Hadir di King Maker, Jubir Ganjar-Mahfud Bicara Peluang Berkoalisi dengan AMIN

JAKARTA–Jika Pilpres 2024 berlangsung dua putaran, peluang paslon Ganjar Pranowo-Mahfud berkoalisi dengan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) sangat memungkinkan. Hal ini disampaikan juru bicara TPN Ganjar-Mahfud, Chico Hakim saat ditanya KH Bachtiar Nasir pada program King Maker UBN Podcast, Kamis (1/2/2024) di Studio AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta.
Banyak pihak yang meragukan terjadinya koalisi paslon nomor urut 01 dengan 03, karena dinilai berbeda ideologi. Oleh Chico, keraguan itu dibantah.
“Sangat mungkin (berkoalis). Karena dalam sejarah pernah terjadi. Sejarah telah membuktikan,” ujar Chico.
Chico mengungkapkan bahwa kemerdekaan Indonesia direbut oleh para pejuang berbeda ideologi. Meski berbeda ideologi, namun mereka bersatu dalam merebut kemerdekaan.
“Artinya semua pernah terjadi. Kita pernah ingat, 1945. Memerdekan bangsa ini kan dari berbagai macam ideologi,” jelas Chico.
Kemudian, ketika merumuskan UUD, ideologi bangsa para founding father yang berlatarbelakang berbagai ideologi bisa duduk bersama.
“Ketika PNI dulu zaman Soekarno pernah koalisi dengan Masyumi. Bung Karno meminta Mohammad Natsir menjadi Perdana Menteri. Bahwa orang yang memiliki ideologi itu akan mudah bersatu dengan orang lain yang memiliki ideologi, walaupun ideologi nya berbeda,” ungkap Chico.
Berbeda dengan orang-orang yang tidak punya orientasi hidup, maka yang dipikirkan hanya uang dan kekuasaan.
Chico melanjutkan contoh terkait isu Palestina. “Kalau kita membaca dunia, siapa sih yang Pro Palestina? Itu yang berideologi kiri dan yang muslim. Artinya orang-orang yang memiliki ideologi itu pada tataran tertentu ketemu disoal kebenaran yang hakiki,” ujar Chico.
Meski berbeda ideologi, jelas Chico mereka punya values, punya nilai-nilai yang sama di ujung. Hanya saja jalannya berbeda.
“Menuju berbeda-beda. Tapi kebenaran sama. Bahwa penindasan itu tidak bagus, terlepas dari kita dapat keuntungan dari situ atau tidak,” jelas Chico.
Sementara orang yang tidak memiliki ideologi, dia melihat dari keuntungan buat dia.
“Masalah itu sebuah penindasan, kezaliman, kebengisan itu nomor dua. Nomor satunya itu, ‘gue dapat untung gak dari situ. Kalau dapat untung gue ikut, gue tindas’ Tetapi kalau orang memiliki ideologi kuat, punya prinsip itu tahu batasan,” kata Chico.*
