dan noda-noda duniawi.

Karenanya ada perintah Allah agar kita tidak menganiaya atau menzalimi diri sendiri :

At-Taubah · Ayat 36

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ ۝٣٦

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.

Kata Allah, janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri. Itulah pesan di Surah At-Taubah ayat 36.

Khusus di sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah ini adalah kesempatan bagi kita untuk membersihkan diri, menaikan derajat diri kita, sekaligus juga menurunkan sifat ego yang ada pada diri kita.

Rahasia kurban 

Pertama tentang self care, atau perawatan diri, suatu aktivitas yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk menjaga kesehatan fisik, mental, dan emosional guna meningkatkan kesejahteraan hidup.

Orang yang memikirkan kurban sejak sekarang adalah orang-orang yang memikirkan dirinya untuk membersihkan diri dari sifat egois. Dia sedang melakukan self care.

Self care ini akan sangat jelas bagi orang yang mau berkurban.

Dia menahan diri tidak memotong rambut dan kuku sejak fajar tanggal 1 Zulhijjah hingga hewan kurbannya disembelih. Sebab dia sadar, kecantikan lahiriah dan personal harus tunduk sepenuhnya di bawah ketentuan Sang Khalik.

Kecantikan lahiriah akan tampak jika tunduk kepada Sang Khalik, Sang pencipta. Juga merupakan simbol harapan agar tubuh kita terbebas dari api neraka.

Rasa malu menjadi ukuran bagaimana seharusnya standar cantik. Malu karena Allah karena sesuai standar syariat.

Kedua, rahasia kurban adalah sarana pembersihan jiwa yang terjadi melalui At-Tausi’ah atau kelapangan hati. Secara bahasa, At-tausi’ah (التوسعة) berasal dari Bahasa Arab yang berarti perluasan, pelapangan, atau memberi kelapangan.

Orang-orang yang berkurban berarti sudah siap lapang hati untuk berbagi.

Kurban juga merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat hidup dan syukur atas nikmat iman yang diberikan selama setahun terakhir. Artinya seseorang sudah mempersiapkan kurban yang sudah cukup umur.

Di sepuluh hari pertama Zulhijjah ini sebenarnya kita sedang merawat kesehatan mental kita sendiri dari penyakit kikir dan bakhil.

Kurban menenangkan dan kebahagiaan batin. Puncaknya adalah momen mengalirkan darah kurban sebagai pembuangan ego pribadi. Seorang hamba akan bersih dari keterikatan semu pada harta, dan semakin dekat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Dengan berkurban, artinya mencapai derajat takwa yang paling paripurna.