KSP

Allah Telah Mengenalkan Diri-Nya, Kenapa Kita Sibuk Sendiri?

Oleh : KH Bachtiar Nasir

Dalam Kitab Al-Fawaid, Ibnul Qoyyim Al-Jauziah berkata:

“Mahasuci Allah, surga telah berhias untuk menyambut para pelamar, maka pelamar pun berjuang untuk mendapatkan mahar terbaik. Dan Allah telah men-ta’aruf-kan diri-Nya, Zat Yang Maha Mulia itu kepada para kekasihnya, lalu mengenalkan asma-asma-Nya dan sifat-sifat-Nya. Maka semua para kekasih berbuat sesuatu yang hebat-hebat demi sebuah perjumpaan dengan sang kekasih yang telah mengenalkan diri-Nya. Sementara kamu sibuk dengan bangkai.”

Tahukah kamu, Allah, Tuhan yang Maha Mulia telah mengenalkan diri-Nya lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Para kekasih Allah berjuang agar bisa berjumpa dengan amal-amal terbaiknya.

Sementara kita sibuk dengan bangkai, maksudnya adalah kita hanya sibuk dengan urusan kita sendiri yang akan menjadi bangkai (mati). Kita sibuk membanggakan diri, mengedepankan eksistensi diri. Kalau pun bukan dirinya yang menjadi fokus, dia fokus pada dunia yang nyata-nyata fana dan akan punah.

Kalau mau ditimbang, dunia beratnya hanya sehelai sayap nyamuk. Jangan sampai kita masih sibuk menjadi pemulung dan menghias bangkai, padahal Allah sudah menyambut kita, memperkenalkan diri-Nya kepada kita. Mengapa kita masih abai? Astghfirullah wa’atubuh ilaih.

Barangsiapa yang merindukan pejumpaan dengan Kekasih (Allah), hendaknya dia beramal saleh, dan jangan menyekutukan Dia dengan apa pun.

Lihat Surah Al-Kahfi ayat 110:

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا ࣖ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal saleh dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.

Suatu ketika Rasulullah melintasi bangkai kambing dan menawarkaan kepada sahabat, siapa yang mau membelinya?

Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam berjalan melewati pasar, sementara banyak orang berada di dekat Beliau . Beliau berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya kecil. Sambil memegang telinganya Beliau bersabda, “Siapa diantara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?”

Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?” Lalu Beliau bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?”

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allah daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian. (HR. Muslim, no. 2957)(*)