Penyebab Kekalahan

Oleh:
KH Bachtiar Nasir
MESKIPUN umat Islam adalah umat terbaik yang didatangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala demi untuk kemaslahatan umat manusia, dan walaupun pada akhirnya kemenangan itu akan datang kepada umat Islam sebagaimana yang dijanjikan Allah, tetapi selama syarat-syarat untuk datangnya kemenangan itu tidak dipenuhi oleh umat Islam, maka selama itu juga kemenangan tidak akan datang. Dan selama umat Islam masih melakukan penyebab-penyebab kekalahan, selama itu juga kekalahan-kekalahan itu akan dialami oleh umat Islam.
Pertanyaan serupa pernah ditanyakan para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika kembali dari perang Uhud, dimana umat Islam mengalami kekalahan. Mereka mempertanyakan kenapa mereka mengalami kekalahan padahal Allah Ta’ala menjanjikan umat Islam akan mandapatkan kemenangan. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala menurunkan ayat untuk menjelaskan penyebab kekalahan yang diderita oleh umat Islam pada waktu perang Uhud itu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّـهُ وَعْدَهُ إِذْ تَحُسُّونَهُم بِإِذْنِهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا فَشِلْتُمْ وَتَنَازَعْتُمْ فِي الْأَمْرِ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ مِنكُم مَّن يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنكُم مَّن يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ ثُمَّ صَرَفَكُمْ عَنْهُمْ لِيَبْتَلِيَكُمْ ۖ وَلَقَدْ عَفَا عَنكُمْ ۗ وَاللَّـهُ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 152).
Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa pada awal perang Uhud itu umat Islam mendapatkan kemenangan sebagaimana yang dijanjikan Allah. Dimana banyak kaum kafir Qurays yang terbunuh di tangan kaum muslimin atas izin Allah Ta’ala. Namun, ketika umat Islam lemah atau dalam tafsir disebutkan munculnya sifat pengecut dalam diri kaum muslimin, adanya perselisihan di kalangan kaum muslimin, khususnya yang ditugaskan sebagai pemanah di atas bukit dalam hal ikut serta memperebutkan harta rampasan perang (ghaniman) dan ketidaktaatan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan kepada para pemanah untuk jangan pernah turun dari bukit pemanah walau apapun yang terjadi dalam pertempuran sampai diperintahkan untuk turun. Disebabkan ketiga hal itu kaum muslimin menderita kekalahan dalam perang Uhud.
Dari penjelasan ayat di atas, kita dapat mengambil pelajaran bahwa penyebab utama kekalahan umat Islam itu ada tiga. Pertama, sikap pengecut yang ada dalam diri umat Islam, yang merupakan kesalahan fatal bagi orang beriman yang percaya bahwa Allah lah satu-satu Zat yang dapat memberikan kemenangan dan satu-satunya Zat yang dapat mentakdirkan kekalahan.
Kedua, yang ini menjadi persoalan umat Islam pada umumnya, khususnya di Indonesia. Yaitu terlalu banyak dan terlalu sering berselisih. Hendaknya umat Islam berusaha menyatukan hati mereka karena persatuan itu dimulai dari bersatunya hati atas izin Allah Ta’ala. Untuk menghindari saling berselisih itu hendaknya umat Islam selalu kembali kepada Allah dan kepada Rasul-Nya. Dalam hal ini yaitu selalu kembali kepada nilai-nilai dan ajaran al-Qur`an dan sunnah Rasulullah SAW. Sebagaimana yang dijelaskan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّـهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa` [4]: 59).
Ketiga, mengingkari perintah Rasulullah Shallalllahu ‘alaihi wa sallam, karena itu tidak ada jalan bagi umat Islam yang menginginkan kemenangan kecuali kembali mentaati dan menjadi Rasulullah. Sebagai contoh dan panutan yang harus diikuti dalam segala hal. Hendaknya kita jangan pernah lepas dari pegangan menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam pemikiran, keyakinan bahkan sampai ketingkat daya rasa dan selera kita.
Semoga kita bisa mengambil pelajaran dari kekalahan yang dialami umat Islam pada perang Uhud itu dan menjadikannya sebagai modal untuk meraih kemenangan yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam bish shawab.*
